• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Kecerdasan Buatan Bantu Deteksi Dini Penyakit
Berita Kegiatan

Kecerdasan Buatan Bantu Deteksi Dini Penyakit

Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini menjadi hal yang tak terpisahkan dalam perkembangan teknologi modern. Pembahasan mengenai AI tersebut menjadi tema utama dalam webinar yang diadakan Program Studi Informatika UII pada Sabtu (31/10). Agenda webinar bertema “Applied AI” ini bertujuan mengeksplorasi penelitian berkelanjutan di bidang informatika. Narasumber yang dihadirkan adalah Izzati Muhimmah, Ph.D dari UII dengan bahasan tentang Computer Aided Pathology. Selanjutnya ada Hansung Lee, Ph.D dari Universitas Youngsan, Korea Selatan dan Dr. Yuliant Sibaroni dari Universitas Telkom.

Izzati menyampaikan pengertian dari Computer Aided Pathology adalah kemampuan dari AI untuk menginterpretasikan, membagi, dan mengatur berbagai informasi yang berkaitan dengan patologi. “AI adalah simulasi proses kecerdasan manusia yang dilakukan oleh mesin, terutama sistem komputer. Computer Aided Pathology juga meliputi data dan mikroskop yang ada di lingkungan digital. Keuntungan menggunakan sistem ini adalah data yang ada dari mikroskop dapat diarsipkan secara digital, dapat diakses dimanapun tanpa kaca mikroskop tambahan, dan memiliki kualitas yang tetap”, imbuhnya.

Izzati juga menegaskan tantangan penggunaan Computer Aided Pathology di Indonesia. Jumlah Ahli Patologi di Indonesia masih terbilang kecil yakni 200.000 orang berbanding 250 juta penduduk. Hingga kini Izzati terus mengambangkan sistem komputer yang dapat membantu di bidang kesehatan. Salah satunya dengan mendeteksi berbagai jenis diagnosa penyakit yang dapat dilakukan melalui teknologi digital berbasis gambar seperti malaria, tuberkulosis, kanker payudara, dan lain sebagainya.

Sementara itu, Hansung Lee lebih banyak mengulas tentang Object Detection Based On Deep Learning. Menurutnya, pengenalan objek dibagi menjadi tiga bagian yakni objek pengenalan instan, objek pengenalan kelas, dan deteksi objek pengenalan kelas. Deteksi objek bisa mengenali tubuh manusia dan wajah manusia. Di Korea Selatan ada alat deteksi berupa X-Ray Scanner dan traffic analysis sebagai wadah untuk memasukan data dan mengolahnya.

Adapun Yuliant Sabroni menjabarkan seorang ahli data wajib memiliki hard skill dan soft skill. Hard skill berupa kemampuan mengolah data, mengenal data, encoding, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan data. “Menjadi ahli data skill yang harus dimiliki diantaranya data komponen, geometric komponen, mapping komponen, scale komponen, dan label komponen”, jelasnya.

Sedangkan softskill berupa kemampuan dalam tim, komunikasi, problem solving, critical thinking, dan Business Mindset. Data merupakan hal yang penting bagi perusahaan untuk menjalankan bisnisnya dan untuk menentukan pengambilan keputusan. Selain itu, data juga menjadi peran utama dalam penelitian dan pemecahan dari rumusan masalah. (HN/ESP)

2 November 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/09/informatika-medis-UII.jpg 450 630 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-11-02 12:44:382020-11-02 12:48:05Kecerdasan Buatan Bantu Deteksi Dini Penyakit

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Tantangan dan Dinamika Kuliah di Era Pandemi Link to: Tantangan dan Dinamika Kuliah di Era Pandemi Tantangan dan Dinamika Kuliah di Era Pandemi Link to: UII Kembali Gelar Growth Festival Link to: UII Kembali Gelar Growth Festival Pentingnya Menjaga Sport PerformanceUII Kembali Gelar Growth Festival Scroll to top Scroll to top Scroll to top