Universitas Islam Indonesia (UII) memberikan layanan lisensi Windows dan Office 365 untuk seluruh mahasiswanya. Kepala Badan Sistem Informasi UII, Mukhammad Andri Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D. mengemukakan lisensi dapat diinstal hingga lima perangkat berbeda. UII menggunakannya dalam bentuk subscription based, sehingga semua update Microsoft tetap akan diterima oleh pengguna selama UII masih berlangganan dengan Microsoft. Dengan kebijakan ini mahasiswa UII tidak perlu menggunakan produk bajakan selama menempuh studi.

Mukhammad Andri Setiawan dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada Jum’at (19/2) mengatakan kegiatan perkuliahan yang praktis saat ini menggunakan akses online tentu menuntut kebutuhan perangkat lunak yang dapat membantu mahasiswa menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik. Kemudian, dana IT yang selama ini dipergunakan untuk menunjang akses teknologi informasi i.e. internet juga tidak termanfaatkan secara optimal. Sehingga UII memilih untuk memberikan dukungan jarak jauh melalui legalisasi Office 365 yang jelas dibutuhkan mahasiswa dalam menunjang kegiatan mereka.

Lebih lanjut disampaikan Mukhammad Andri Setiawan, UII juga sudah menyediakan akses eduVPN, yang memungkinkan mahasiswa dapat mengakses konten internet lebih luas dengan menggunakan paket kuota pendidikan yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Menurutnya, selama ini paket kuota pendidikan sangat terbatas penggunaannya, sementara kegiatan perkuliahan ataupun aktivitas pendukung riset secara online tidak hanya terbatas pada aplikasi yang didukung oleh kuota pendidikan.

“UII saat ini menjadi satu-satunya institusi pendidikan tinggi dari Indonesia yang berafiliasi resmi dengan eduVPN, yakni layanan Virtual Private Network Global, khusus untuk institusi riset dan pendidikan tinggi,” terang dosen yang menyelesaikan jenjang doktornya di University of Queensland, Australia ini.

Dosen Program Studi Informatika UII ini mengungkapkan, UII juga memberikan akses video repository yang lebih dari akses ala YouTube dengan platform Panopto. “Bagi dosen, kemampuan analisis Panopto sangat membantu proses evaluasi belajar. Sementara bagi mahasiswa, akses Panopto memberikan experience pembelajaran yang lebih intensif dibandingkan hanya melihat video dari YouTube,” tandasnya.

Mukhammad Andri Setiawan menambahkan, ke depan UII akan terus memberikan kemudahan teknologi bagi mahasiswanya. “UII juga akan memberikan akses virtual lab, yang memungkinkan akses lab secara virtual bagi mahasiswa, untuk mendukung kegiatan perkuliahan mereka,” paparnya. (VTR/RS)