• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Menjadi Sosok Creative Content Creator Yang Menginspirasi
Berita Kegiatan

Menjadi Sosok Creative Content Creator Yang Menginspirasi

Edu Talk Series UII menggelar webinar dengan topik yang hangat di tengah masyarakat mengenai media sosial pada Minggu (24/7). Webinar bertema “Muda Berkarya Lewat Social Media” ini menghadirkan Aulion, seorang Creative Content Creator yang namanya sudah tak asing di kalangan pengguna media sosial. Ia membagikan tips terkait pembuatan konten, menurut Aulion ide-ide sederhana dan abstrak jangan ragu untuk dikembangkan. Bisa melalui diskusi dengan orang lain atau lewat sosial media.

“Riset adalah segalanya,” jelasnya mengawali webinar. Dia menjelaskan bahwa dalam membuat konten adalah fakta itu sendiri. Maka sebelum mengunggah sebuah konten maka penting untuk mencari tahu kebenarannya karena ada tanggung jawab di setiap konten yang dibuat.

Kebosanan seorang content creator merupakan hal yang biasa. Untuk menghindari hal tersebut maka tetapkan tujuan pembuatan konten. Menurut Aulion, jika tujuannya adalah untuk views maka saat views konten sedikit maka akan menimbulkan kesedihan. 

Aulion sendiri menganggap setiap karya yang dia buat adalah seorang “bayi” miliknya. Untuk membuatnya dibutuhkan ketulusan. Sehingga meskipun nanti viewnya tidak seperti yang diharapkan tapi tetap menimbulkan kepuasan pada dirinya sendiri. “Anggap karya seperti bayi sehingga butuh ketulusan untuk menciptakannya,” jelasnya.

Seseorang yang baru pertama kali terjun dalam dunia konten creator tidak lahir langsung dengan “value” unik masing-masing. Sehingga Aulion menjelaskan bahwa value tersebut lahir melalui pengalaman yang kadang mesti gagal berkali-kali. Lewat eksperimen berulang kali tersebut nanti seorang content creator menemukan value uniknya. Namun, “stay relevant” adalah salah satu aspek penting. Sehingga bertukar pikiran dan berburu ide adalah suatu hal yang harus selalu dilakukan.

Komentar negatif pun tak jarang menjadi tantangan yang membuat insecure para creative content creator. Untuk itu bagi Aulion mau sebagus apapun karya kita maka akan selalu ada orang yang tidak suka. Pendapat dan omongan orang lain bukanlah suatu hal yang dapat kita kontrol. Sedangkan hal yang bisa dikontrol adalah tindakan kita. Saat melihat komentar negatif tidak usah ragu untuk menghapus atau memblokir.

“Anggap komentar negatif seperti sampah yang harus dibuang di tempatnya,” katanya.

Namun, Aulion mengingatkan pentingnya membedakan komentar negatif dengan kritik yang membangun. Contohnya, Dia pernah mendapati komentar jika konten yang dia buat memberikan efek kurang nyaman pusing orang yang menonton.

Setelah disimak lagi ternyata pergerakan video yang dibuat memang kurang nyaman dilihat. Melihat hal tersebut akhirnya Aulion meningkatkan kualitas pembuatan konten dengan menggunakan tripod agar lebih nyaman dilihat.

Berbeda dengan komentar negatif yang memiliki niat kebencian dan hujatan. Maka Aulion tidak ragu untuk menghapus dan memblokir akun tersebut. Tak jarang mereka menggunakan akun palsu sehingga tidak bisa dipertanggungjawabkan. Daripada sosial media miliknya menjadi lapak hujatan antar netizen maka lebih baik langsung memblokir pemberi hate comment. (UAH/ESP)

26 Juli 2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/07/Menjadi-Sosok-Creative-Content-Creator-Yang-Menginspirasi.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2022-07-26 13:29:082022-07-27 13:38:09Menjadi Sosok Creative Content Creator Yang Menginspirasi

Berita Terakhir

  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Revolusi Taqwa 7.0 vs Revolusi Society 5.0 Link to: Revolusi Taqwa 7.0 vs Revolusi Society 5.0 Revolusi Taqwa 7.0 vs Revolusi Society 5.0 Link to: UII Gelar Dialog Kebangsaan Imaji Satu Abad Indonesia Link to: UII Gelar Dialog Kebangsaan Imaji Satu Abad Indonesia UII Gelar Dialog Kebangsaan Imaji Satu Abad Indonesia Scroll to top Scroll to top Scroll to top