• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Pergeseran Paradigma Human Security
Berita Kegiatan

Pergeseran Paradigma Human Security

Sukses Berkarir Sesuai Syariat Islam

Human security merupakan isu kemanusiaan yang selalu menarik untuk diberbincangkan. Beragam bentuk dari human security ini diterapkan oleh berbagai negara. Berkaitan dengan hal ini, Program Studi Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar diskusi daring dengan topik Pandemi, Migrasi, dan Pengungsi di Asia Tenggara melalui chanel youtube pada Sabtu (5/9). Jalannya diskusi menghadirkan pemateri Irawan Jati, S.IP., M.Hum., M.S.S., dan Geradi Yudhistira., S.Sos., M.A. Keduanya tercatat sebagai dosesn pada Program Studi Hubungan Internasional UII.

Irawan Jati mengemukakan bagaimana menggunakan politik internasional terkait politik praktis dari berbagai negara atau bagaimana dunia akademik memahami dunia internasional. Menurutnya yang terpenting adalah pergeseran paradigma. Jika sebelumnya keamanan dilihat hanya dari keamanan negara saja, namun saat ini juga dilihat dari sisi keamanan manusianya.

“Karena apa, yang mengancam negara juga mengancam kemanusiaan, sebenarnya jika berbicara terkait pandemi, pandemi sudah ada dari dulu. Yang penting adalah pergeseran cara pandang mengenai paradigma (dari keamanan negara beralih ke keamanan manusia),” jelasnya.

Ia menambahkan, negara sekarang berpikir untuk menyelamatkan manusianya dahulu sebelum ekonomi, oleh karena itu ketika negara menyadari pandemi itu berbahaya maka akan dilakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan warganya. Dalam kasus Covid sendiri kesadaran terhadap human security sudah cukup tinggi. Yang bisa melakukan perlindungan bukan hanya negara namun juga faktor lain di luar negara.

Sementara Geradi Yudhistira dalam kesempatannya menyampaikan dalam konteks migrasi, migran selalu berada dipihak yang paling lemah daya tawarnya, salah satu karakteristik dari migran yaitu mereka tidak memiliki kekuatan untuk melindungi kelompok migran.

“Misalnya saya menjadi warganegara yang dilindungi karena saya berada di wilayah saya, yaitu Indonesia. Namun kemudian ketika saya berada di Luar negri justru saya adalah orang yang tidak berada di wilayah perlindungan Indonesia dan saya tidak menjadi tanggung jawab dari negara lain. Adapun perlindungan KBRI juga tidak sekuat pemerintah yang benar-benar ada di Indonesia,” sebutnya.

Dipaparkan Geradi Yudhistira, mereka di luar tanggung jawab wilayah negaranya namun juga bukan prioritas dari negara tujuannya dan juga human security belum menyentuh lintas batas negara, yang masih ada kecenderungan paspor siapa yang harus diutamakan dahulu. Misalnya ketika anda berada di Hongkong maka yang memiliki paspor Hongkong yang akan diutamakan. Human security sendiri masih berada dalam takaran yang nasionalistik, sehingga hal ini yang membuat migran menjadi rentan. (FNJ/RS)

7 September 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Perpustakaan-UII.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-09-07 14:43:522021-08-12 13:34:56Pergeseran Paradigma Human Security

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Pers Mahasiswa Yang Jadi Corong Demokrasi di Kampus Link to: Pers Mahasiswa Yang Jadi Corong Demokrasi di Kampus Pers Mahasiswa Yang Jadi Corong Demokrasi di Kampus Link to: Pentingnya Konsep Bangunan Hijau dan Sehat Link to: Pentingnya Konsep Bangunan Hijau dan Sehat Pentingnya Konsep Bangunan Hijau dan Sehat Scroll to top Scroll to top Scroll to top