Tiga Mahasiswa UII di bawah naungan unit kegiatan mahasiswa (UKM) el-Markazi meraih beberapa prestasi pada kompetisi Middle East Festival ke-9 di Fakultas Ilmu Budaya, Program Studi Bahasa Arab Universitas Indonesia pada tanggal 26-30 September 2019. Beberapa prestasi itu di antaranya Juara 1 MHQ Putra oleh Abi Quhafa dari Prodi Hubungan Internasional 2018, Juara 2 MTQ Putri oleh Ega dari Prodi Teknik Lingkungan 2017, dan Juara 3 Arabic Voice oleh Risma Isfah Lana dari Prodi Ekonomi Islam 2017.

Acara dua tahun sekali yang bertemakan “Bahasa Arab Milik Semua” ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Menariknya, acara kali ini juga dihadiri oleh pihak Kedutaan Besar Yordania dan juga Kedutaan Saudi Arabia.

“Alhamdulillah kita bisa mendapatkan 3 juara kali ini.” ucap Husna Amalia selaku perwakilan el-Markazi yang ikut mendampingi delegasi. Ditambahkan Husna bahwa motivasi dari para delegasi dalam mengikuti kompetisi ini adalah karena ingin mengukur sejauh mana skill yang dimiliki.

“Orientasinya lebih jauh karena diharapkan ajang kompetisi seperti ini dapat menjadi ruang untuk mengembangkan bakat dari individu itu sendiri. Selain itu, kita juga bisa mengukur sejauh mana penguasaan Bahasa Arab kita dan kemampuan kita untuk berkompetisi”, imbuhnya.

Menurutnya, tiap perlombaan yang diselenggarakan oleh instansi yang berbeda pasti memiliki kriteria penilaian sendiri jadi juga mengasah bagaimana cara menyusun strategi dalam memenuhi kriteria penilaian tersebut.

“Harapannya anggota para delegasi dapat mengerti hakikat dari sebuah kompetisi maupun perlombaan itu apa. Apapun hasilnya, semoga bisa menumbuhkan semangat dan menjadi optimis kembali.”, jelasnya.

Husna juga membagikan tips yang sering dilakukan oleh delegasi el-Markazi. Salah satunya yaitu rajin berlatih dan memaksimalkan waktu yang dimiliki untuk latihan. “Tiap official punya tanggung jawab kepada delegasi untuk mengingatkan agar tetap introspeksi diri. Dari segi ibadah, rajin bermuamalah dengan Allah itu dipastikan dulu, jangan terlalu bergantung pada ikhtiar saja tanpa ada doa karena nanti kita tidak akan mencapai tujuan yang sebenarnya dalam sebuah kompetisi.” pungkasnya. (DRD/ESP)