• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Menciptakan Perspektif Baru Tentang Pendidikan
Berita Kegiatan

Menciptakan Perspektif Baru Tentang Pendidikan

Pernyataan Sikap UII

Seorang manusia harus mampu adaptif terhadap semua hal, tak terkecuali tentang pendidikan. Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia mengubah hampir seluruh sistem yang ada. Transisi dari proses belajar tatap muka menjadi virtual menuntut manusia untuk lebih melek terhadap teknologi, tak hanya pelajar namun juga pengajar.

“Proses belajar virtual adalah yang dulu para pengajar merancang untuk masa depan. Namun, tak pernah ada yang menyangka jika hal ini harus terjadi serentak di seluruh dunia dengan tiba-tiba,” kata Fauzan Al-Rasyid seorang Rusia Beyond and Education Influencer pada acara International Conference Labma Scientific Fair 2021 pada Sabtu (16/10).

Fauzan menekankan bahwa proses edukasi bukan lagi pasif mendengarkan guru namun sudah berubah menjadi self-directed learning yang lebih mandiri. Seorang pembelajar mandiri mulai terbiasa belajar melalui kelas daring atau webinar, utamanya adalah saat pembelajaran secara daring.

“Transisi ini juga merupakan tantangan baru bagi para pengajar yang mau tidak mau harus melek teknologi,” ujarnya.

Fauzan menjelaskan jika para pengajar harus mampu membuat atau merancang media belajar yang interaktif dan komunikatif. Proses belajar yang tidak melakukan interaksi secara langsung menurunkan aktivitas bersosial antar pelajar.

“Tahun 2020 sekolah tutup, kegiatan belajar dilakukan dari rumah terbatas pada materi wajib. Kegiatan ekstrakurikuler hampir tidak ada yang jalan,” jelasnya.

Sebagai seorang pengajar Fauzan merasakan banyak hal positif yang dirasakan selama hampir dua tahun ini. Saat ini kita tidak lagi mengandalkan materi yang dipaparkan oleh guru atau dosen. Kegiatan kreatif dan inovatif pengadaan charity, webinar, kesenian terus berjalan di tengah kondisi pandemi. “Belajar kini bisa kita lakukan melalui sosial media seperti instagram, youtube, tiktok, dan banyak lainnya,” katanya.

Fauzan mengatakan, jika hal ini sebetulnya adalah hal yang dulu kita semua impikan. Akses belajar yang lebih murah dan mudah dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Tapi, tak menutup kemungkinan timbul rasa jenuh dan bosan. “Jika dulu kita stres bertemu teman, makan bareng stres itu hilang. Tapi, kini hal tersebut tidak bisa dilakukan lagi,” ujarnya.

Fauzan juga membahas mengenai kesadaran akan pentingnya pendidikan. Menurutnya sosok yang gagal sekolah namun sukses seperti Mark Zuckerberg, yang dropout dari Harvard lalu sukses membangun facebook. Namun, mereka lupa jika hal itu terjadi adalah satu banding jutaan.

“Harusnya orang yang berpendidikan juga meng-influence, menunjukkan jika kalian berpendidikan dan memiliki hal yang bisa menginspirasi orang lain,” katanya.

Menurut Fauzan kini seorang pelajar atau mahasiswa lebih menyukai role model influencer yang kategori entertain. Hal tersebut justru meng-influence penonton bagaimana memiliki tampilan fisik semenarik mungkin, bukan pada pentingnya pendidikan. (UAH/RS)

16 Oktober 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Kampus-UII-1.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-10-16 15:30:152021-11-23 15:32:39Menciptakan Perspektif Baru Tentang Pendidikan

Berita Terakhir

  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Menghindari Toxic Productivity Link to: Menghindari Toxic Productivity Menghindari Toxic ProductivitySukses Berkarir Sesuai Syariat Islam Link to: Empat Tips Mudah Mengatur Waktu Agar Terus Produktif Link to: Empat Tips Mudah Mengatur Waktu Agar Terus Produktif Empat Tips Mudah Mengatur Waktu Agar Terus Produktif Scroll to top Scroll to top Scroll to top