Menuju Abdidaya 2026: UII Lepas 5 Tim PPK Ormawa untuk Hadirkan Dampak di Masyarakat
Universitas Islam Indonesia (UII) tahun ini sukses meraih gelar sebagai kampus swasta tertinggi yang menerima pendanaan sebanyak lima proposal dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) di wilayah Yogyakarta. PPK Ormawa adalah program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh Perguruan Tinggi (PT) yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam rangka mendukung keberhasilan program tersebut, Student Achievement Mobility Center (SAMC) sebagai operator PT menyelenggarakan acara Pelepasan dan Pembekalan Tim Delegasi PPK Ormawa UII 2026 dengan mengangkat tema “Menguatkan Kolaborasi, Menghadirkan Dampak, Menuju Abdidaya 2026”. Acara ini diselenggarakan di Auditorium Gedung K.H. Mas Mansur, Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII, pada Jum’at (05/06).
Arif Fajar Wibisono, S.E., M.Sc., Direktur Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan dalam sambutannya mengaku bangga dengan raihan prestasi ormawa, ia menyebut UII berhasil masuk dalam kategori tiga besar di tingkat nasional, “Dan ini harus kita syukuri karena PPK Ormawa itu program prestisius, prosesnya juga panjang selama 4 bulan,” ucapnya. Ia memberikan motivasi kepada para mahasiswa untuk meraih perhargaan tertinggi bagi program ini yaitu Abdidaya. Anugerah Abdidaya Ormawa ini hadir sebagai puncak apresiasi bagi pihak yang berpengaruh dalam PPK Ormawa. Ia juga menyebut pihak kampus siap memfasilitasi dan mendukung penuh program pemberdayaan ini dengan memberikan kesempatan konversi Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa yang terlibat.
Pembahasan lanjutan mengenai konversi KKN, Kepala Pusat KKN, dr. Raden Edi Fitriyanto, M.Gizi. menegaskan bahwa pihak Pusat KKN siap mengapresiasi kontribusi tersebut melalui konversi nilai KKN setara 2 SKS (120 jam lapangan). Ia menjelaskan bahwa konversi ini bersifat opsional dan tidak menghilangkan hak mahasiswa untuk tetap menempuh KKN reguler, namun seluruh penilaiannya wajib bertumpu pada standar kompetensi yang kuat, “bukan menggunakan semua kegiatan, kita membersihkan kita apresiasi dengan nilai KKN, tapi harus ada aspek akademisnya” tegasnya. Ia juga menyatakan komitmen penuh Pusat KKN untuk memberikan full support bagi tim delegasi agar mampu menghadirkan dampak nyata di masyarakat.
Setelah prosesi pelepasan secara simbolis dengan pemakaian jas almamater dari Dosen Pembimbing kepada Ketua Pelaksana PPK Ormawa, acara kemudian ditutup dengan harapan besar agar seluruh tim delegasi mampu menunjukkan performa terbaik mereka di lapangan.
“Pelepasan ini menjadi simbol bahwa mahasiswa siap diterjunkan ke masyarakat, siap melakukan kegiatan yang disusun dengan baik, dan melaksanakan dengan seoptimal mungkin agar capaian terbaik yang kita dapatkan.” pungkas Arif selaku Direktur DPK menutup acara. (NKA/AHR/RS)





