Mobilitas penduduk Indonesia yang semakin tinggi saat ini mendorong munculnya berbagai sistem pengiriman barang yang memanfaatkan mobilitas penduduk tersebut seperti GoSend, dan lain sebagainya. Namun, jasa pengiriman barang yang ditawarkan saat ini cenderung hanya mencakup suatu kota tertentu. Sampai saat ini belum ada sistem yang menawarkan sistem pengiriman paket yang bisa sampai ke tujuan pada hari yang sama ketika barang tersebut dikirimkan dari provinsi atau pulau yang berbeda.

Dilatar belakangi permasalahan tersebut, Mahasiswa Universitas Islam Indonesia, Setya Riantama dari Program Studi Teknik Industri International Program bersama Anggi Gusfin Kinlin dari Program Studi Teknik Informatika, dan Septiani Aulia Putri dari Program Studi Teknik Kimia, serta dibimbing oleh Ridwan Andi Purnomo, S.T., M.Sc., Ph. D.  menggagas sebuah Sistem Pengiriman Barang Menggunakan Mobilitas Penduduk yang diberi nama kurir-ku.com

“Dulu sewaktu saya kuliah, saya mencari uang tambahan dengan menjadi suplier buku teman-teman di kampung halaman saya, Bengkulu.  Tetapi, sewaktu saya ingin mengirimkan buku tersebut, ternyata biaya pengirimannya jauh lebih mahal daripada tiket pesawat saya dari jakarta ke jogja. Nah, hal itu membuat saya berpikir, kenapa belum ada segmentasi pasar pengiriman paket yang bisa mengirimkan paket-paket ‘urgensi’ seperti ini. Dan akhirnya saya berpikir sistem seperti ini harus segera dibuat”, Papar Rian.

Rian menyampaikan bahwa kurir-ku.com adalah sebuah sistem yang menghubungkan antara seorang kurir yang memiliki kota tujuan yang sama dengan calon penerima barang dengan memanfaatkan sisa bagasi kurir tersebut.

“Jadi dengan sistem ini barang tidak perlu masuk ke gudang, karena cuma ada pengirim, kurir, dan penerima barang. Dan juga si pengirim barang bisa mengetahui secara pasti kapan barangnya datang berdasarkan tiket pesawat atau kereta api yang membawa mereka. Dengan sistem ini juga memungkinkan barang yang dikirimkan bisa sampai ke tujuan pada hari yang sama ketika barang tersebut dikirimkan”, Ujar Rian.

Sebelum membuat kurir-ku.com, Rian dan teman-temannya juga telah melakukan survei yang hasilnya menunjukkan bahwa hampir lebih dari 50% penumpang pesawat dan kereta api tidak menggunakan bagasi yang telah disediakan untuk mereka secara optimal.

Masyarakat yang ingin mengirimkan barang ke kota tertentu dapat menggunakan aplikasi kurir-ku.com guna mencari kurir yang dibutuhkan. dalam aplikasi tersebut juga pengguna diwajibkan mencantumkan bobot barang yang akan dikirim. Dengan mancantumkan bobot barang maka aplikasi kurir-ku.com tersebut akan secara langsung menunjukkan berapa biaya pengirimannya yang harus dibayarkan oleh pengguna kepada kurir.

“Dengan menjadi kurir, setiap orang yang berpergian punya kesempatan untuk menghasilkan uang minimal Rp 200.000 per satu kali pergi, apabila mereka tidak memakai sama sekali bagasi yang disediakan”. Ujar Rian.

Ia berharap dengan adanya jasa pengiriman yang cepat, terjangkau, dan mempunyai waktu sampai barang yang pasti, serta dapat menjangkau ke berbagai kota, semoga bisa mengisi segmentasi pasar ‘urgensi’ yang selama ini belum terpenuhi.