Santri Art Performance bertajuk Pemuda Islam Sebagai Armada Dalam Kemajuan Bangsa merupakan salah satu rangkaian acara tahunan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia (PP UII) dalam rangka menjalin keakraban para santri serta menggali potensi seni kreatifitas santri. Acara Santri Art Performance diselenggarakan pada Minggu (31/12), bertempat di Rusunawa Putri Kampus  Terpadu UII JL. Kaliurang Km. 14,5.

Turut hadir pada acara Santri Art Performance Pengasuh Pondok Pesantren UII Ust. Suyanto M.Si., M.Pd., Staff Pengasuh Muhammad Anas S.Pd. dan seluruh santri pondok pesantren UII. Jalannya acara dimeriahkan oleh sembilan penampilan santri dan santriwati Pondok Pesantren UII dari lintas angkatan mulai dari angkatan 2014 sampai 2017.

Para santri tampak saling menunjukkan keunikan-keunikan dari berbagai macam penampilan yang dipentaskannya. Dari setiap angkatan menampilkan pertunjukkan seni yang bervariasi mulai dari drama kabaret, puisi berantai, grup musik SONETA, tari saman, tari kombinasi, tari kerudung, serta diselingi oleh pemutaran video hasil kreativitas santri di sela-sela penampilan.

Disampaikan Ust. Suyanto tujuan diselenggarakannya pertunjukan seni oleh santri PP UII pada malam tahun baru adalah menjadikan malam pergantian tahun tersebut sebagai malam yang bermanfaat dan penuh makna di samping banyak pemuda yang menghabiskan waktu di malam pergantian tahun dengan berfoya-foya.

Menurut Ust. Suyanto dengan diselenggarakannya pertunjukan seni di Pondok Pesantren UII menunjukkan bahwasannya Islam tidak bisa dipisahkan oleh seni, karena Allah itu indah dan mencintai keindahan. ”Setiap masa yang kita lalui, kita disibukkan dengan perbuatan-perbuatan yang bermakna. Oleh karena itu ambillah makna dari setiap peristiwa, karena tidak ada peristiwa yang berlalu tanpa makna” ujar pengasuh pondok pesantren UII tersebut.

Ust. Suyanto dalam kesempatannya juga menyampaikan nasihat kepada santri pondok pesantren UII agar suatu saat nanti menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa. “Kita semua, pada saatnya nanti akan menjadi pioner penggerak bangga, karena orang yang sukses itu adalah orang yang berfikir untuk orang lain,” tambahnya.  (AR/RS)