• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Mahasiswa FK UII Raih Juara Favorit Poster Publik
Berita Kegiatan, Pilihan

Mahasiswa FK UII Raih Juara Favorit Poster Publik

Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) yang terdiri dari Anindya Amanda Damayanti, Anisa Sugiyanti, dan Amany Taqiyyah Wardhani kembali menorehkan tinta emas pada acara PTBMMKI CUP yang diadakan oleh Perhimpunan Tim Bantuan Medis Mahasiswa Kedokteran se-Indonesia pada Minggu (25/7).

Lomba yang mengambil tema One Step Ahead on Respiratory Disease Management for Responding to an Emergency Situation merupakan sebuah wujud peduli para mahasiswa kedokteran terhadap masalah yang dihadapi Indonesia saat ini. Virus Covid-19 yang menyerang sistem pernapasan membuat masyarakat berspekulasi semua masalah kesehatan pernapasan merupakan Covid-19, kendati faktanya ada banyak jenis penyakit lain terkait sistem pernapasan.

Anindya menjelaskan jika kelompoknya memutuskan untuk membuat poster dengan judul Tangani Gagal Napas Saat Pandemi Dengan Tangkas. “Kami melihat banyak sekali nyawa yang melayang karena banyak orang takut menolong pasien gagal nafas di masa pandemi,” ceritanya.

Amany juga menyampaikan jika masyarakat masih banyak yang belum tahu mengenai kenapa gagal napas bisa terjadi serta bagaimana prosedur penanganan yang tepat dan aman. Menurutnya gagal napas merupakan kondisi darurat yang harus segera ditangani karena jika terlambat dapat menyebabkan kerusakan organ bahkan kematian.

“Gagal nafas adalah kondisi kegawatan medis yang terjadi akibat gangguan serius pada sistem pernapasan, sehingga menyebabkan tubuh kekurangan oksigen,” jelas Amany.

Amany menjelaskan ada banyak penyebab gagal napas diantaranya adalah penyakit paru-paru, seperti asma, penyakit paru obstruktif (PPOK), dan sindrom gagal nafas akut. Selain itu bisa juga disebabkan karena adanya gangguan pada otak, khususnya saraf yang mengatur fungsi pernapasan, contohnya pada sindrom Guillain-Barre.

Amany juga menyampaikan jika pada orang yang mengalami shock serta perdarahan berat berpotensi untuk mengalami gagal nafas. Kasus yang sering diabaikan seperti penggunaan obat penenang berlebihan serta anti nyeri juga dapat memunculkan gejala yang sama.

“Saat kita menyadari gejala gagal napas, maka tidak perlu panik. Karena orang yang mengalaminya sudah cenderung panik, maka kita yang menolong harus bersikap setenang mungkin,” jelas Anisa.

Anisa menjelaskan ada beberapa gejala yang mungkin dijumpai saat seseorang mengalami gagal napas, seperti sulit bernapas, napas cepat, dada berdebar, dan jari tangan atau bibir berubah menjadi warna biru.

“Gejala yang paling dapat bisa kita lihat adalah adanya bunyi ngik saat orang tersebut bernapas dan biasanya sulit berbicara karena bernapas menggunakan mulut,“ jelas Annisa.

Dia juga menyampaikan jika kejadian gagal napas di Indonesia cukup tinggi yaitu sekitar 20-75 kasus/100.000 penduduk dengan angka kematian 30-50%. “Tingginya kasus tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan dimana penanganan harus dilakukan dalam waktu 10 menit atau biasa disebut dengan golden time,” terangnya.

Menurut Anindya, penolong diharapkan tidak mendengarkan napas melalui mulut dan segera tutupi mulut dan hidung menggunakan kain karena dikhawatirkan pasien sudah terinfeksi virus Covid-19. Lalu, setelah itu lakukan kompresi dada. (UAH/RS)

27 Juli 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/Anindya-Amanda-Damayanti.jpg 450 796 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-07-27 14:39:252021-07-27 14:39:25Mahasiswa FK UII Raih Juara Favorit Poster Publik

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Media Sosial Membawa Dampak Positif dan Negatif Link to: Media Sosial Membawa Dampak Positif dan Negatif Media Sosial Membawa Dampak Positif dan Negatif Link to: Mengkaji Putusan Banding Jaksa Pinangki Link to: Mengkaji Putusan Banding Jaksa Pinangki Mengkaji Putusan Banding Jaksa Pinangki Scroll to top Scroll to top Scroll to top