Sendi kehidupan masyarakat berubah 360 derajat di era pandemi Covid-19. Tantangan di berbagai sektor pun harus dihadapi masyarakat. Dari sektor pendidikan, kesehatan hingga sektor ekonomi. Menanggapi hal ini Inkubasi Bisnis dan Inovasi Bersama, Universitas Islam Indonesia (IBISMA UII) dan Qwords menggelar diskusi dalam webinar bisnis melalui platform google meet, pada Selasa (5/5), membahas berbagai peluang pebisnis selama kerja dari rumah (Work from Home).

Bagus Panuntun, MBA selaku Deputi Director IBISMA UII memaparkan dua macam potensi perusahaan di tengah pandemi saat ini, yakni potential winner dan potensial looser. Bisnis kesehatan, bahan pokok, deliver, streaming service, online learning adalah beberapa bisnis yang akan memberikan potential winner di era pandemi. Sedangkan di kala pandemi, bisnis di bidang wisata, hotel, penerbangan, menjadi beberapa bisnis yang menjadi potensial looser.

Bagus mengatakan bahwa setiap pebisnis harus selalu bersiap dengan segala kemungkinan yang ada, salah satunya adalah Work from Home yang sekarang banyak dilakukan oleh berbagai macam perusahaan. Segala sesuatu serba dilakukan secara online dengan tempat yang berbeda-beda, masyarakat Indonesia dituntut siap menghadapi segala sesuatu yang serba daring saat ini. Terlebih karakteristik masyarakat komunal yang dimiliki warga Indonesia dimana terbiasa hidup dalam kelompok-kelompok tertentu yang dilakoni secara bersama-sama.

Bagus mempertanyakan, dalam perusahaan biasanya mempunyai tim yang solid namun ketika berubah cara bekerja apakah tim juga tetap solid. “Kinerjanya yang dilakukan tetap stabil atau bahkan menurun, hal tersebut menjadi tantangan terutama bagi para leader atau manager di suatu perusahaan,” ungkapnya.

“Gangguan di rumah dengan situasi yang informal dengan anak-anak yang aktif bisa menjadi faktor psikologis yang menantang, terlebih isolasi sosial di daerah masing-masing karyawan yang juga memberikan dampak terhadap pekerjaan. Karyawan yang terbiasa dengan jam kerja akan fleksibel karena pergerakan produktivitas bisa termonitor,” terang Bagus.

Bagus menambahkan, salah satu cara bagi karyawan yang tidak terbiasa dengan jam kerja adalah membuatkan check-in harian, dapat berupa pembukaan pertemuan zoom meeting setiap pagi sehingga memudahkan untuk memonitor pekerjaan. Rules enggagment perlu ditetapkan saat mengadakan online meeting berupa aturan bertingkat komunikasi, karena ketertiban adalah kunci suksesnya suatu pekerjaan.

“Kemampuan suportif harus dimiliki para manager, kalau pakai cara lama adalah dengan reward & punishment. Tapi hal tersebut tidak cocok untuk dipakai saat ini, sekarang para karyawan lebih butuh ke dorongan dan dukungan emosional sebagai support disaat Work from Home,” ungkapnya.

Dieno Cahyadi K, S.Kom selaku Account Manager dari Qwords juga menekankan terkait hal-hal yang bersifat online termasuk dalam hal bisnis. Bisnis online sebagai salah satu solusi bagi para pebisnis untuk bertahan di era pandemi saat ini. Sebelum ada pandemi covid-19 online platform membantu memangkas biaya suatu bisnis, terlebih di saat seperti ini juga akan lebih membantu lagi.

Dieno berpesan agar mengubah mindset-mindset negatif akibat pandemi Covid-19, harus merima keadaaan dan mulai melakukan peluang yang dapat dilakukan saat ini. Jika mendapat tips dan trik baru langsung dicoba dan dipraktekan.

Menerima segala perubahan yang ada, jangan terlalu memkirkan hal-hal yang dapat memicu stres. Sedikit berbeda lebih baik dari pada menjadi sedikit lebih baik. “Kita harus memikirkan sesuatu yang berbeda ungkapnya. Jangan terlalu mementingkan ego dan saling berkompetisi satu sama lain, karena saat ini adalah masanya kolaborasi bukannya kompetisi. Dengan adanya kolaborasi manfaat lebih banyak, pengaruhnya juga semakin luas,” pesannya.

IBISMA UII merupakan divisi khusus yang didirikan untuk mendorong pemanfaatan hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi, dimana Perguruan Tinggi dituntut untuk memiliki kemampuan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa melalui inovasi. Untuk mendorong inovasi IBISMA berupaya melakukan berbagai program kegiatan yang terkait dengan inovasi di antaranya program pengembangan kewirausahaan, dan serta membangun ekosistem inovasi yang diwujudkan melalui divisi-divisi yang ada di dalam organisasi IBISMA.

Sedangkan Qwords adalah merupakan salah satu web hoster terpopuler di Indonesia. Didirikan pada Juli 2005 oleh Rendy Maulana ketika Ia masih kuliah di Institut Teknologi Bandung. Saat ini Qwords telah menjelma sebagai perusahaan web hosting besar karena memiliki jumlah pelanggan terbanyak keenam di Indonesia versi HostAdvice. Qwords telah menjelma sebagai perusahaan web hosting besar karena memiliki jumlah pelanggan terbanyak keenam di Indonesia versi HostAdvice. (HN/RS)