• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Pers Mahasiswa Yang Jadi Corong Demokrasi di Kampus
Berita Kegiatan

Pers Mahasiswa Yang Jadi Corong Demokrasi di Kampus

Keberadaan pers mahasiswa memberikan injeksi keberanian karena dunia pers. Pasalnya pers mahasiswa tidak dibatasi oleh berbagai kepentingan sebagaimana pers umum. Di samping itu, gaya bahasa pers mahasiswa juga cenderung lebih blak-blakan dalam menyampaikan kritik.
Sebagaimana diulas oleh Wisnu Prasetya Utomo, dalam kegiatan Bincang Sejarah Komunikasi ke-9 melalui live Youtube belum lama ini. Kegiatan itu mengangkat tema “Meletakkan Sejarah Pers Mahasiswa dalam Kajian Media di Indonesia”.

Wisnu Prasetya Utomo menyampaikan keresahannya tentang masih minimnya literatur pers mahasiswa di Indonesia. “Saya berusaha mencari riset-riset secara umum yang berkembang pesat baik secara metode/perspektif yang digunakan maupun objek yang diteliti sehingga melahirkan buku saya berjudul Pers Mahasiswa Melawan Komersialisasi Pendidikan pada 2013”, ujar pengajar di UGM tersebut.

Ia menambahkan pers mahasiswa Indonesia turut dipengaruhi oleh sistem politik yang berlaku kala itu. Misalnya saat Soekarno mewajibkan pers harus memiliki afiliasi politik entah kepada partai politik maupun kelompok-kelompok politik. Pada pers mahasiswa, di tahun 1955 Bung Karno pernah mendesak agar pers mahasiswa membentuk poros organisasi tingkat Asia Afrika. Harapannya pers mahasiswa di negara-negara berkembang bukan hanya jadi community paper seperti dikemukakan oleh Nugroho Notosusanto. Pers juga diharapkan menjadi pembangunan karakter suatu negara.

“Ketika kita berbicara pers umum maka kita akan melihatnya sebagai institusi politik, sosial, ekonomi, dan lainnya. Banyaknya benturan kepentingan membuat arus utama pers tidak bisa bebas. Karena ia dipengaruhi berbagai bidang seperti politik, ekonomi, dan lainnya”, imbuhnya.

Hal ini berbalik 180 derajat dengan karakter pers mahasiswa yang cenderung berani melabrak kaidah jurnalistik. Bukan karena tidak memahami kaidah jurnalistik, namun seringkali terdapat problematika yang muncul ketika pers arus utama bersandar pada kaidah jurnalistik.

“Ketika sistem politik otoriter dominan, Rosihan Anwar kala itu pernah memberikan kritik pada Kompas. Kompas memberikan kritik pada pemerintah dengan gaya bahasa yang berputar sehingga orang yang dikritik tidak menyadari bahwa ia sedang dikritik”, pungkasnya. (FNJ/ESP)

7 September 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/07/sejarah-komunikasi-UII.jpg 450 667 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-09-07 13:55:432021-08-12 13:33:14Pers Mahasiswa Yang Jadi Corong Demokrasi di Kampus

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Lima Negara Terlibat dalam Kegiatan P2A Virtual Journey 2020 Link to: Lima Negara Terlibat dalam Kegiatan P2A Virtual Journey 2020 Lima Negara Terlibat dalam Kegiatan P2A Virtual Journey 2020 Link to: Pergeseran Paradigma Human Security Link to: Pergeseran Paradigma Human Security Sukses Berkarir Sesuai Syariat IslamPergeseran Paradigma Human Security Scroll to top Scroll to top Scroll to top