,

Jurusan Arsitektur UII Raih Sertifikasi Validasi Lembaga Arkitek Malaysia

Kabar gembira kembali hadir dari Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia (FTSP UII) yang baru saja meraih sejumlah anugerah. Setelah berhasil mendapatkan dua kali berturut-turut akreditasi Korean Architectural Accrediting Board (KAAB) sejak tahun 2017, Arsitektur UII kembali menerima pengakuan internasional dan sertifikat akreditasi internasional dari Lembaga Arkitek Malaysia (LAM) part 1 dan LAM part 2.

Dengan ini, Jurusan Arsitektur yang terpilih sebagai kampus dan jurusan yang menerima penghargaan pengakuan internasional pertama di Indonesia, bahkan pertama di Asia. Acara penyerahan sertifikat validasi LAM diselenggarakan secara luring dan disiarkan melalui live streaming YouTube pada Rabu (17/5) di Auditorium FTSP UII. 

Mengawali acara, Ketua Jurusan Arsitektur FTSP UII, Prof. Ar. Noor Cholis Idham, P.hD. menjelaskan bahwa pengakuan internasional ini menjamin bahwa pendidikan arsitektur di UII berkualitas global. Artinya semua lulusannya diakui secara internasional sehingga tidak akan mengalami hambatan di manapun berkarier. 

Dijelaskan Noor Cholis Idham, LAM Malaysia adalah lembaga sertifikasi pendidikan arsitektur internasional yang mengadopsi sistem The Royal Institute of British Architects (RIBA). Lembaga ini telah banyak melakukan validasi di banyak negara termasuk di Eropa dan Australia. Dengan demikian, Arsitektur UII kini telah lengkap diakui kualitasnya oleh KAAB di bawah Canberra Accord dan juga LAM yang setara dengan RIBA. 

“Dalam kesempatan ini, LAM telah memberikan pengakuannya melalui Validasi Internasional sekaligus LAM Part 1 untuk Program Studi Sarjana Arsitektur (S.Ars/B.Arch) dan LAM Part 2 untuk Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr/Ar) dan sekaligus Program Magister Arsitektur (M.Ars/M.Arch) untuk kurun waktu 2022-2027,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. memberikan ucapan selamat dan turut berbangga atas capaian kerja keras Jurusan Arsitektur UII. “Pencapaian ini menjadikan UII sekarang selevel dengan perguruan-perguruan tinggi di negara persemakmuran,” ungkap Fathul Wahid dalam sambutannya.

Dengan demikian, kini ketiga Prodi di Jurusan Arsitektur UII kesemuanya telah mendapatkan pengakuan internasional dari luar negeri, termasuk negara persemakmuran the Commonwealth bisa belajar arsitektur di UII. Jurusan Arsitektur UII menjalankan pendidikan arsitektur dengan opsi: Program sarjana 4 tahun reguler dan internasional (IP) untuk S.Ars/B.Arch, Program profesi tahun ke-5 (PPAr/Ar), Program arsitek penuh 4+1 tahun (S.Ars+Ar), Program Magister (M.Ars), Program Fast track PPAr+M.Ars (Ar+M.Ars), serta Program Double Degree Master (M.Arch+MLA) yang bekerjasama dengan Master of Landscape of Architecture TU Anhalt Germany.

Merintis LAM Arsitektur

Dalam press conference yang dilaksanakan setelah ceremonial bersama beberapa wartawan, Dekan FTSP UII, Dr. Ing. Ir. Ilya Fadjar Maharika, MA., IAI. menambahkan bahwa Jurusan Arsitektur UII mendapatkan amanah untuk menjadi bagian dari Kelompok Kerja (PokJa) dalam menyusun lembaga akreditasi Arsitektur Indonesia yang ke depannya dapat dikembangkan menjadi Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Arsitektur.

“Jadi saat ini menjadi sangat penting akreditasi itu bukan hanya sekedar untuk melegitimasi sebuah atau melabeli kualitas pendidikan. Tapi menjadi token of exchange status yang memastikan mobilitas antara negara bisa terjadi dengan saling memahami dan menyetarakan. Proses inilah yang menjadi sangat penting sehingga di bidang profesional yang spesifik seperti arsitektur itu menjadi sangat penting untuk ada lembaga professional akreditasi yang juga spesifik,” tuturnya.

“LAM tidak hanya sekedar melihat UII secara personal, tapi sedang melihat bagaimana education di Indonesia ini dijalankan dengan mengambil contoh dari UII,” tambahnya.

Momentum bahagia ini juga dibersamai dengan keberhasilan sekaligus dua dosen Arsitektur UII yang berhasil meraih jabatan profesor. Dua profesor Arsitektur atas nama Prof. Dr. Ir. Sugini, ST. MT., I.A.I, GP. dan Prof. Ir. Suparwoko, MURP., PhD., I.A.I. ini akan semakin meningkatkan kualitas pendidikan yang dilakukan di UII pada bidang teknologi dan sains bangunan serta ilmu rancang kota. 

Prof. Sugini selama ini banyak berperan dalam pengembangan pengajaran dan penelitian di performa bangunan dan Prof. Suparwoko aktif di dunia rancang kota dan permukiman. (APA/ESP)