• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Meminimalkan Dampak Bencana dengan Mitigasi Likuifaksi
Berita Kegiatan, Pilihan

Meminimalkan Dampak Bencana dengan Mitigasi Likuifaksi

“Sesungguhnya tidak ada bencana alam, yang ada adalah fenomena alam. Selanjutnya, bencana alam ada, jika fenomena alam terjadi, sedang makhluk hidup di dalamnya tidak siap dengan fenomena tersebut.” Demikian moderator diskusi Setya Winarno, S.T., M.T., Ph.D mengawali diskusi pada kuliah umum bertajuk “Likuifaksi dan Kegempaan” yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) di ruang Audiovisual lt. 3 Gedung Moh. Natsir, Kampus terpadu UII, pada Senin, (27/01).

Kuliah umum dilaksanakan sebagai tanggapan terkait masih minimnya pengetahuan masyarakat, berkaitan dengan fenomena alam berupa gempa terutama likuifaksi. Dr. Ir. Kasam., M.T. selaku Wakil Dekan Bidang Sumberdaya FTSP UII menegaskan bahwa, fenomena likuifaksi baru-baru ini fenomenal akibat gempa dan tsunami yang terjadi di Palu-Donggala beberapa waktu yang lalu.

“Berawal dari gempa Palu yang terjadi. Tidak hanya tsunami, tetapi juga diikuti dengan sebuah bencana yang disebut dengan likuifaksi, yang bagi masyarakat saat itu masih asing.” Jelas Kasam. Karenanya, ia merasa perlu digalakkan sosialisasi bagi masyarakat agar apabila hal tersebut terjadi, masyarakat jauh lebih siap.

Sementara itu, likuifaksi menurut Prof. Paulus Pramono Rahardjo., Ph.D adalah fenomena hilangnya daya dukung tanah untuk menopang bangunan di atasnya akibat kejadian alam, seperti gempa bumi..

“Likuifaksi adalah fenomena di mana tanah yang tanpa kohesi menjatuhkan kekuatan gesernya secara signifikan dan mengalir di bawah volume yang konstan, tegangan konstan secara efektif dan tegangan geser yg konstan akibat timbulnya tekanan pori yang berlebih selama gempa bumi.” Tambahnya.

Likuifaksi merupakan kerusakan akibat gempa. Di antara kerusakan yang lain menurut Rahardjo adalah retaknya permukaan, getaran, jatuhan beban pada bangunan dan infrastruktur, dorongan seismik dan tsunami.

Mengenal Jenis-jenis Likuifaksi

Terdapat empat jenis likuifaksi, yaitu sand blows, cyclic mobility, lateral spreading, dan flow liquefaction. Sand blows biasanya ditandai dengan keluarnya pasir di suatu daerah, dan turunnya permukaan yang lain, sehingga bangunan yang ada di atasnya akan mengalami kemiringan; cyclic mobility adalah fenomena pencairan, yang dipicu oleh pembebanan siklik, yang terjadi pada endapan tanah dengan tegangan geser statis yg lebih rendah dari kekuatan tanah.

“Sementara lateral spreading adalah bergesernya permukaan tanah hingga ratusan meter, sedangkan flow liquefaction adalah bergesernya permukaan lebih dari satu kilo.” Jelas Rahardjo yang juga guru besar di geotechnical engineering Universitas Katolik Parahyangan.

Langkah yang dapat dilakukan untuk pencegahan likuifaksi adalah mengidentifikasi area yang berpotensi terkena likuifaksi berdasarkan pengukuran para ahli, gunakan pondasi yang cocok, jika bangunan sudah ada, tingkatkan pondasi dan strukturnya, serta memperbaiki dengan densifikasi pada tanah yang berpasir.

Mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI), Rahardjo juga menambahkan beberapa hal yang perlu dilakukan pada pondasi yang berada di area likuifaksi. Di antaranya adalah, tidak menggunakan pondasi dangkal kecuali setelah perbaikan tanah; pada pondasi yang dalam, gesekan pada lapisan likuifaksi harus diabaikan; tidak menggunakan tiang pancang yang rusak dan beton pratekan; serta menggunakan tumpukan baja atas dasar pertimbangan kekuatan sistem pondasi.

Pada sesi ke-dua, Prof. Ir. Widodo., MSCE., Ph.D, guru besar pada structural and earthquake engineering Universitas Islam Indonesia, mengatakan bahwa permasalahan yang dihadapi saat ini terkait gempa adalah diperlukannya catatan gempa untuk keperluan analisis, sementara catatan gempa tidak tersedia secara terperinci di Indonesia. (DD/ESP)

28 Januari 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/01/kuliah-umum-likuifaksi-uii-2.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-01-28 09:05:012020-01-31 09:17:26Meminimalkan Dampak Bencana dengan Mitigasi Likuifaksi

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Mencari Solusi Masalah Banjir Jabodetabek Link to: Mencari Solusi Masalah Banjir Jabodetabek Mencari Solusi Masalah Banjir Jabodetabek Link to: IFSWA 2020 Jurusan Arsitektur UII dan AA School London Link to: IFSWA 2020 Jurusan Arsitektur UII dan AA School London IFSWA 2020 Jurusan Arsitektur UII dan AA School London Scroll to top Scroll to top Scroll to top