• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Mahasiswa Fakultas Kedokteran UII Juarai Medjonson 2021
Berita Kegiatan

Mahasiswa Fakultas Kedokteran UII Juarai Medjonson 2021

Enam mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) berhasil menyabet dua juara sekaligus bidang video edukasi dalam perlombaan Medical Djogja Scientific Competition (Medjonson) yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan tema Spread Mental Health Awarness to Achieve Healthy Mind Around the Society.

Mahasiswa berprestasi tersebut adalah Sajjad Khairunnas, Taufiqurrahman Guretno, dan Aldi Surya Rizkiyanto yang berhasil menyabet juara 2 dalam bidang video edukasi dengan subtema” Pengembangan Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat Komunitas di Bidang Psikiatri dalam Pandemi Covid 19.”

“Alasan kami mengambil subtema tersebut adalah rasa peduli dengan keadaan kesehatan mental di Indonesia selama pandemi. Kami ingin mengedukasi masyarakat betapa pentingnya mencegah depresi saat pandemi Covid-19,” jelas Sajjad Khairunnas.

Depresi adalah suatu kondisi terganggunya kesehatan mental seseorang yang mengakibatkan pengidapnya akan merasa sedih dan kehilangan minat pada banyak hal. Penyebab depresi ada banyak hal seperti genetika atau faktor eksternal seperti tingkat setres yang tinggi dan kemiskinan.

“Pengidap depresi biasanya enggan bersosial dan sering berdiam diri di rumah. Selain itu juga merasakan rasa bersalah terhadap dirinya terhadap apapun yang dia lakukan. Merasa tidak berharga dan tidak jarang akan berujung dengan melukai diri sendiri,” terang Taufiqurrahman Guretno.

Menurut penelitian dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) tahun 2020, yg dilakukan terhadap 4010 responden swaperiksa dari seluruh indonesia. Terdapat 62% masyarakat di indonesia terserang depresi disaat pandemi.

“Hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah depresi bisa adalah dengan berpikir positif dan melakukan kegiatan yang disukai dimana meningkatkan hormone bahagia atau dopamine dalam tubuh kita,” pesan Surya Rizkiyanto.

Selanjutnya adalah tim beranggotakan Muhammad Luthfi Mahrus, Marcellino Sabastian Ananta, dan Amany Taqiyyah Wardhani berhasil menyabet juara 3 dalam bidang yang sama dengan subtema “Pengembangan Edukasi Dan Pemberdayaan Masyarakat Komunitas Di Bidang Psikiatri Dalam Pandemi COVID-19.”

“Melalui video ini kami berharap dapat meningkatkan kesadaran serta dukungan masyarakat terhadap penyakit skizofrenia,” cerita Amany Taqiyyah Wardhani.

Skizofrenia merupakan penyakit mental serius yang disebabkan oleh gangguan konsentrasi neurotransmitter otak, perubahan reseptor sel otak, dan kelainan struktural otak. Gejala pertama dirasakan pasien biasanya muncul saat usia 20 tahun seperti halusinasi. Penderita seolah merasakan sesuatu yang nyata padahal tidak ada. Contohnya seperti mendengar suara yang tidak bisa didengar oleh orang lain.

“Kemungkinan untuk menderita skizofrenia lebih tinggi bagi mereka yang memiliki sanak saudara yang menderita juga. Namun, hal tersebut bisa dicegah dengan menjaga pola pikir yang positif, istirahat cukup, serta meningkatkan kualitas ibadah,” jelas Marcellino Sabastian Ananta.

Skizofrenia bisa dideteksi sejak dini dengan melakukan evaluasi psikologis melalui percakapan dan kuisioner dengan dokter. Konsumsi alkohol dan narkoba akan memperparah gejala secara progresif. Pemeriksaan lain yang bisa dilakukan adalah dengan analisis sampel darah dan MRI. (RS/UAH)

28 Mei 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/06/Mahasiswa-Fakultas-Kedokteran-UII-Juarai-Medjonson-2021.jpg 450 751 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-05-28 16:23:302021-08-12 15:49:05Mahasiswa Fakultas Kedokteran UII Juarai Medjonson 2021

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Religious Education, Sciences and Civilization   Link to: Religious Education, Sciences and Civilization   Religious Education, Sciences and Civilization   Link to: Mengenang 15 Tahun Gempa DIY-Jateng Link to: Mengenang 15 Tahun Gempa DIY-Jateng Mengenang 15 Tahun Gempa DIY-Jateng Scroll to top Scroll to top Scroll to top