• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Mengupas Riwayat Imam Al Ghazzali Sang Pencerah Peradaban
Berita Kegiatan, Pilihan

Mengupas Riwayat Imam Al Ghazzali Sang Pencerah Peradaban

Salah satu tokoh yang sangat terkemuka dalam bidang filsafat dan tasawuf serta berpengaruh besar terhadap pemikiran di dunia islam adalah Imam Al Ghazzali. Namun hanya sedikit orang yang mengetahui sejarah perjalanan hidupnya. Dalam Sekolah Pemikiran Pendidikan Islam kali ini pada Jum’at (24/5), dikupas sejarah dan biografi Intelektual Imam Al Ghazzali. Kajian disampaikan oleh Kurniawan Dwi Saputra, Lc., M.Hum, salah satu dosen Filsafat di UII.

Muhammad Al Gazzali Al-Thusi lahir pada tahun 450 H di kota yang bernama Al-Thusi dan wafat pada usia 55 tahun. “Tidak banyak yang tahu ada perselisihan antar ulama dalam penyandaran nama Imam Al Ghazali. Sebagian mengatakan, bahwa penyandaran nama beliau kepada daerah Ghazalah di Thusi, tempat kelahiran beliau. Sebagian lagi mengatakan penyandaran nama beliau kepada pencaharian dan keahlian keluarganya yaitu menenun. Sehingga nisbatnya ditasydid (Al Ghazzali). Demikian pendapat Ibnul Atsir. Dan dinyatakan Imam Nawawi, “Tasydid dalam Al Ghazzali adalah yang benar” jelas Kurniawan.

Dalam waktu 55 tahun Imam Ghazzali menghasilkan karya yang luar biasa. Pada usia beliau di bawah 30 tahun beliau menulis buku Tahafut Al Falasifah yang berisi bantahan argumen para filsuf terkemuka Islam. Tidak hanya satu buku tapi banyak buku yang menjelaskan tentang Filsafat, Tasawuf, juga Ushul Fiqh. Pada usia 34 tahun beliau sudah menjadi ahli atau professor di bidangnya.

Kurniawan menjelaskan “Banyak ilmu yang ia kuasai karena kegigihannya dalam menuntut ilmu meskipun sulit karena Imam Ghazzali bukan dari kalangan keluarga mampu dan sejak kecil sudah ditinggal wafat ayahnya, sehingga beliau bisa menjadi guru besar di Madrasah Nizamiyah”.

Menurut Kurniawan ada tiga fase pemikiran Imam Al Ghazzali yaitu fase pra-skeptisisme, fase skeptisisme, serta fase masa tenang dan pencerahan “Skeptisisme itu adalah semacam keragu-raguan yang diraskan Imam Ghazzali pada masa puncak kejayaannya, ia ingin mencapai suatu kepastian tentang hakikat yang dia rasa tidak cukup didapat dengan filsafat atau fikih” jelasnya.

Pada fase ke tiga Imam Ghazzali menuliskan buku Ihya’ Ulumuddin tentang tasawuf yang banyak dipakai oleh kaum muslim sekarang. Imam Ghazzali wafat pada saat ia mempelajari ilmu-ilmu hadist, yang itu karena satu catatan untuk karyanya yang riwayatnya sangat lemah.

“Pandangan Imam Ghazzali terhadap ilmu pengetahuan yaitu satu-satunya hal yang paling mulia dalam diri manusia adalah mendekatkan diri pada Tuhan dengan amal sholeh yang dibekali dengan ilmu yang cukup dan baik. Dan beliau menekankan pada etika dan akhlaq menuntut ilmu antara guru dan murid” pungkasnya.

Ilmu menjadi penting karena menjadi asas untuk amal, dan amal menjadi penting karena asas untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. (CSN/ESP)

26 Mei 2019
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2019/05/IMG_6078.jpg 330 495 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII.png humas2019-05-26 09:37:412019-05-28 09:37:56Mengupas Riwayat Imam Al Ghazzali Sang Pencerah Peradaban

Berita Terakhir

  • UII Terima Kunjungan Universitas Pertahanan RI
  • UII dan IKPI Perkuat Kolaborasi untuk Siapkan Konsultan Pajak Adaptif di Era AI dan Coretax
  • UII Hadirkan Light Show di Stasiun Tugu Yogyakarta, Perkenalkan Kampus Melalui Pertunjukan Visual
  • UKM TQFI UII Resmi Buka Grand Final International Quranic Festival 2026
  • DPKA UII Gelar Career Class: Hadirkan Pakar BUMN Bahas Peta Jalan Karier Mahasiswa

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: SOS Medsos Link to: SOS Medsos SOS Medsos Link to: Memuliakan Ramadan Dengan Menuntut Ilmu Link to: Memuliakan Ramadan Dengan Menuntut Ilmu Memuliakan Ramadan Dengan Menuntut Ilmu Scroll to top Scroll to top Scroll to top