Universitas Islam Indonesia (UII) bekerja sama dengan Telkom University dan Mapua University, Filipina menyelenggarakan pertukaran mahasiswa dalam jejaring Passage to ASEAN (P2A) Virtual Journey 2020. Agenda yang bertemakan “Green Growth and Eco-Innovation” ini dijadwalkan akan berlangsung selama dua minggu mulai hari ini, Senin (7/9) hingga Senin (21/9). Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., berkesempatan membuka dimulainya kegiatan.

Fathul Wahid menyatakan pandemi Covid-19 membawa perubahan dalam setiap kehidupan manusia. Meski demikian, tidak seharusnya menyalahkan situasi melainkan harus dihadapi secara kreatif. Hal tersebut seperti dalam pepatah Tionghoa yang berbunyi ‘Lebih baik menyalakan lilin, daripada mengutuk kegelapan’. “Kami dapat mempertimbangkan tema yang diangkat dalam program P2A ini menjadi salah satu inisiatif kami untuk menjaga hubungan di antara ketiga universitas tetap hangat dan produktif,” kata Fathul.

Ia mengungkapkan terdapat seorang khalifah keempat setelah Nabi Muhammad wafat yang menginspirasinya, yakni Ali ibn Abi Thalib yang hidup pada 14 abad yang lalu. Ali berkata, “Jangan membesarkan anak-anak Anda seperti orang tua Anda membesarkan Anda, mereka dilahirkan untuk waktu yang berbeda.” Dari perkataan Ali tersebut, Fathul merasa terpanggil untuk membekali anak muda sekarang dengan keahlian yang dirancang secara cermat. Sehingga kelak dapat membantunya dalam menjawab tantangan yang lebih besar. “Program ini adalah langkah kecil. Namun, saya yakin langkah kecil ini bisa mengarah pada lompatan besar,” tegas Fathul.

Di sisi lain, Fathul menyebut peserta dan pembicara tersebar dari lima negara berbeda, yakni Indonesia, Filipina, Yaman, Rwanda, dan Timor Leste. Ia berharap agenda virtual selama dua minggu ke depan akan memberikan pengembangan kesadaran berkelanjutan dan pemahaman multikultural kepada para peserta. Selain itu dapat dijadikan batu loncatan dalam berkolaborasi yang bermanfaat. “Teman-teman Afrika kami mengajari kami dengan pepatah: Jika Anda ingin cepat pergi, pergilah sendiri; tetapi jika Anda ingin pergi jauh, pergilah bersama,” jelas Fathul.

Sementara itu, Rektor Universitas Telkom, Prof. Dr. Adiwijaya, S.Si., M.Si., mendorong para peserta untuk memanfaatkan kesempatan selama dua minggu ke depan dengan baik, sebab banyak orang lain yang menginginkannya. “Ini benar-benar pengalaman belajar yang luar biasa. Salah satunya Anda akan belajar tentang Pertumbuhan Hijau dan Inovasi Ramah Lingkungan dalam sudut pandang desa di Indonesia,” katanya

Presiden dan CEO Mapua University, Dr. Reynaldo B. Vea, menyampaikan rasa senangnya dapat bermitra dengan dua universitas di Indonesia sekaligus, meskipun harus dilakukan secara virtual. Menurutnya kemitraan ini menjadi tujuan berkelanjutan guna meningkatkan mobilitas di antara negara-negara ASEAN. “Saya bangga dan sangat mendukung kegiatan ini,” tegasnya.

Sebelumnya, kegiatan P2A Journey dilaksanakan secara luring dengan mengunjungi negara ASEAN lain secara langsung. Mengingat adanya pandemi, tanpa mengurangi semangat belajar agenda dirubah secara daring melalui aplikasi Zoom. Adapun tujuan kegiatan P2A Virtual Journey ini untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa di ASEAN, memperdalam keterampilan lintas budaya & pola pikir mahasiswa, serta membangun hubungan mahasiswa dan memperkuat kesadaran mahasiswa global.

Setiap materi akan dijadwalkan secara bergantian selama dua minggu sesuai dengan hari yang disepakati. Setiap sesi akan berjalan sekitar empat jam. Selain itu, peserta akan ditugaskan untuk membuat proyek kecil secara kelompok. Sehingga harapannya dari kegiatan ini akan dihasilkan luaran yang terukur dan berkelanjutan seperti prototipe produk, artikel ilmiah, video aktivitas, dan poster infografis yang dapat bermanfaat dalam peningkatan kegiatan akademik maupun non-akademik. (SF/RS)