• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Kenali Market Behavior di Tengah Pandemi
Berita Kegiatan, Covid19

Kenali Market Behavior di Tengah Pandemi

Semangat berwirausaha selalu ditumbuhkan oleh Inkubasi Bisnis dan Inovasi Bersama Universitas Islam Indonesia (IBISMA UII). Tujuannya tentu untuk menyegarkan mindset berbisnis di era new normal. Hal ini tercermin dalam kegiatan Growth Talk Series NgoBraS Bareng Startup pada Kamis (23/07) dengan tema Tantangan Pengusaha dalam Menghadapi New Normal. Narasumber yang hadir yakni Ustad Rendy Saputra. Ia merupakan Co-Founder Berkahbox Indonesia yang menjadi gerakan penyediaan nasi uduk untuk masjid di beberapa kota seperti Semarang, Jogja, dan Makassar.

Menurutnya, merancang bisnis di era new normal yang perlu diperhatikan adalah behavior marketing yang berubah. Contohnya seperti aplikasi zoom yang sebelumnya tidak pernah diunduh kini banyak dipasang orang. Netflix dan VIU mengalami peningkatan pengguna. Kegiatan charity juga semakin banyak di masa pandemi karena kesadaran bertambah. Jadi selain teknologi yang dapat mengubah market behavior, pandemi juga dapat mengubahnya.

Rendy mengatakan saatnya para akademisi juga bergerak untuk merancang bisnis. “Permasalahan saat ini adalah seolah-olah antara pengusaha dan akademisi seperti bermusuhan. Para pengusaha mengatakan kita tidak usah mengajak akademisi karena cuma bisa ngomong saja terlalu banyak teori. Sebaliknya akademisi mengatakan bahwa pengusaha tidak lulus kuliah”, kelakarnya.

Kita perlu belajar dari Korea Selatan di mana akademisi dan pengusaha saling erat bekerjasama. Perusahaan Samsung misalnya yang sudah menyiapkan tim riset layar LCD yang sangat tipis setipis koran dan akan diproduksi 10 tahun lagi. Mereka bekerjasama dengan para lulusan Ph.D.

“Rekan inkubasi bisnis dapat menjadi penengah antara pengusaha dan akademisi. Pertemuan antara akademisi dan marketer menjadi penting dan yang tak kalah penting untuk diperhatikan lagi adalah marketer behaviornya”, jelasnya.

Rendi menambahkan kita harus membedakan pivot dan sekedar inovasi. Pivot dalam bisnis adalah aktivitas pengembangan bisnis dengan mengubah model bisnis tersebut tanpa mengubah visi bisnis yang dimiliki. Istilah pivot diambil dari gerakan basket yang merubah arah dengan tetap berpijak pada salah satu kaki. Hal tersebut dapat disamakan dengan meski mengubah arah atau strategi, namun tujuannya (visi) tetap memasukkan bola ke dalam keranjang.

Pivot banyak dilakukan di saat dihadapkan dengan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Perusahaan akan terus berputar ketika kebutuhan ini berubah atau perusahaan menemukan peluang baru untuk bisnis termasuk di saat pandemi. Misalkan perusahaan wisata, travel, dan umroh harus dirubah total sebab pivot saja tidak cukup karena memang tidak mungkin untuk dilakukan.

Pivot dalam bidang edukasi misalnya bimbel juga tidak bisa secara offline sehingga dilakukan pivot juga dengan bimbel online. Bisa juga dengan menjual barang-barang yang memiliki kesamaan target marketing yakni kepada anak dan orang tua seperti produk suplemen anak. (HN/ESP)

26 Juli 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/07/market-behavior-uii.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-07-26 22:03:442020-07-27 22:06:11Kenali Market Behavior di Tengah Pandemi

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Pandemi Mengubah Lanskap Globalisasi Link to: Pandemi Mengubah Lanskap Globalisasi Pandemi Mengubah Lanskap Globalisasi Link to: Tantangan dan Peluang di Era Revolusi Industri 4.0 Link to: Tantangan dan Peluang di Era Revolusi Industri 4.0 Sukses Berkarir Sesuai Syariat IslamTantangan dan Peluang di Era Revolusi Industri 4.0 Scroll to top Scroll to top Scroll to top