Mengenal diri sendiri adalah satu hal yang sulit bagi sebagian banyak orang. Tidak terkecuali mahasiswa yang masih mengemban pendidikan. Salah satu upaya yang dilakukan agar dapat mengenal kepribadian diri sendiri adalah bertanya pada ahlinya, yakni para psikolog. Hal inilah yang mendorong Labma UII mengadakan diskusi bersama yang bertemakan “Basic Knowledge of Psychology: Kenali Dirimu, Rangkul Sekitarmu.” Diadakan pada hari Sabtu, 7 Juli 2018 di Gedung Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII. Pembicara dalam forum diskusi tersebut adalah Muhammad Novvaliant Filsuf Tasaufi, S.Psi., MA yang merupakan salah satu doses psikologi UII dengan bidang keahlian psikologi klinis.

Dalam penjelasannya ia menyampaikan bahwa hidup merupakan masalah (life is challenge). Lebih lanjut ia memberikan poin-poin penting yang harus dipahami yaitu masalah dalam hidup, cara menyesuaikan diri dengan masalah, potensi yang dimiliki, dan dukungan sosial.

Sebelum memasuki permasalahan, Pak Ali sapaan akrabnya, memulai materi dari dasar mengenai kondisi normal, abnormal, dan subnormal. Tujuannya untuk membantu pendengar agar mudah memahami perbedaan ketiga kondisi tersebut. Lebih lanjut ia menyampaikan poin-poin yang merupakan “kesalahan berfikir”.

Poin-poin tersebut di antaranya adalah catastrophizing (anggapan suatu peristiwa adalah bencana besar), perasaan bersalah atas suatu kejadian yang mana sesungguhnya bukan tanggung jawabnya dan lain sebagainya. Tidak lupa setiap poinnya ia memberikan contoh yang sering terjadi di kalangan mahasiswa, agar dapat dipahami dengan mudah.

Secara tidak langsung, Pak Ali membawa pendengar untuk menyadari bahwa beberapa pemikiran yang terlintas merupakan kesalahan berfikir. Hal tersebut terlihat dari antusias mahasiswa untuk bertanya. Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah solusi untuk menghindari “kesalahan berfikir”.

Sesuai dengan tema, agar dapat merangkul orang-orang di lingkungan sekitar. Maka materi terakhir yang disampaikan mengenai cara untuk membangun empati. Serta hal-hal yang harus dihindari pada saat mendengarkan orang lain. Tidak hanya sebatas penyampaian materi, di akhir sesi dilakukan praktik secara berkelompok untuk melatih diri mendengar permasalahan yang tengah dihadapi seseorang. (NR/ESP)