• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Persiapan Pembelajaran Tatap Muka untuk Anak
Berita Kegiatan, Pilihan

Persiapan Pembelajaran Tatap Muka untuk Anak

Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan seminar mengangkat tema persiapan pembelajaran tatap muka untuk anak. Menilik surat edaran Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor: 421/08622 tentang Kebijakan uji percontohan pembelajaran tatap muka terbatas pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di SMA, SMK, dan SLB di Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kami sudah menyebarkan surat edaran tersebut ke pemerintahan kabupaten dan kota, yang akan mereka teruskan kepada SD dan SMP,” tutur Suhirman, M.Pd., Wakil Kepala Dinas Dikpora Provinsi DIY.

Suhirman mengatakan tidak semua sekolah mampu melaksanakan kebijakan tersebut yang dimulai pada 20 September 2021. Salah satu alasannya adalah beberapa sekolah tengah melaksanakan penilaian tengah semester yang sudah dirancang untuk sistem daring.

“Saat ini sebanyak 195 SMA SMK (Negeri dan Swasta) dan 5 SLB (Sekolah Luar Biasa) yang mampu melaksanakan kegiatan PTM,” jelasnya.

Lebih lanjut Suhirman menjelaskan syarat diberlakukannya PTM, antara lain adalah sekolah yang ditunjuk minimal 80% warga sekolah sudah divaksin, sudah melaksanakan sosialisasi secara virtual, orang tua dapat memilih anaknya untuk PTM atau tidak, dan juga sekolah tetap memberikan layanan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) daring bagi siswa yang tidak mengikuti PTM. Mata pelajaran yang dilakukan secara PTM adalah bidang-bidang yang berat dan diharuskan untuk tatap muka.

“Jika dalam uji coba PTM ditemukan kasus Covid-19, maka PTM wajib dihentikan sementara selama 3×24 jam untuk dilakukan 3T (Testing, Tracing, Treatment),” tutupnya.

Selanjutnya dr. Sumadiono, Sp.A. (K), Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan aspek kesehatan pembelajaran tatap muka bagi anak. Melansir dari aturan WHO menurutnya ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum PTM, antara lain adalah saat angka penularan Covid-19 sudah terkendali, sistem kesehatan yang sudah memadai, dimana mampu mengidentifikasi sekaligus melacak dan mengkarantina. Angka kejadian penyakit harus ditekan utamanya di tempat dengan kerentanan tinggi seperti sekolah, dan menyiapkan langkah-langkah pencegahan di sekolah.

“Perkembangan kasus Covid-19 pada dua minggu terakhir ini menurun baik yang terkonfirmasi maupun meninggal, serta angka kesembuhan yang angkanya terus naik,” jelas dr. Sumadiono. Menurutnya hal tersebut merupakan kabar baik sehingga bisa mempercepat terlaksananya PTM.

Sementara dr. M. Bherbudi Wicaksono, Sp.A, Dokter Spesialis Anak menjelaskan mengenai persiapan pembelajaran tatap muka bagi orangtua siswa. Menurutnya orang tua harus mempertimbangkan usia anak minimal 12 tahun yang sudah mendapatkan vaksin serta tanpa ada penyakit komorbiditas, contohnya adalah obesitas.

“Anak dipastikan sudah memahami protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” jelasnya.

dr. Bherbudi juga menyarankan sekolah untuk memperhatikan keadaan sirkulasi udara di kelas yang sebaiknya dibuka jendelanya atau jika menggunakan AC sebaiknya terdapat air purifier. Durasi belajar maksimal adalah lima jam. Siswa sebaiknya juga membawa masker cadangan, namun sekolah juga harus menyiapkannya. (UAH/RS)

4 Oktober 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/10/dr.-Sumadiono-Sp.A.-K-Ketua-Ikatan-Dokter-Anak-Indonesia-IDAI-Daerah-Istimewa-Yogyakart.jpg 440 775 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-10-04 15:39:362021-10-04 15:39:36Persiapan Pembelajaran Tatap Muka untuk Anak

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: FH UII dan MK RI Resmikan Smartboard Mini Mootcourt Link to: FH UII dan MK RI Resmikan Smartboard Mini Mootcourt FH UII dan MK RI Resmikan Smartboard Mini Mootcourt Link to: Masa Transisi Perkembangan Remaja Menuju Dewasa Link to: Masa Transisi Perkembangan Remaja Menuju Dewasa Masa Transisi Perkembangan Remaja Menuju Dewasa Scroll to top Scroll to top Scroll to top