• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Suplemen Iman di Tengah Pandemi
Berita Kegiatan

Suplemen Iman di Tengah Pandemi

iman di tengah pandemi - UII

Kajian Online Penyejuk Iman yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan dan Pengembangan Agama Islam Universitas Islam Indonesia pada Jumat kemarin (8/5) diisi Direktur DPPAI UII, Dr. Aunur Rohim Faqih, S.H., M.Hum yang mengangkat tema “Memaknai Bulan Puasa di Tengah Pandemi”.
Aunur Rohim Faqih mengatakan bahwa pertama yang harus dipahami oleh masyarakat adalah tentang iman kepada Allah. Kalau beriman kepada Allah, berarti orang tersebut ingin bertemu dengan Allah, Sang Pencipta. Cara untuk bertemu dengan-Nya adalah jangan terikat dengan sarana-sarana Allah.

“Kalau masih mengikatkan diri dengan sarana Allah, maka kita tidak akan bertemu dengan Allah. Jadi kita harus bertemu dengan pencipta sarana agar mendapatkan sarana dan menikmati sarana itu sendiri. Jadi tujuan kita adalah Allah, bertemu dengannya bukan untuk sarana itu,” jelasnya.

Maksud dari sarana di sini adalah adanya virus corona menjadi hal yang tidak menghalangi kita untuk terus beribadah di bulan Ramadhan ini. Karena nantinya kita akan bertemu dengan pembuat virus tersebut. Sehingga tidak perlu untuk terlalu mengkhawatirkannya, sebab setiap penyakit pasti memiliki obatnya.

“Kita mengakui adanya virus, tapi kita juga harus mengakui kalau ada yang membuat virus itu. Momentum virus ini harusnya dijadikan sebagai kesempatan bertemu sang penciptanya dengan ibadah yang kuat. Untuk menghilangkan virus ini kita juga harus bertawakal dengan Allah,” ucapnya.

Kebanyakan orang salah kaprah dalam menyikapi pandemi. Mereka meninggalkan shalat dan puasa dengan alasan pandemi. Padahal, seharusnya seorang muslim tidak meninggalkan hal itu. Karena Allah akan mengangkat pandemi dengan izin-Nya. Kita pun harus meningkatkan iman dan melakukan perbuatan shaleh sebagai bentuk ikhtiar kepada Sang Pencipta.

Ia juga menyebut zaman sekarang, banyak yang salah kaprah dengan bergantung kepada dunia. Padahal kalau kita tergantung dengan dunia maka akan muncul wabah dari dunia itu sendiri. “Ini menjadi titik tolak bahwa kita manusia memang sangat tidak ada apa-apanya. Menghadapi virus kecil saja tidak bisa. Ini jadi momentum akan eksistensi adanya Tuhan,” terangnya.

Aunur Rohim Faqih mengajak setiap orang untuk memaknai puasa dengan benar. Puasa berarti shaum, yang artinya menahan kemauan diri kita, seperti makan dan minum. Kalau kita memaknai puasa hanya soal makan dan minum maka virusnya akan datang dari persoalan makan dan minum itu. “Jadi melihat dunia dari perspektif si Pembuat Dunia, bukan perspektif kita yang hidup di dunia”, pesannya.

Kehadiran Covid-19 membawa makna dan keberuntungan yang besar jikalau kita tahu hikmah dibaliknya. Covid-19 justru membuat kita intens beribadah dari rumah. Membuat banyak hikmahnya yang luar biasa di dalamnya. Dibandingkan dengan masa sebelum adanya wabah, orang memiliki sedikit waktu untuk berkumpul dengan keluarga.

“Contoh lain kalau dulu mungkin kita shalat di masjid kan jamaah kita jadi makmum. Tapi karena sekarang harus di rumah, kita pun belajar memperbaiki ibadah shalat kita dengan menjadi imam di keluarga,” pungkasnya. (SF/ESP)

10 Mei 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/suplemen-iman-pandemi-uii.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-05-10 10:57:052020-05-12 21:02:44Suplemen Iman di Tengah Pandemi

Berita Terakhir

  • UII Sambut 22 Mahasiswa Internasional dalam Program P2A UIISAGE BRIDGE 2026
  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Inilah Fiqih Ibadah Ramadhan di Kala Pandemi Link to: Inilah Fiqih Ibadah Ramadhan di Kala Pandemi Inilah Fiqih Ibadah Ramadhan di Kala Pandemifiqih ibadah ramadhan - sifat iri - berita UII Link to: Jiwa Seorang Mukmin: Kuat, Semangat, Adaptif Link to: Jiwa Seorang Mukmin: Kuat, Semangat, Adaptif Jiwa mukmin - UII - berita kontrol kehamilanJiwa Seorang Mukmin: Kuat, Semangat, Adaptif Scroll to top Scroll to top Scroll to top