• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Kaji Pemikiran Tokoh Muslim, Dosen UII Raih Gelar Doktor
Berita Kegiatan, Pilihan

Kaji Pemikiran Tokoh Muslim, Dosen UII Raih Gelar Doktor

Bertempat di Gedung Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pada Kamis (19/09) Direktur Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia (PP UII) sekaligus dosen Fakultas Ilmu Agama Islam UII Dr. Drs. H. Asmuni Mth. MA berhasil meraih gelar doktor. Ia meraih gelar itu pada ujian terbuka promosi doktor program doktor studi Islam UIN Sunan Kalijaga. Penelitian yang dilakukan Asmuni sendiri yaitu “Ijtihad Nau’i Sebagai Basis Nalar Hukum Islam (Telaah Proyek Pemikiran Muhammad Abu al-Qasim Hajj Hamad, 1942-2004)”.

Dalam disertasinya, ia menjelaskan bahwa penelitian tersebut bertujuan untuk mengelaborasi Ijtihad Nau’i atau ijtihad inovatif dalam proyek pembaruan hukum Islam Muhammad Abu al-Qasim Hajj Hamad. Ia adalah seorang pemikir otentik Sudan yang terlahir dari dua rahim yaitu rahim pendidikan dan rahim pergerakan yang gagasannya hilang ditelan arus politik.

Urgensi penelitian tersebut bertolak dari realitas nalar hukum Islam yang terjebak pada dua pendekatan yaitu muqarabat dan muqaranat. “Muqarrabat kalau saya baca di dalam karya-karyanya itu, lebih sering diidentikan dengan liberalisme. Sedangkan muqarranat lebih sering disebut dengan tektualisme” pungkasnya.

Ia menyampaikan perlu adanya solusi lain dalam mencari nalar hukum Islam melalui solusi ijtihad inovatif dengan sistem epistemologi terbuka. Oleh karena itu, dibuatlah rumusan pertanyaan dalam penelitian ini yaitu bagaimana cara kerja ijtihad inovatif yang dipopulerkan oleh Muhammad Abu al-Qasim Hajj Hamad.

Kemudian dalam penelitiannya tersebut membahas bahwa proyek ijtihad inovatif yang digagas Hajj Hamad. Ia memposisikan Al-Quran sebagai kitab metode yang memiliki satu kesatuan organis seperti alam yang selalu menyumbangkan margin keilmuan baik dalam konteks hukum maupun keilmuan pada umumnya.

“Ijtihad inovatif melampaui muqarabat yg tidak memiliki kontrol metafisis, dan muqaranat yang tidak menyadari dinamika dan perubahan sosial. Liberalisme terjebak mengharmoniskan Islam dengan Barat, dan muqaranat yg berusaha membandingkan Islam dengan Barat. Muqarabat berusaha menutup jurang pemisah antara Islam dengan Barat. Sedangkan muqaranat berusaha melebarkan jurang pemisah tersebut”, ungkapnya.

Acara sidang doktor tersebut diakhiri dengan pengucapan selamat oleh promotor atas prestasi yang diraih dan pesan agar terus berkarya ketika kembali ke UII.

Adapun yang menjadi penguji pada sidang doktor tersebut yaitu Prof. Dr. H. Syihabuddin Qalyubi, Lc., M.Ag. sebagai ketua sidang/ penguji, Dr. Ahmad Rafiq, S.Ag., M.Ag., Ph.D. sebagai sekretaris sidang, Dr. Octoberriansyah, M.Ag. sebagai Promotor/ penguji 1, Dr. Fathorrahman, S.Ag., M.Si. sebagai penguji 2, Prof. Dr. H. Siswanto Masruri, MA. sebagai penguji 3, Dr. Fahruddin Faiz, M.Ag. sebagai penguji 4, dan Dr. Shofiyullah MZ, S.Ag., M.Ag. sebagai penguji 5. (AR/ESP)

21 September 2019
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2019/09/sidang-doktor-asmuni-uii.jpg 400 616 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2019-09-21 16:58:162019-09-23 17:00:18Kaji Pemikiran Tokoh Muslim, Dosen UII Raih Gelar Doktor

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Menjadi Maha Guru! Link to: Menjadi Maha Guru! Menjadi Maha Guru! Link to: Digitalisasi Universitas, UII Dorong Kepemimpinan Kolegial dan Mondial Link to: Digitalisasi Universitas, UII Dorong Kepemimpinan Kolegial dan Mondial Digitalisasi Universitas, UII Dorong Kepemimpinan Kolegial dan Mondial Scroll to top Scroll to top Scroll to top