Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) yang tergabung dalam Tim Bukuy, berhasil meraih prestasi pada ajang kompetisi ide bisnis tingkat nasional. Dalam kompetisi bertema “Pameran Startup Teknologi & Inovasi Industri Anak Negeri 2019“ yang diselenggarakan Kemenristekdikti di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, 3-6 Oktober, mereka mendapat juara II. Anggota tim Bukuy terdiri dari Idznila Shabrina Kartika Wulandari, Ery Dwi Pantari, Kunti Saptasari, dan Hana Nafita Fella.

Disampaikan Idznila Shabrina Kartika Wulandari, mereka mengusung ide bisnis aplikasi Bukuy, yaitu sebuah platform online berbasis web dan aplikasi yang memungkinkan user bisa meminjam, menyewakan, menjual, dan membeli buku bekas. “Tujuan utama hadirnya Bukuy adalah untuk menghadapi distribusi buku bajakan yang meluas dan menyediakan wadah bagi masyarakat yang membutuhkan buku dengan harga yang terjangkau”, katanya.

Dengan bimbingan dosen Manajemen FE UII Istyakara Muslichah, SE. MBA., tim Bukuy mengikuti kompetisi itu dengan mengirim video profile beserta poster. “Terdapat 178 kelompok dari Universitas se-Indonesia yang mengirimkan ide bisnis yang kemudian diseleksi menjadi 30 besar. Dari 30 besar diseleksi lagi menjadi 12 besar untuk diundang presentasi Semifinal di Jakarta. Selanjutnya, tim Bukuy masuk dalam 12 besar untuk presentasi di semifinal hingga melaju ke grand final”, imbuhnya. Di tahap grand final yang diikuti enam besar kelompok, tim Bukuy meraih juara dua pada nominasi pemenang utama.

Ditambahkan Ery Dwi Pantari, Bukuy sudah berjalan selama dua tahun dan aplikasinya dapat diunduh di Google Playstore.

“Beberapa buku sulit dijangkau oleh pembaca karena harganya mahal, terutama buku kuliah. Segmen pasar kami lebih menyasar ke mahasiswa dan dosen. Di samping menjembatani para mahasiswa yang ingin mencari buku, Bukuy juga mendorong pengguna untuk tidak membeli buku bajakan”, jelasnya.

Sebelumnya aplikasi Bukuy juga pernah diikutkan dalam ajang PIMNAS dan meraih penghargaan sebagai juara favorit. Kunti Saptasari yang merupakan salah satu anggota tim menyampaikan pesan mahasiswa harus terus proaktif untuk memperluas lingkup dalam rangka mengembangkan diri.

“Kita harus proaktif, karena dengan menambah dan memperluas jaringan kita akan mendapat masukan dari berbagai pihak untuk terus berkembang. Nah kalau kita rajin mengikuti event-event itu pastilah akan membuka lebar pengetahuan kita akan banyak hal” pungkasnya. (AR/ESP)