Prestasi dalam ajang internasional kembali berhasil ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII). Kali ini salah satu delegasi mahasiswa UII, Yuni Syeila meraih penghargaan sebagai Honorable Mention di Council World Food Security (WFP) dalam ajang internasional American University of Sharjah Model United Nations’ (AUSMUN) tahun 2018.

Ajang ini merupakan wadah bagi para pelajar seluruh dunia untuk mengasah kemampuan diplomasi dan negosiasi mengenai isu-isu yang sedang terjadi di lingkup internasional. AUSMUN yang merupakan MUN terbesar di regional Uni Emirate Arab diadakan di Dubai pada 8-9 februari 2018. Tahun ini AUSMUN mengambil tema Innovation on Future Technology sebagai tema utama.

Yuni Syeila merepresentasikan negara di kawasan Afrika barat, Ghana dengan topik “Establishing a Framework to Increase the Supply of Food through Technology” dan “Water and Food Security”. Topik ini mengangkat masalah tentang tiga situasi perang, bencana alam, dan kelaparan di Less Developing Country. Solusi yang ditawarkan oleh Delegasi Ghana sendiri ialah solusi short-term dan long-term yang terdiri dari penyediaan infrastruktur untuk mendukung supply air dan makanan.

Disampaikan Yuni Syeila yang merupakan mahasiswa Hubungan Internasional 2015 UII AUSMUN merupakan kali pertama baginya untuk mengikuti ajang internasional. Ia menuturkan persiapan yang dilakukan sebelum keberangkatan diantaranya mengadakan latihan rutin yang secara resmi diadakan UII MUN.

Menurut Yuni Syeila persiapan sudah digelar sejak bulan September 2017 dimana latihan diadakan dua kali dalam seminggu hingga pada bulan Januari 2018. “Bersama dengan delegasi AUSMUN lainnya, kami juga rutin melaksanakan research bersama serta berdiskusi sehingga dapat mendapatkan solusi yang efektif,” tutur Yuni Syeila yang juga merupakan salah satu perwakilan UII dalam tim UII Model United Nations (UII MUN) Association.

Yuni Syeila menambahkan, selama mengikuti AUSMUN suasana yang kompetitif sangat terasa mengingat peserta yang hadir sebanyak 850 peserta sebagai perwakilan dari berbagai negara. “Menjadi tantangan tersendiri bagi saya dan rekan delegasi UII lainnya, mengingat aturan dalam MUN di AUSMUN sendiri berbeda dengan apa yang telah dipersiapkan sebelumnya sehingga hal ini menjadi tantangan bagi kami untuk tetap dapat menguasai perdebatan secara diplomatis dan mendorong kami untuk lebih kompetitif, kritis, dan solutif,” ungkapnya.

Yuni Syeila berharap keikutsertaannya bersama delegasi dapat termotivasi mahasiswa UII untuk terus berprestasi khususnya dalam ajang internasional, sehingga dapat mengharumkan nama baik UII di mata dunia.

“Semoga UII MUN tetap menjadi wadah bagi pengembangan potensi mahasiswa UII dibidang MUN. Dengan penghargaan yang saya dapatkan semoga dapat menjadi motivasi bagi rekan mahasiswa untuk terus terlibat dan berprestasi dalam ajang internasional,” ujarnya. (RZ/RS)