Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) meraih Juara II pada ajang Scripta Research Festival (SRF) yang diselenggarakan Universitas Sumatera Utara (USU) pada 11 Oktober 2020 sampai 31 Januari 2021. Delegasi lomba tersebut berasal dari angkatan 2019 yaitu Fathiyatul Mudzkiroh, Zavia Putri Salsabila, dan Violetta Meitrie Sugianto. Mereka berjuang keras hingga dapat mengalahkan finalis lainnya yang berasal dari UI, UNDIP, UNS, UNPAD, USU, dan UNHAS.

Bidang literatur review memiliki tema mengenai sistem urogenital. Mereka menulis paper berjudul “Karakterisasi MicroRNA-203 Terenkapsulasi Liposom dengan Konjugasi Single Stranded Oligonukleotida (A9g Aptamer) sebagai Novel Terapi Sel Kanker Prostat Tertarget”.

Disampaikan Fathiyatul Mudzkiroh, penelitiannya didasarkan atas tingginya kasus kanker prostat di Asia. Sebanyak 7 dari 100.000 orang terkena kanker prostat. Di Indonesia jumlahnya mencapai 10,3 per 100.000 populasi yang diprediksi akan terus meningkat. “Belum ada pengobatan atau terapi yang efektif untuk menangani penyakit kanker prostat tersebut. Ini mendorong kami membuat penelitian yang dapat digunakan sebagai inspirasi untuk mengembangkan obat anti kanker prostat”, katanya.

Menurutnya, kanker prostat menyerang kelenjar prostat. Kanker ini menempati posisi tertinggi kedua di dunia pada laki-laki setelah kanker paru-paru. Angka kematiannya cukup tinggi terutama terjadi pada pasien KP metastatik. Perkiraannya dapat bertahan selama sekitar 19 bulan.

“Jumlah kasus KP terbanyak di dunia adalah Amerika dan Eropa, dengan tingkat kematian tertinggi di Asia. Hal ini disebabkan oleh proses screening KP yang hanya bisa dilakukan dengan prostate specific antigen test sedangkan teknologi ini masih belum banyak di Asia,” imbuhnya.

Sementara itu, Violetta Meitrie Sugianto menyebut KP diperkirakan berhubungan dengan banyak faktor risiko. Faktor risiko itu antara lain adalah usia yang lebih dari 50 tahun dan gen yang berhubungan dengan gen HPC. Selain itu, kelainan metabolik seperti diet tinggi lemak jenuh, obesitas, dan diabetes melitus juga dapat menjadi faktor risiko dari KP.

“Hasil penelitian kami menunjukkan miR-203 dapat secara efektif menjadi agen terapi kanker prostat. Namun untuk meningkatkan bioavailabilitasnya, miR-203 dapat enkapsulasi oleh liposom. Penargetan spesifik dapat dilakukan dengan modifikasi liposom oleh aptamer A9g yang menargetkan PSMA pada kanker prostat yang sekaligus menghambat metastasis sel kanker prostat”, jelasnya.

Dari hasil tinjauan ini, miR-203 terenkapsulasi liposom termodifikasi aptamer A9g disimpulkan dapat menjadi desain pengobatan baru yang menjanjikan pada pasien kanker prostat. Kemungkinan perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai efektivitas, spesifisitas, serta efek sampingnya sebagai agen kuratif mutakhir yang efektif terhadap kanker prostat.

Pada akhir wawancara, mereka memotivasi agar mahasiswa UII yang belum menang lomba untuk terus berusaha. “Menang adalah hasil buah usaha, namun kalah bukan berarti tidak berusaha. Pada setiap perlombaan kita akan mendapatkan banyak pelajaran. Coba dan belajar terus serta jangan pernah berhenti”, pesannya. (UAH/ESP)