• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Dunia Medis Kian Membutuhkan Aplikasi Teknologi Informasi
Berita Kegiatan

Dunia Medis Kian Membutuhkan Aplikasi Teknologi Informasi

Big Data menjadi sebuah keniscayaan di era digital. Data akan selalu bertambah seiring berjalannya waktu baik dalam bidang apa saja termasuk dalam bidang medis dan kesehatan. Hal ini direspon Program Studi (Prodi) Informatika Program Magister UII melalui webinar bertema “Mengajak Millennials Beramal Maksimal Di Era New Normal”. Webinar yang berlangsung pada Sabtu (4/7) ini terbagi menjadi empat sesi.

Pembicara webinar, Dr. Sri Kusumadewi, M.T. menyebut teknologi informatika medis khususnya big data sangat membantu dalam proses pengambilan keputusan. Menurutnya hal ini didasari beberapa alasan. Salah satunya karena sebagian besar penduduk Indonesia dari berbagai usia memiliki smartphone dengan angka 66,31%. Selain itu, penggunaan telemedicine semakin meningkat terutama saat pandemi covid 19.

“Alodokter telah diunduh oleh lebih dari 5 juta pengguna di Google Play dan meningkat sejak Maret 2020 hingga kurang lebih 33 juta pengguna. Ada juga aplikasi Halodoc yang telah diunduh lebih dari 1 juta kali dari kurang lebih 9 juta pengguna aktif”, ungkapnya. Selain dua aplikasi di atas, juga ada aplikasi Pakdok, Practo, Klikdokter dsb. Uniknya, aplikasi tersebut dikelola oleh dokter muda.

Selain itu, distribusi dokter spesialis di Indonesia masih belum merata. Dokter spesialis masih terkonsentrasi di tiga provinsi besar di Indonesia yakni Jakarta, Yogyakarta, dan Bali. Pemanfaatan internet di Indonesia pun masih beragam. Sebanyak 65% atau 86,3 juta pengguna ada di Pulau Jawa dan mayoritasnya adalah masyarakat perkotaan.

Ia juga menyebutkan beberapa manfaat aplikasi informatika medis, seperti di antaranya meningkatkan keselamatan pasien, manajemen klinik, mengurangi biaya, fungsi administratif, mendukung diagnosis, membantu pengambilan keputusan pasien, dokumentasi, dan meningkatkan alur kerja.

Namun demikian, aplikasi medis juga masih memiliki beberapa tantangan yang perlu dibenahi. Seperti terganggunya alur kerja, terlalu banyak peringatan atau rekomendasi yang tidak perlu, ketergantungan atau kepercayaan berlebihan pada keakuratan sistem, ketergantungan bagi literasi komputer, tantangan pemeliharaan, dampak operasional, efisiensi sistem terkait transportabilitas, dan tantangan finansial

Hadirnya konsentrasi Informatika Medis di Magister Informatika UII turut memberi pelajaran-pelajaran Pemikiran Klinis yang nantinya akan diajarkan oleh dokter dari UII. Kurikulum juga memuat Statistika Medis, Sistem Pendukung Keputusan Klinis, Pencitraan Medis, E-Health, Informatika Biomedis, dan Kapita Selekta Informatika Medis.

Di akhir pemaparannya, ia menyebut dokter dan teknologi informasi menjadi partner ideal yang saling bersinergi satu dengan yang lainnya. Teknologi bukannya menjadi ancaman bagi dokter yang akan digantikan dengan teknologi informasi karena dua-duanya masih dibutuhkan. Dengan menggunakan layanan kesehatan secara online sangat membantu baik dari sisi masyarakat ataupun dokter. (HN/ESP)

6 Juli 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/07/informatika-medis-UII.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-07-06 14:00:502020-07-06 21:57:33Dunia Medis Kian Membutuhkan Aplikasi Teknologi Informasi

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Mendesain Bangunan Tahan Gempa Link to: Mendesain Bangunan Tahan Gempa Mendesain Bangunan Tahan Gempa Link to: Menilik Sejarah Studi Komunikasi di Indonesia Link to: Menilik Sejarah Studi Komunikasi di Indonesia Menilik Sejarah Studi Komunikasi di Indonesia Scroll to top Scroll to top Scroll to top