• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Kemiskinan dan Lingkungan Permisif Bisa Dorong Remaja Terlibat Prostit...
Berita Kegiatan, Pilihan

Kemiskinan dan Lingkungan Permisif Bisa Dorong Remaja Terlibat Prostitusi

Komunitas Mahasiswa Psychology Study Club (PSC) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar diskusi umum yang bertajuk “Isu Prostitusi di Kalangan Individu yang Berpendidikan” pada Sabtu (14/10) bertempat di Auditorium Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) UII. Acara ini merupakan hasil kerjasama PSC UII dengan Himpunan Mahasiswa Magister Psikologi Profesi (HIMAPRO) UII.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan membentuk forum diskusi sejumlah 12 panel yang diikuti oleh para peserta. Acara diskusi tersebut dipandu oleh Tri Himawan Sutanto, S.Psi yang juga merupakan Ketua HIMAPRO.

M. Novvaliant Filsuf Tasaufi. S. Psi., M. Psi., selaku pembicara menilai bahwa diskusi yang mengangkat isu prostitusi adalah hal yang menarik meski sering dianggap tabu. Ia juga menilai, isu prostitusi masih dianggap suatu aib di beberapa negara. Kemudian ia menjelaskan mengenai arti prostitusi yaitu pertukaran hubungan seksual dengan uang atau hadiah sebagai suatu transaksi perdagangan.

Selanjutnya, psikolog yang ahli dalam bidang psikologi klinis tersebut memaparkan bahwa motif seseorang tergabung dalam prostitusi beragam. Ada yang berawal dari dorongan ekonomi, varian dan modeling contohnya adalah orang tua yang merupakan Pekerja Seks Komersial (PSK), materialisme dan lingkungan permisif.

“Sebenarnya kebutuhan akan seksualitas seseorang adalah hal yang mendasar dari kehidupan di mana seseorang itu memiliki derajat yang berbeda-beda” katanya.

Ia kembali menjelaskan bahwa prostitusi memiliki karakter tantangan yang adiktif sehingga ada risiko ketika seseorang tidak melakukan lagi hal tersebut. Ia juga berbagi mengenai tugas perkembangan remaja agar terhindar dari prostitusi.

“Menerima kondisi fisik, memperoleh hubungan yang lebih matang dengan usia sebaya, menerima kondisi dan belajar hidup sesuai jenis kelamin, mendapatkan kebebasan emosional dari orang tua, mulai membangun kemandirian dalam hal ekonomi, dan memperoleh nilai-nilai dan falsafah dalam hidup adalah kuncinya”, tegasnya.

Sementara, Thobagus Muhammad Nu’man, S. Psi., MA. S.Psi., Psikolog yang merupakan pembicara kedua menjelaskan bahwa faktor ekonomi adalah faktor paling dominan mengapa orang terjerumus ke dalam prostitusi untuk memenuhi kebutuhannya. Faktor lain dapat berupa paksaan dan penganiayaan orang tua, narkoba, kecemburuan sosial atau faktor mencari kesenangan. Apalagi wanita yang mudah masuk dalam prostitusi dianggap sebagai faktor penarik sedangkan kemiskinan merupakan faktor pendukung.

“Kemudian Prostitusi yang dilakukan oleh mahasiswa masih dianggap memiliki nilai tinggi dimana status mahasiswa tersebut menunjukkan adanya tantangan. Hal itu berbeda dan dianggap biasa jika dilakukan di tempat lokalisasi. Sehingga memiliki nilai tawar yang tinggi’’. Tambahnya. Ia berharap dari diskusi tersebut dapat memperdalam analisa dalam memandang suatu fenomena hingga mendapatkan jawaban pasti.

“Namun, jika hal itu terjadi terhadap mahasiswa yang notabenenya adalah laki-laki maka kita coba cari tahu melalui dinamika psiokologi, kenapa bisa sampai terjun ke prostitusi, ketika sudah masuk, apa yang terjadi, termasuk dalam titik dimana mereka ingin keluar dari dunia itu.” Ujarnya. (MNA)

16 Oktober 2017
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2017/10/IMG_6969.jpg 330 495 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2017-10-16 11:30:532017-10-17 11:32:46Kemiskinan dan Lingkungan Permisif Bisa Dorong Remaja Terlibat Prostitusi

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Bahas Penataan Ulang Hak Angket DPR, UII Juara 1 LKTI ALCOM 2017 Link to: Bahas Penataan Ulang Hak Angket DPR, UII Juara 1 LKTI ALCOM 2017 Bahas Penataan Ulang Hak Angket DPR, UII Juara 1 LKTI ALCOM 2017 Link to: IFI Selenggarakan Seminar Fotografi di Kampus UII Link to: IFI Selenggarakan Seminar Fotografi di Kampus UII IFI Selenggarakan Seminar Fotografi di Kampus UII Scroll to top Scroll to top Scroll to top