• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Mahasiswa UII Juara 2 Emergency Medical Competition
Berita Kegiatan

Mahasiswa UII Juara 2 Emergency Medical Competition

Tim Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) yang terdiri dari Anindya Amanda Damayanti, Amany Taqiyyah Wardhani, dan Anisa Sugiyanti berhasil meraih Juara 2 pada Emergency Medical Competition bidang poster publik yang diadakan oleh Perhimpunan Tim Bantuan Medis Mahasiswa (PTBMMKI) Wilayah 1. Kompetisi ini digelar secara virtual pada 20 Juli – 22 Agustus 2021.

Tim Mahasiswa Kedokteran ini mengangkat sub tema mengenai “Pengetahuan Intoksikasi/Keracunan Hand Sanitizer” yang memiliki angka kasus kian meningkat namun tingkat kepedulian yang rendah.

“Kasus keracunan tersebut sudah terjadi sejak sebelum pandemi dan angkanya naik signifikan saat pandemi,” papar Anindya saat diwawancara pada Selasa (24/8).

Menurut penelitian Center for Disease Control and Prevention (CDC) setiap hari 300 anak dirawat dan 2 meninggal setiap harinya karena keracunan hand sanitizer. Amany menyampaikan jika hal tersebut dikarenakan menelan maupun menghirup zat berbahaya yang memicu gangguan respon tubuh.

Hand sanitizer adalah zat antiseptik yang didalamnya terdapat alkohol dengan presentasi 60-95%. Selain itu juga mengandung zat antibakteri seperti triclosan dan gliserol. Penggunaanya sendiri merupakan perkembangan zaman dari kebiasaan mencuci tangan.

Anisa menjelaskan jika mencuci tangan merupakan kegiatan sederhana yang bermaksud untuk menghilangkan kotoran dan meminimalisir jumlah kuman yang ada di tangan dengan menggunakan air dan atau dengan sabun.

“Sebuah penelitian menunjukkan jika kegiatan mencuci tangan dapat menurunkan angka kematian yang disebabkan oleh diare, hal sederhana yang membawa perubahan besar bukan?” jelasnya.

Seiring perkembangan zaman, mencuci tangan menggunakan air dan dinilai tidak praktis lagi, sehingga dikembangkanlah suatu cairan yang bisa digunakan dimana saja tanpa harus membilasnya dengan air.

“Tentu saja hand sanitizer memiliki kelebihan lebih praktis dan dinamis,” jelas Anindya.

Anindya menyampaikan jika penggunaan hand sanitizer saat pandemi khususnya mengalami kenaikan yang drastis. Saat ini kemanapun pergi masyarakat akan membawanya dan berkala akan menyemprotkan ke tangan atau peralatan seperti meja dan kursi.

“Tapi berdasarkan data kesehatan keefektifan penggunaan hand sanitizer masih jauh lebih rendah jika dibandingkan mencuci tangan menggunakan sabun,” jelasnya.

Anindya menganjurkan masyarakat untuk tetap memprioritaskan mencuci tangan biasa menggunakan sabun terutama jika sedang di rumah. Hal tersebut dikarenakan kemampuan membunuh bakteri yang jauh lebih besar daripada penggunaan hand sanitizer.

Penggunaan hand sanitizer juga tak bisa sembarangan karena didalamnya mengandung zat kimia pembunuh kuman. Amany menyampaikan ada beberapa gejala yang bisa ditimbulkan jika mengalami keracunan hand sanitizer yang harus diperhatikan oleh masyarakat.

“Biasanya muncul gatal di wajah atau anggota tubuh lainnya, merasa sakit kepala, penglihatan kabur, hingga penurunan kesadaran,” jelasnya.

Amany juga membagikan tips mengenai cara memilih hand sanitizer yang baik adalah dengan kandungan alkohol minimal 60 persen etanol dengan durasi pakai sekitar 20-30 detik sehingga dapat menghindari iritasi dan membunuh kuman. (UAH/RS)

25 Agustus 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/08/Mahasiswa-UII-Juara-2-Emergency-Medical-Competition.jpg 450 854 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-08-25 14:39:362021-08-25 14:45:02Mahasiswa UII Juara 2 Emergency Medical Competition

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Lebih Kreatif dengan Seni dan Humor Link to: Lebih Kreatif dengan Seni dan Humor Lebih Kreatif dengan Seni dan Humor Link to: Mahasiswa FK UII Juarai Lomba Video Edukasi Link to: Mahasiswa FK UII Juarai Lomba Video Edukasi Pernyataan Sikap UIIMahasiswa FK UII Juarai Lomba Video Edukasi Scroll to top Scroll to top Scroll to top