Dua tokoh kenamaan bangsa hadir sebagai pemateri pada seminar kebangsaan dan moderasi Islam yang diselenggarakan oleh UII, pada Sabtu (16/11), di Auditorium Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir, kampus terpadu UII. Kedua tokoh tersebut adalah H.M. Jusuf Kalla, dan Prof. Dr. Moh. Mahfud MD., S.H., S.U.

Kegiatan ini bersamaan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS). Rakernas yang mengundang setidaknya 400 PTIS dari berbagai wilayah Indonesia yang menjadi anggota BKSPTIS ini bertujuan mendorong peningkatan sinergi kerjasama di antara PTIS se-Indonesia.

Sebagai ketua Penasehat BKSPTIS, Jusuf Kalla dalam paparannya, menyampaikan pentingnya kerjasama di antara PTIS. Dengan kerjasama, PTIS dapat mengambil manfaat satu sama lain, serta menciptakan kekuatan luar biasa, yang dapat memajukan bangsa.

“Apabila makna kerjasama benar-benar dilaksanakan ini adalah kekuatan yang sangat besar. Hal ini karena pendidikan adalah pondasi dari inovasi dan teknologi, serta inovasi dan teknologi itulah yang membuat bangsa maju.” pesan pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden RI pada masa 2004-2009 dan 2014-2019 itu.

Jusuf Kalla juga kembali mengingatkan pentingnya realisasi atas setiap rencana yang telah disusun. Negeri ini harus diisi oleh eksekutor bukan hanya para penyusun rencana.

“Apabila ada indikator negara maju karena seminar dan konferensi, maka indonesia lah yang akan menjadi yang paling maju.” tukasnya dibarengi galak tawa hadirin.

“Seminar dan konferensi baik jika dibarengi dengan pelaksanaan yang dibingkai dengan kerjasama.” Tambahnya.

Tidak lekang oleh perhatian JK, bahwa yang juga dibutuhkan bangsa ini adalah jiwa kewirausahaan. JK mencontohkan perjalanan hidup Rasulullah yang juga dikenal sebagai pedagang. Kita tahu bahwa Nabi menerima wahyu di usia 40 tahun, wafat di usia 63 tahun, berdagang sejak usia 13 tahun. Itu artinya beliau 27 tahun berdagang.

“Jika kita mempunyai konsekuen dalam meneladani Rasulullah tentu sudah seharusnya kita ikut bergerak dalam dunia perdagangan atau memiliki jiwa entrepreneur.” Tegas JK.

Pada seminar sesi kedua, Mahfud MD mengingatkan pentingnya moderasi Islam dalam berbangsa dan bernegara. Mahfud kembali merefleksikan proses yang terjadi sebelum kemerdekaan. Proses yang melibatkan dua organisasi yakni BPUPKI dan PPKI.

“Indonesia ini dibangun atas kesepakatan, atau yang dikenal dengan mitsaqan galidsa antara berbagai ikatan-ikatan primordial.” Jelas Mahfud yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM tersebut.

Menurut Mahfud ada lima pilar yang saat ini menjadi fondasi keutuhan bangsa. “Pertama prularisme repons atas pluralitas, toleransi, bersatu dalam keragaman, demokrasi, serta nomokrasi untuk ketertiban.” Jelas Mahfud.

Usai seminar, kegiatan dilanjutkan dengan Rakernas BKSPTIS, serta rapat pleno, serta rapat bidang yang membahas berbagai permasalahan, serta isu aktual sebagai upaya menguatkan kerjasama antara PTIS. (DD/ESP)