Lulus dari bangku kuliah menjadi gerbang awal dalam meniti karier. Fase ini penting dipersiapkan sejak dini, terlebih para lulusan dari berbagai perguruan tinggi akan berlomba mendapatkan pekerjaan. Begitu juga kompetisi yang akan dihadapi para lulusan yang berencana melanjutkan studi.

Universitas Islam Indonesia (UII) melalui Direktorat Pengembangan Karier dan Alumni kembali menggelar seminar Career Mentoring bertajuk “Inspirasi Karier Masa Depan”. Seminar yang digelar pada Sabtu (5/10) di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII ini menghadirkan enam orang narasumber alumni UII yang telah sukses meniti karir sesuai dengan bidangnya.

Keenam pembicara tersebut yakni Tomy Ristanto, S.H., M.I.K. seorang jurnalis Net Tv, Yoga Arya Kuswanto S.Psi., M.Psi. sebagai VP Human Capital Pelindo 3, Andwy Valentine seorang founder dan CTO Finfini, Asri Meikawati, S.E., M.B.A. pemilik cokelat ndalem, Irfan Arghi Nuswantoro kepala producer di gameloft dan peraih beasiswa Febrianti Nurul Hidayah, S.T., B.Sc., M.Sc.

Materi yang disampaikan beragam, Yoga Arya misalnya memaparkan seputar tantangan dan kompetensi utama yang dibutuhkan untuk berkarir sebagai profesional di era sekarang. Asri dan Andwy menyampaikan materi proses dan lika-liku membangun suatu bisnis serta tips dan kiat-kiat untuk bisa bertahan dan terus berkembang di industri tersebut.

Sementara pembicara lainnya Tomy dan Irfan menjelaskan seputar tantangan dan kompetensi utama yang dibutuhkan untuk berkarir sebagai profesional di era sekarang. Sedangkan Febrianti dalam materinya memaparkan pengalamannya meraih beasiswa luar negeri dan berbagai tips untuk mendapatkannya.

Disampaikan Yoga bahwa jabatan yang didapatkan merupakan amanah bukan suatu hadiah. Selain itu tantangan dalam dunia kerja menjadi sangat besar dengan adanya ASEAN MRAs, sementara produktivitas tenaga kerja Indonesia masih kalah saing dengan negara-negara ASEAN lainnya. Ia menambahkan bahwa persiapan sangat dibutuhkan.

“Nilai IPK tidak menjadi garansi diterima atau ditolaknya di dunia kerja. IPK sangat penting tetapi bukan segalanya, IPK menjadi penting untuk membuka pintu karir tahap awal,” tutur Yoga.

Di hadapan para mahasiswa Yoga menyampaikan bahwa lowongan pekerjaan selalu tersedia setiap saat, yang menjadi permasalahan adalah apakah kita mau atau tidak. Menurut Yoga pengangguran cenderung memiskinkan diri dan memperkaya orang lain. Ciri lain seorang penganguran adalah memilih-milih pekerjaan.

Senada Tomy Ristanto juga menuturkan bahwa persiapan sejak awal sangat dibutuhkan. Menurut Tomy persiapan merupakan setengah dari keberhasilan. Pengembangan kompetensi menjadi poin tambahan dan dapat diperoleh melalui berbagai pelatihan dan kursus.

Disamping itu membangun relasi sejak awal akan membantu dalam pencapaian karir. Ia juga menjelaskan pentingnya mengenali diri dan tujuan yang ingin dicapai. “Jangan fokus dengan kekurangan, tetapi fokus pada kelebihan dan memperbaiki kekurangan. Ingat tidak ada yang instan, mie instan saja masih butuh dimasak,” tandasnya. (NR/RS)