• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Menyiapkan Diri Menyambut Digitalisasi Pendidikan di Era 5.0
Berita Kegiatan

Menyiapkan Diri Menyambut Digitalisasi Pendidikan di Era 5.0

Meski dihantam Pandemi Covid-19, Indonesia terus mengalami digitalisasi yang pesat dalam banyak aspek, termasuk pendidikan. Pembelajaran jarak jauh tak akan mampu diselesaikan tanpa teknologi sebagai jembatan penghubungnya. “Memasuki era 5.0 bidang pendidikan dituntut untuk kolaborasi,” disampaikan oleh Beni Suratno, S.T., M.Soft.Eng., Direktur Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan Universitas Islam Indonesia (UII) di acara Webinar LABMA Scientific Fair pada Sabtu (22/10).

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pada era 5.0 kelak menonjolkan kompetisi bukan prioritas lagi, melainkan kolaborasi. Tantangan saat ini adalah pemilahan informasi. Berlimpahnya informasi yang ada, menantang kita untuk mencari informasi yang bermanfaat. Terhadap perubahan tersebut, seorang manusia harus bersikap aktif dan responsif. Kepedulian terhadap isu-isu baik lokal maupun global yang berdampak pada kehidupan.

Senada, pembicara Parama Pradana Suteja, yang juga mahasiswa Universitas Harvard menjelaskan bahwa saat ini peralihan dari era 4.0 diibaratkan manusia sudah mampu menciptakan robot. Kelak di era 5.0 tidak hanya kemampuan menciptakan robot saja, namun maksimalnya pemanfaatan robot dalam aktivitas manusia.

Khususnya bidang pendidikan, transisi pengalaman pandemi yang mengubah luring menjadi daring membuat metode pembelajaran hybrid justru akan dipakai. Ada faktor yang mempengaruhi suatu output dalam pendidikan. Faktor internal contohnya adalah minat belajar. Faktor satunya yakni eksternal contohnya adalah software yang mendukung. Dua hal tersebut harus berkolaborasi sama kuatnya untuk menghasilkan suatu output yang cemerlang.

“Jika sudah ada software, namun tidak punya minat belajar maka hasil kurang maksimal,” jelasnya.

Berbicara mengenai inovasi pendidikan, Parama mengatakan perlu adanya inovasi, contohnya adalah metode project based. Melalui metode tersebut diharapkan akan meningkatkan daya tarik pelajar dan juga mampu mengasah soft skill dan hard skill. Soft skill yang dimaksud adalah berkomunikasi dan bersosial yang penting untuk diasah.

Untuk mengubah suatu hal besar, sudah pasti butuh waktu yang tak sebentar. Namun, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten yang mampu melahirkan perubahan tersebut. Parama memberi contoh hal kecil tersebut sebagai membiasakan siswa menggunakan mesin pencari (google), menggunakan learning management system (google classroom) untuk mengakses materi, mengumpulkan tugas, dan manajemen pembelajaran. Hal besar dalam digitalisasi pendidikan adalah saat terwujudnya pembelajaran asinkron yang fleksibel dapat dilakukan dimana saja.

Ia menilai saat ini adalah waktu krusial untuk meningkatkan kemampuan dan mengeksplorasi diri guna menyiapkan era 5.0. Caranya bisa dengan mengembangkan skill interpersonal. Melatih diri dalam menyampaikan ide-ide yang ada dalam pikiran kita. Hal yang tak kalah penting adalah kemampuan untuk memecahkan masalah. Misalkan nanti kehidupan kita dibantu oleh AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan. Sebagai manusia harus lebih cakap dari AI. Manusialah pengendali serta pemecah masalah sebenarnya. Sebagai kalimat penutup, Parama membagikan sebuah quotes Norman Vincent Peale “Shoot for the moon. Even if you miss you’ll land among stars”. (UAH/ESP)

23 Oktober 2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/10/Menyiapkan-Diri-Menyambut-Digitalisasi-Pendidikan-di-Era-5.0.jpg 401 717 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2022-10-23 15:55:432022-10-25 15:58:45Menyiapkan Diri Menyambut Digitalisasi Pendidikan di Era 5.0

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: IKI UII Ajak Sadari Pentingnya Menjaga Kesehatan Lansia Link to: IKI UII Ajak Sadari Pentingnya Menjaga Kesehatan Lansia IKI UII Ajak Sadari Pentingnya Menjaga Kesehatan Lansia Link to: Mahadata dan Nilai Abadi Link to: Mahadata dan Nilai Abadi Mahadata dan Nilai Abadi Scroll to top Scroll to top Scroll to top