• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Menilik Sejarah Studi Komunikasi di Indonesia
Berita Kegiatan

Menilik Sejarah Studi Komunikasi di Indonesia

Komunikasi menjadi bagian tak terpisahkan dalam interaksi manusia. Meski mendapat porsi besar dalam studi ilmu sosial, namun bagaimana ia bisa berkembang menjadi rumpun ilmu di Indonesia belum banyak dilirik. Program Studi (prodi) Ilmu Komunikasi UII menggelar serial bincang sejarah komunikasi pada Sabtu (4/7) melalui zoom. Kegiatan yang menghadirkan penulis, Justito Adiprasetio sebagai pemateri itu bertujuan membuka wawasan mengenai asal usul ilmu komunikasi di Indonesia.

Justito Adiprasetio menyampaikan sebenarnya komunikasi dalam artian diskursus komunikasi pada kerangka epistemic diawali dengan ilmu publizistik. Misalnya di Universitas Padjadjaran (UNPAD), sebelum hadirnya ilmu komunikasi nama yang dipakai adalah ilmu publizistik. Begitupun di kampus lain, terjadi tren serupa. Kebanyakan orang menganggap ilmu publizistik adalah awal mula kelahiran cikal bakal ilmu komunikasi di Indonesia.

“Mulanya, diskursus komunikasi di Indonesia pada tahun 1940-1950 an menjadi awal pertemuan ilmu publizistik dan ilmu penerangan. Kedua ilmu ini memiliki kemiripan sekaligus perbedaan. Diskursus penerangan muncul lebih dulu dibandingkan publizistik, karena sebelum kemerdekaan Indonesia terdapat departemen penerangan Jepang atau sedenbu (departemen propaganda)”, terangnya.

Di UNPAD dahulu terdapat prodi Ilmu Penerangan dan saat ini menjadi prodi Manajemen Komunikasi. Beberapa kampus di bawah jurusan Ilmu Komunikasi juga memiliki ilmu penerangan yang menjadi salah satu mata kuliah. Bahkan ilmu publizistik dahulu di bawahnya juga terdapat ilmu penerangan.
Jika ditelaah lebih lanjut, maka ilmu penerangan sudah lama hadir bahkan sebelum 1945 dan sering dibicarakan dalam tatanan pengetahuan pemerintahan dan saat Indonesia berdiri. Departemen Penerangan merupakan salah satu dari dua belas departemen pertama Indonesia.

Selanjutnya kehadiran publizistik yang pada tahun 1940-1960 dianggap simetris dan termasuk istilah baru. Para wartawan pada tahun itu masih menggunakan istilah jurnalistik. Pada kurun waktu 1930-1960 an, ada orang yang memulai melalang buana ke Jerman seperti Adi Negoro, M Tabrani, dan lainnya.

“Pada periode itulah awal mula masuknya publizistik ke Indonesia yang kemudian menjadi ilmu tentang jurnalistik dan komunikasi. Publizistik pun lambat laun menggantikan secara terminologi jurnalistik”, pungkasnya. (FNJ/ESP)

6 Juli 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/07/sejarah-komunikasi-UII.jpg 450 667 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-07-06 15:00:332020-07-06 23:28:17Menilik Sejarah Studi Komunikasi di Indonesia

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Dunia Medis Kian Membutuhkan Aplikasi Teknologi Informasi Link to: Dunia Medis Kian Membutuhkan Aplikasi Teknologi Informasi Dunia Medis Kian Membutuhkan Aplikasi Teknologi Informasi Link to: Kiat Arsitek Bertahan di Masa New Normal Link to: Kiat Arsitek Bertahan di Masa New Normal Kiat Arsitek Bertahan di Masa New Normal Scroll to top Scroll to top Scroll to top