• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Menciptakan Konsep Bangunan yang Nyaman dan Menarik
Berita Kegiatan, Pilihan

Menciptakan Konsep Bangunan yang Nyaman dan Menarik

Seorang arsitek tidak hanya dituntut untuk menciptakan desain bangunan yang bagus namun juga mampu menghadirkan konsep bangunan yang membuat nyaman dan menarik minat calon penggunanya. Oleh karenanya, seorang arsitek dituntut untuk membuat sebuah bangunan dengan menghadirkan konsep performative aesthetics, notion of play dan multi programmatic space dalam merancang sebuah bangunan.

Hal tersebut disampaikan Daliana Suryawinata B.Sc, M. Arch, IAI, Co-Founder SHAU Architect dalam webinar Architect Talk Series ke 15 yang diselenggarakan oleh Program Profesi Arsitek Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia (FTSP UII) pada Jumat (29/1).

Menurut Daliana, performative aesthetics merupakan sebuah konsep yang mampu menghadirkan nilai estetika dan memberikan kesan layak huni dalam sebuah rancangan bangunan. Untuk ukuran sebuah rumah, konsep tersebit harus diiringi dengan notion of play yang mampu memastikan bahwa calon penghuni akan merasa nyaman dengan memberikan value lebih dan menghadirkan sense of belonging yang kuat.

Berbicara mengenai bangunan yang di desain sebagai tempat umum seperti alun-alun maupun ruang terbuka di sebuah kota, Daliana merokemendasikan agar bangunan tersebut di desain dengan mengutamakan konsep multi programmatic space yang membuat semua orang bisa menggunakan tempat maupun fasilitas yang ada berdasarkan imajinasi dan keinginan masing-masing.

Sebagai contoh, Taman Film di kota Bandung yang bisa digunakan sebagai salah satu tempat pemutaran film selama Festival Film Bandung berlangsung dan juga digunakan sebagai tempat untuk menghabiskan waktu warga kota Bandung di hari normal. Selain itu, tempat duduk di alun-alun Cicendo berupa kursi dengan space kosong di bagian bawah membuat kursi tersebut terlihat seperti terowongan tempat bermain anak-anak di sore hari.

Selain itu, perempuan lulusan Berlage Institute jurusan Arsitektur dan Urban ini mengatakan bahwa desain ruang terbuka kota juga harus diikuti dengan prinsip Eco dan Socio-Friendly. Socio Friendly memiliki prinsip yang hampir sama dengan multi programming space yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menggunakan ruang terbuka berdasarkan kebutuhan masing-masing. Eco-Friendly adalah prinsip untuk meminimalisir dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat pembangunan sebuah ruang terbuka sehingga tempat tersebut bisa digunakan secara berkelanjutan untuk jangka waktu yang lama. Ia juga menegaskan bahwa SHAU selalu menerapkan 2 prinsip tersebut dalam setiap proyek yang mereka garap.

Daliana menegaskan bahwa tantangan utama yang dihadapi seorang Arsitek adalah adalah tidak bisa memuaskan dan mengakomodasi keinginan setiap orang. Sehingga hal ini harus diatasi dengan melakukan riset lapangan dan wawancara untuk mengetahui keinginan user. “Dalam melakukan order dan proyek dari Pemerintah kita sering dituntut cepat sehingga kita harus melakukan riset secepat mungkin untuk mengetahui keinginan khalayak umum,” ujar Daliana.

Ia juga menekankan penting nya seorang Arsitek membuka firma sendiri agar projek yang dilaksanakan bisa sesuai keinginan sendiri. “Namun, bekerja di sebuah firma juga penting untuk mengambil bekal ketika nanti membuka firma sendiri,” terang Daliana.

Dalam kesempatan ini, turut hadir Ahmad Saifudin Mutaqi, M.T, IAI, AA selaku kepala Program Profesi Arsitek UII. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa setiap mahasiswa Pendidikan Profesi Arsitek dituntut untuk memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik dalam rangka menyambut kerja sama dengan Architectural Education (ACAE) yang memberikan kesempatan setiap mahasiswa untuk magang dan mengikuti program mentorship dari arsitek-arsitek di luar negeri yang tersebar di 21 negara.

Sementara Baritoadi Buldan Rayaganda Rito, R. R, MA, IAI yang memaparkan mengenai materi kurikulum akademik program profesi menyampaikan bahwa lulusan program profesi Arsitek UII juga diharapkan menjadi pribadi yang memiliki nilai keislaman dan memiliki peran dalam usaha pembentukan masyarakat madani. (AP/RS)

30 Januari 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/01/Daliana-Suryawinata-B.Sc-M.-Arch-IAI-Co-Founder-SHAU-Architect-dari-kiri.png 450 800 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-01-30 04:39:182021-01-30 04:39:18Menciptakan Konsep Bangunan yang Nyaman dan Menarik

Berita Terakhir

  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: UII Dukung PMB Bersama PTS DIY Lewat Jogjaversitas.id Link to: UII Dukung PMB Bersama PTS DIY Lewat Jogjaversitas.id UII Dukung PMB Bersama PTS DIY Lewat Jogjaversitas.id Link to: Teladan dari Pak Azhar Link to: Teladan dari Pak Azhar Teladan dari Pak Azhar Scroll to top Scroll to top Scroll to top