• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Jiwa Seorang Mukmin: Kuat, Semangat, Adaptif
Berita Kegiatan

Jiwa Seorang Mukmin: Kuat, Semangat, Adaptif

Jiwa mukmin - UII - berita kontrol kehamilan

Islam mengajarkan umatnya untuk menumbuhkan dan memupuk jiwa mukmin ksatriya. Tidak hanya untuk membela agama yang telah diperjuangkan Rasulullah SAW namun juga untuk menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan. Ustadz Risdiyono, S.T., M.Eng., Ph.D., dosen Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia memberikan kajiannya tentang karakter ksatria dalam diri seorang mukmin dan harapannya akan tertanam bagi setiap lulusan UII. Ksatria menjadi karakter yang luar biasa dan merupakan singkatan dari kuat, semangat, adaptif, trampil, responsif, inovatif, dan amanah. Kajian disampaikan secara daring pada Sabtu (9/5). Ia merangkum jiwa ksatria dalam tiga karakter yakni kuat, semangat, dan adaptif.

Karakter pertama adalah kuat. “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan,” (HR. Muslim). Artinya kecintaan Allah kepada makhluknya berbeda-beda, seperti kecintaan-Nya kepada mukmin yang kuat lebih besar daripada kecintaan-Nya kepada mukmin yang lemah. Karena orang yang kuat akan mampu berbuat lebih baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain.

“Jadi kita harus membuat alumni UII menjadi orang yang kuat: kuat dari jiwanya maupun raganya; kuat sisi batin maupun lahir; kuat dari rohani dan jasmani; kuat dari fisik maupun psikis; kuat dari iman maupun imunnya; kuat di fikir dan dzikirnya; kekuatan ilmu dan juga amalnya; kekuatan hati maupun hartanya,” ucap Risdiyono.

Sedangkan karakter kedua adalah semangat. “Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah,” (HR. Muslim). “Artinya kekuatan tidak ada gunanya jika seorang mukmin tidak memiliki semangat. Karena semangatlah yang membuat orang lemah menjadi kuat. Orang sakit menjadi lebih cepat sembuh. Semangatlah membuat orang terpuruk menjadi bangkit,” imbuhnya.

Fenomena seperti ini sudah terlihat jelas di kehidupan sehari-hari. Banyak orang yang terlahir dari keluarga biasa tapi ia lebih berprestasi daripada ia yang terlahir dari keluarga kaya. Golongan kurang mampu lebih berhasil daripada orang yang dari keluarga berkecukupan. Tentu, semua itu terjadi karena semangat di dalam dirinya.

Adapun karakter ketiga adalah adaptif. “Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah engkau katakan: ‘ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi,’ karena perkataan seandainya dapat membuka pintu setan,” (HR Muslim).

Hadist tersebut membuat seorang mukmin tidak memikirkan masa lalu. Namun, mereka fokus ke masa kini maupun masa yang akan datang. Orang mukmin percaya bahwa masa lalu menjadi takdir Allah yang tidak dapat diganti maupun diulang. Maka sikap adaptif itu membuat seorang mukmin lebih mudah untuk bergerak, melakukan perencanaan, dan melakukan langkah-langkah ke depan. (SF/ESP)

10 Mei 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/Kampus_UII-3.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII.png humas2020-05-10 11:33:382020-05-12 20:35:14Jiwa Seorang Mukmin: Kuat, Semangat, Adaptif

Berita Terakhir

  • UII Terima Kunjungan Universitas Pertahanan RI
  • UII dan IKPI Perkuat Kolaborasi untuk Siapkan Konsultan Pajak Adaptif di Era AI dan Coretax
  • UII Hadirkan Light Show di Stasiun Tugu Yogyakarta, Perkenalkan Kampus Melalui Pertunjukan Visual
  • UKM TQFI UII Resmi Buka Grand Final International Quranic Festival 2026
  • DPKA UII Gelar Career Class: Hadirkan Pakar BUMN Bahas Peta Jalan Karier Mahasiswa

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Suplemen Iman di Tengah Pandemi Link to: Suplemen Iman di Tengah Pandemi Suplemen Iman di Tengah Pandemiiman di tengah pandemi - UII Link to: Pandemi Tak Mengurangi Makna Ramadhan Link to: Pandemi Tak Mengurangi Makna Ramadhan Ramadhan Dermawan - UIIPandemi Tak Mengurangi Makna Ramadhan Scroll to top Scroll to top Scroll to top