• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Masa Transisi Perkembangan Remaja Menuju Dewasa
Berita Kegiatan, Pilihan

Masa Transisi Perkembangan Remaja Menuju Dewasa

Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa AUSHAF Universitas Islam Indonesia (PIK-M AUSHAF UII) kembali mengadakan webinar mengenai Health Mental Issues Quarter Life Crisis atau juga biasa disebut Emerging Adulthood pada Sabtu (2/10). Emerging adulthood merupakan masa transisi dari perkembangan remaja menuju dewasa yang dimulai dari usia 18 hingga 25 tahun. Dalam masa ini, individu mulai melakukan eksplorasi terhadap identitas diri, terutama dalam cinta, pekerjaan, dan cara pandang terhadap dunia.

“Individu pada masa itu mencoba berbagai cara untuk mengambil keputusan yang matang,” jelas Resnia Novitasari, S.Psi., M.A., Dosen Psikologi UII mengawali pemaparannya.

Resnia menyampaikan salah satu ciri ditandai dengan Intimacy, yakni berkembangnya perasaan dan kesiapan untuk menikah. Namun, tidak semua orang mampu melewati tahapan tersebut hingga terjebak dengan Isolation yaitu ketika individu belum menikah diatas usia yang matang sekitar 30 tahun.

“Dalam menjalin suatu hubungan jangan lupa bahwa kita harus selalu menyiapkan ruang untuk diri kita sendiri tumbuh, bukan terjebak dan hanya mengandalkan pasangan,” katanya.

Resnia mengatakan ada beberapa perubahan yang dialami oleh orang yang melewati emerging adulthood seperti perubahan hubungan dengan keluarga. Saat dulu individu cenderung mengandalkan keluarganya, terutama ayah dan ibu. Namun, saat ini ada rasa enggan dan sungkan mereka untuk melakukan hal tersebut karena merasa sudah dewasa dan seharusnya tidak lagi mengandalkan orang tua.

“Masa ini individu merasa seperti tiba-tiba diharuskan untuk mendadak serius karena sudah dewasa,” jelasnya.
Lebih lanjut Resnia menjelaskan juga banyak individu akan merasa ambigu dalam status dirinya menciptakan banyak sekali emosi. Saat individu tersebut fokus ke masa depan akan cenderung merasa cemas, berbeda saat fokus ke masa lalu akan merasa depresi.

Konsep baru Quarter Life Crisis yang kini tengah hits dikalangan masyarakat banyak menimbulkan kekhawatiran. Namun, pada faktanya istilah tersebut masih perlu dikaji. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang usia lulus kuliah merasa puas akan hidupnya

“Krisis adalah suatu periode dalam hidup yang cenderung sulit, tidak stabil, dan rentan stress. Hal tersebut biasanya dikarenakan tuntutan sosial,” terang Resnia.

Individu pada masa tersebut akan kesulitan mengambil kesulitan. Resnia mengatakan jika individu akan cenderung menggunakan rasa takut dan ekspektasi orang lain dalam prosesnya. Motivasi ekstrinsik seperti pengakuan orang lain sehingga biasanya akan sedikit sekali keterlibatan diri sendiri dan cenderung tidak merasa bahagia.

Resnia membagikan tips untuk melewati masa Emerging adulthood dengan baik. Pertama adalah dengan mengenali diri sendiri termasuk karakter, kemampuan, pengalaman hidup. “Lalu cobalah untuk jujur terhadap diri sendiri. Lihat, dengar, dan rasakan apa yang sebetulnya diri kita mau. Setelah semua proses tersebut tanamkan keyakinan bahwa kita mampu melewatinya. Jangan takut terluka, karena luka itu bisa menjadi jalan cahaya di hidup kita,” tutupnya. (UAH/RS)

4 Oktober 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/10/Resnia-Novitasari-S.Psi_.-M.A.-Dosen-Psikologi-UII.png 450 784 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-10-04 15:56:322021-10-04 15:57:30Masa Transisi Perkembangan Remaja Menuju Dewasa

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Persiapan Pembelajaran Tatap Muka untuk Anak Link to: Persiapan Pembelajaran Tatap Muka untuk Anak Persiapan Pembelajaran Tatap Muka untuk Anak Link to: Tim Dokar UII Jajal Performa Tim Kantor Pos SPP Jogja Link to: Tim Dokar UII Jajal Performa Tim Kantor Pos SPP Jogja Tim Dokar UII Jajal Performa Tim Kantor Pos SPP Jogja Scroll to top Scroll to top Scroll to top