• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Mahasiswa di Prancis Menghadapi New Normal
Berita Kegiatan

Mahasiswa di Prancis Menghadapi New Normal

Sukses Berkarir Sesuai Syariat Islam

Masa transisi menuju normal baru yang tidak hanya diterapkan di Indonesia, juga membawa dampak bagi mahasiswa Indonesia yang sedang studi di sejumlah negara lain, seperti halnya di negara Prancis. Isu ini memantik Warung Prancis Universitas Islam Indonesia (WP UII) menggelar diskusi secara daring dengan judul Sore Bersama Camarades: New Normal di Prancis, Seperti Apa? pada Minggu (28/6).

Selama masa transisi menuju new normal, Karina Ghozali, mahasiswa S2 Managemen HEC Paris, Prancis melihat toko, restoran, dan transportasi umum mulai beroprasi, namun tempat wisata seperti Menara Eifel dan museum masih belum buka. “Walaupun sudah dibuka, kapasistas di dalam ruangan diatur agar ada jarak antar kursi dan tidak mepet,” tutur Karina.

Selain diwajibkan untuk mengenakan masker, Karina menyebutkan bahwa botol-botol hand sanitizer sudah mulai ‘menjamur’ di berbagai pojok kota Paris, tidak terkecuali di transportasi atau di restoran.

Di awal merebaknya wabah Covid-19, Prancis merupakanh salah stau negara dengan korban positif Covid-19 terbanyak. Karina berpendapat bahwa landainya kurva di Prancis disebabkan oleh sikap pemerintah yang dinilai tegas dan responsif dalam menangani kasus Covid-19. “Tidak hanya pemerintah, tapi masyarakatnya juga disiplin dalam menaati perarturan lockdown sehingga efektif,” tutur Karina.

Berbeda dengan masa new normal, pada masa lockdown, diperlukan surat hanya untuk keluar rumah. “Isi suratnya harus jelas, kemana dan ada keperluan apa. Bahkan untuk pergi ke minimarket pun harus punya surat. Bagi mereka yang tidak taat peraturan akan dikenakan denda,” kenang Karina.

Lebih jauh, ia mengaku bahwa kampus mengimbau mahasiswa internasional untuk dipulangkan ke negara asal, sementara itu dari pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Prancis mengimbau untuk tinggal di rumah sambil menunggu situasi lebih stabil.

Memang ada beberapa perubahan di masa lockdown, terutama di kampus. Selain perpustakaan tutup dan pembelajaran beralih ke daring, untuk administrasi di kampus, Karina merasa interaksi tatap muka semakin minimal, dan pelayanan beralih melalui surel (surat elektronik). “Jika memang diharuskan untuk bertemu, tentu ada prosedur tertentu yang harus ditaati, seperti harus membuat janji terlebih dahulu,” tuturnya.

“Di kalangan mahasiswa juga sempat tersebar rumor kalau ada salah satu mahasiswa yang positif Covid-19, namun ternyata setelah ditelusuri, ia tertular bukan saat berada di kampus namun pada saat perjalanan pulang menuju negara asalnya,” jelasnya.

Sementara mengenai bantuan khusus mahasiswa, Karina menilai kampus cukup fleksibel dalam menangani hal ini. Pihak kampus menyalurkan bahan pokok bagi mahasiswa yang tinggal di asrama. “Ada mahasiswa yang dulunya memiliki pekerjaan sampingan, lalu karena lockdown mereka kehilangan pekerjaan mereka. Dari kampus juga memberikan bantuan sebesar 200 Euro dimana mahasiswa bisa langsung mengajukannya dengan prosedur yang mudah,” jelas Karina.

Karina melihat bahwa sejumlah riset sudah dilakukan oleh perusahaan medis setempat. “Mereka mulai membuka pendaftaran sukarela untuk uji vaksin Covid-19 ataupun perkembangan produk lain,” tutur Karina. (IG)

30 Juni 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Perpustakaan-UII.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-06-30 07:19:432020-06-30 07:19:43Mahasiswa di Prancis Menghadapi New Normal

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Leaderless Group Discussion Banyak Digunakan Perusahaan Link to: Leaderless Group Discussion Banyak Digunakan Perusahaan Leaderless Group Discussion Banyak Digunakan Perusahaan Link to: Insting Jurnalistik dalam Riset Sejarah Link to: Insting Jurnalistik dalam Riset Sejarah Insting Jurnalistik dalam Riset Sejarah Scroll to top Scroll to top Scroll to top