Menumbuhkan Islam Rahmat Bagi Semesta di Tengah Mahasiswa Baru

Islam rahmatan lil-alamin mengajarkan sikap inklusif yakni keterbukaan untuk segala hal tanpa mengabaikan yang sudah dipelajari seperti terbuka pikiran, sikap, dan lainnya. Islam yang dapat diterima sejak kita kecil, yang jika bertemu orang baru tidak memusuhi. Konsep Islam ini juga menekankan pentingnya keberagaman yang artinya penerimaan bahwa manusia hidup di negri ini tidak sendirian.

Seperti disampaikan Dedik Priyanto, salah seorang narasumber dalam kegiatan Pesona Ta’aruf (PESTA) Mahasiswa Baru UII 2020 melalui Youtube PESTA UII pada Kamis (10/9). Kegiatan tersebut memang mengangkat tema “Menebar Nilai-Nilai Islam Rahmatan Lilalamin di Era Teknologi Informasi”.
Dedik Priyanto menyampaikan konsep Islam Rahmatan Lil-alamin juga kental dengan kecintaan akan pengetahuan. Seperti dicontohkan tokoh Mohammad Natsir, Wahid Hasyim, dan pendiri UII lainnya.

“Pengetahuan ini kunci agar kita tidak dijajah karena kita memiliki pengetahuan di dalamnya. Kemudian Rahmatan Lil-alamiin selalu beririsan dengan rahmat bagi semesta, konsep ini juga selalu bersinggungan dengan lingkungan. Tugas kita sebagai manusia sebagai pemimpin di muka bumi ini adalah menjaga lingkungan”, ungkap Managing Editor di portal online islamic.co tersebut.

Dalam sebuah riset yang menunjukkan sepenting apa agama bagi negara, Indonesia menjadi negara nomor 3 yang menganggap agama merupakan elemen penting bagi hidupnya. Bagi orang Indonesia agama itu tidak bisa terlepas dari dirinya yang sudah mendarah daging bagi dirinya.

Ia menambahkan agama merupakan hal yang relevan bagi masyarakat sehingga apabila di Indonesia jika ingin melakukan perubahan sosial maka akan menggunakan agama untuk melakukan perubahan. Misalnya ingin mengangkat daerah miskin untuk lebih maju maka Indonesia akan menggunakan agama untuk mendorongnya.

Namun sayangnya akhir-akhir ini menurutnya nilai tersebut sudah mulai hilang dalam kebiasaan masyarakat kita. Untuk itu, UII pun selalu menanamkan nilai-nilai Islam yang membumi dalam berbagai aktivitas akademik. Hal ini bertujuan agar para mahasiswa baru dapat bertumbuh menjadi insan yang bermanfaat bagi masyarakat. (FNJ/ESP)