Jiwa mukmin - UII - berita kontrol kehamilan

Penerapan social distancing menjadi langkah jitu dalam menekan angka laju pertumbuhan penyebaran Covid-19. Namun hal ini juga dapat menimbulkan keresahan tersendiri bagi ibu hamil dan juga orangtua yang masih memiliki balita untuk mendapat imunisasi. Merepson hal ini Ikatan Keluarga Almuni Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan Webinar Series 3 bertemakan Covid-19.

Kegiatan yang diselenggarakan secara daring pada Senin (4/5) ini menghadirkan pembicara dokter spesialis kandungan RSIA Kasih Ibu Tegal dan RSUD Kardinah, dr. Aji Pramudito Wibowo, Sp. OG, M.Kes dan dr. Dian Artanti, Sp.A yang merupakan dokter spesialis anak RSUD Tarakan Kalimantan Utara.

Dalam paparannya dr. Aji menjelaskan beberapa tips kepada ibu hamil jika ingin melaksanakan kontrol kehamilan. Pertama membuat janji terlebih dahulu dengan dokter agar tidak menunggu lama. Berikutnya mempelajari buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). “Ibu hamil harus memeriksa kondisi dirinya sendiri dan gerakan janinnya dimana panduannya terdapat didalam buku KIA,” jelasnya.

Selain itu ibu hamil perlu memahami aturan yang berlaku di rumah sakit, jika terdapat risiko atau tanda bahaya yang tercantum dalam buku maka periksakan diri ke tenaga kesehatan. “Namun jika tidak terdapat tanda bahaya maka pemeriksaan dapat ditunda, tetap mempraktikan aktivas fisik berupa senam hamil ataupun pilates maupun yoga agar tetap bugar dan sehat,” ucap dr. Aji.

Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) juga mengeluarkan garis besar rekomendasi pemeriksaan kandungan seperti pada trimester pertama pemeriksaan antenatal tidak dianjurkan kecuali dibutuhkan pemeriksaan ultrasonografi bila ada keluhan dan kecurigaan kejadian kehamilan ektopik.

Lebih lanjut dijelaskan dr. Aji, pada trimester kedua pemeriksaan antenatal dapat dilakukan melalui tele konsultasi klinis kecuali terdapat keluahan ataupun kondisi gawat darurat seperti mual hebat, perdarahan banyak dan gerakanan janin berkurang serta ketuban pecah. Trimester ketiga pemeriksaan anternatal harus dilakukan dengan tujuan untuk menyipkan proses persalinan.

Pada sesi selanjutnya dr. Dian juga menjelaskan pentingnya imunisasi. Disampaikan dr. Dian, pada tahun 2019 saja cakupan imunisasi masih tergolong rendah yaitu hanya 60-70% dimana pencegahan penyakit selain adanya Covid-19 ini juga perlu dicegah seperti Polio, Hepatitis B, TBC, Campak, meningitis, diare, pneumonia dan masih banyak lagi.

“Nah apalagi sekarang sudah ada pembatasan atau larangan keluar rumah dan juga social distancing yang membuat orangtua ragu ataupun takut sehingga menyebabkan cakupan imunisasi 2020 ini semakin rendah,” ujarnya

Menurut Kementrian Kesehatan terdapat anjuran bahwa imunisasi tetap diupayakan lengkap dan sesuai jadwal dengan prinsip physical distancing dan pada wilayah transmisi lokal imunisasi dapat ditunda 1 bulan dan segera catch up vaksinasi.

“Adapun prinsip dalam vaksinasi yakni diusahakan agar sesuai jadwal terutama untuk imunisasi anak dibawah 18 bulan serta mengurangi jumlah kunjungan dengan cara memberikan vaksin kombinasi,” terang dr. Dian. (DRD/RS)