• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Keluarga Menjadi Sekolah Utama Bagi Setiap Anak
Berita Kegiatan

Keluarga Menjadi Sekolah Utama Bagi Setiap Anak

Pernyataan Sikap UII

Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D, membuka Sekolah Online Ketahanan Keluarga (SEKOLA) pada Selasa malam (24/11). Acara yang diisi dengan studium generale Ketahanan Keluarga untuk Peradaban Rahmatan Lil Alamin ini menghadirkan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K).

Prof. Fathul Wahid dalam sambutannya menuturkan bahwa keluarga menjadi sekolah utama setiap anak, bapak ibu adalah guru mulia, saudara adalah kelompok pendukung, sehingga keluarga menjadi tempat tumbuh anak agar siap menghadapi dunia di luar rumah. Menjaga kualitas keluarga sangat penting agar memunculkan bibit-bibit terbaik. Pertanyaannya apakah mudah menciptakannya?

Fathul Wahid menjelaskan bahwa tidak selalu mudah, namun yang terpenting ikhtiar harus selalu dilakukan. “Terdapat delapan kiat untuk menjaga ketahanan keluarga yang mudah diucapkan namun tidak selalu mudah dilakukan. Kedelapan itu adalah kelola emosi, eratkan hubungan, luruskan niat, upayakan moderasi, atur stres, rayakan kebersamaan, gaungkan pesan positif, dan asah kepercayaan. Yang kalau disingkat menjadi KELUARGA,” sebut Fathul Wahid.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menjelaskan keluarga merupaka unit analisis terkecil untuk melakukan diagnosis permasalahan. Akhir-akhir ini, masalah keluarga menjadi satu tantangan bahwa dimana penceraian meningkat dalam dua tahun terakhir. “Tercatat 70% perempuan meuntut perceraian dengan berbagai alasan,” sebutnya.

Terlepas dari perceraian yang terus meningkat, angka pernikahan di Indonesia juga terus meningkat dimana satu tahunnya mencapai dua juta lebih. Hasto Wardoyo berpendapat bahwa membangun keluarga baru sama saja dengan membangun lingkungan penduduk baru ke depannya. Jika dari keluarga dididik baik maka dimungkinkan muncul kependudukan yang baik pula.

Meski demikian, nyatanya di lingkungan keluarga muncul istilah toxic people atau toxic relationship yang dapat mendatangkan kericuhan keluarga. Penyebab toxic tentu sangat beragam, meski demikian harus segera dikendalikan. “Laki-laki sebagai tangan utama. Laki-laki harus bisa menjadi contoh dan pemimpin di keluarga dan masa depan,” terangnya.

Hasto Wardoyo menyatakan bahwa keluarga memiliki delapan kiat untuk menjaga ketahanan keluarga. Selain itu terdapat pula delapan fungsi keluarga yang tercatat dalam UU Nomor 1992, yakni agama, budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi, ekonomi, dan lingkungan. Dari ke delapan tersebut dapat diringkas menjadi tiga fungsi, yakni asah, asih, dan asuh. Asah berarti dalam hal agama, berbudaya ilmu, bersosialisasi, bertolerasi, dan peduli lingkungan. Asih berarti memberikan cinta kasih dan reproduksi. Terakhir, asuh berarti bisa mengasihi, memberi rejeki, perlindungan, penyediaan baju, rumah, dan makan.

Lebih lanjut, Hasto Wardoyo menyebut bahwa saat ini dunia didominasi oleh generasi millenial, sehingga informasi dan ilmu-ilmu persiapan membangun keluarga harus disesuaikan dengan zaman millenial. Untuk itu penting dilakukan pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja di sekolah.

Penambahan darah bagi penderita anemia sebelum melakukan pernikahan penting dilakukan karena dapat menentukan kualitas janin kelak. Fungsi reproduksi dalam pernikahan menjadi hal yang sangat sentral dan mempengaruhi kualitas kelahiran. Hasto Wardoyo menegaskan bahwa minimal pernikahan bagi seorang perempuan di usia 21 tahun dan pria di usia 25 tahun. “Yang belum banyak diketahui orang bahwa sebenarnya anak kualitas anak perempuan itu tergantung juga dengan neneknya atau ibu dari ibunya,” ujarnya.

Sementara menurut Kepala Pusat Studi Gender UII, Dr. Dra. Trias Setiawati, M.Si. SEKOLA merupakan bentuk pemberdayaan akan keprihatinan terhadap runtuhnya janji suci pernikahan seperti perceraian, pernikahan di bawah umur, kekerasan keluarga, keluarga jarak jauh, dan sebagainya. Ke depan agenda SEKOLA akan dilaksankan lima kali sejak 27 November hingga 22 Desember 2020 setiap Jumat malam pukul 19.30 hingga 22.00 WIB.

Dalam setiap sesinya akan diisi oleh dua pemateri. “Kami mengusung SEKOLA online agar ketahanan keluarga menjadi kuat. Semoga ini menjadi kekayaan UII, sehingga UII memiliki kekuatan dalam membantu ketahanan keluarga,” ujar Trias Setiawati.

Sekolah Online Ketahanan Keluarga (SEKOLA) sendiri merupakan bentuk kerjasama antara Pusat Studi Gender UII, Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam UII, Program Doktoral Hukum Islam Fakultas Ilmu Agama Islam UII, Jurusan Hukum Fakultas Hukum UII, dan Jurusan Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya UII. (SF/RS)

26 November 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Kampus-UII-1.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-11-26 12:23:322020-11-26 12:23:32Keluarga Menjadi Sekolah Utama Bagi Setiap Anak

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Mazhab Media Sosial Politisi Link to: Mazhab Media Sosial Politisi Mazhab Media Sosial Politisi Link to: Meski Pandemi, Cilacs UII Intens Tingkatkan Kerjasama Link to: Meski Pandemi, Cilacs UII Intens Tingkatkan Kerjasama Meski Pandemi, Cilacs UII Intens Tingkatkan Kerjasama Scroll to top Scroll to top Scroll to top