Universitas Islam Indonesia (UII) memasuki usia ke-76 tahun. Di usia yang tidak muda lagi, UII terus berupaya meningkatkan kualitas serta potensi yang dimiliki guna mencetak generasi bangsa yang kompeten dan berakhlak islami dengan pendidikan yang berkualitas sebagai wujud pelayanan UII pada bangsa.

Di hadapan peserta Sidang Terbuka Senat Milad Ke-76 UII, di Auditorium Prof. Dr. Abdulkahar Mudzakkir UII, Kamis (4/4), Rektor UII Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., mengatakan pelayanan pada bumi pertiwi ini menyentuh beragam ranah mulai dari bagaimana UII melayani agama, rakyat, ilmu serta keluarga dan berbagai dimensi: masa lalu, masa kini dan harapan.

“Peristiwa milad menjadi pengingat jati diri dan pemaknaan masa depan mengingat universitas ini lahir dari rahim bangsa Indonesia yang senantiasa melayani Indonesia sebagai warga dunia secara seksama,” ungkap Fathul.

Penguatan nilai pengkhidmatan, lanjut Fathul, telah dirumuskan dalam tujuan strategis universitas, yakni menguatkan nilai dasar keislaman dan pengembangan kapasitas internal, menjulangkan inovasi berkelanjutan untuk membangun rekognisi internasional serta melebatkan manfaat melalui perluasan jangkauan jejaring dan peningkatan dampak.

“Ibarat sebuah pohon, tanpa akar yang kuat maka julangannya akan mudah tumbang sebagaimana sebuah organisasi yang besar tidak akan mampu berkembang apabila manusia dan sistem di dalamnya keropos,” lanjutnya.

Dengan jumlah mahasiswa mencapai 25.959 mahasiswa, Fathul mengungkapkan menjadi tantangan bagi UII dalam penguatan kualitas lulusan nantinya. Berbagai upaya telah dilakukan seperti integrasi infrastruktur digital, kualitas tata pamong dan tata kelola kapasitas dosen dan tenaga kependidikan dalam rangka penguatan daya saing lulusan serta mendukung internasionalisasi universitas.

“Sebagai bagian dari proses perbaikan dan terus mengedepankan kualitas, beragam program sudah dipersiapkan sepanjang tahun 2019 ini,” tuturnya.

Dari beberapa perbaikan kualitas internal yang telah dijalankan, Fathul menyampaikan bahwa beberapa program studi yang ada di UII berhasil meraih kenaikan akreditasi bahkan akreditasi internasional.

“Seperti prodi Teknik Kimia yang berhasil meningkatkan akreditasinya menjadi A dan prodi Kimia berhasil meraih akreditasi internasional dari The Royal Society Chemistry (RSC). Selain itu pada tahun 2019 UII menjadi PTS Peringkat 1 Nasional untuk perolehan hibah pendanaan PKM V bidang, paparnya.

Sementara Ketua Badan Wakaf UII, Drs. Suwarsono Muhammad, M.A mngucapkan terima kasih kepada Rektor dan segenap civitas academica UII yang selalu berupaya dalam meningkatkan sistem pengajaran di lingkungan kampus sebagai upaya menghasilkan lulusan yang tak hanya berilmu ilmiah namun juga beramal amaliah.

Berkat sistem yang baik inilah UII masih dan semoga selalu dipercaya masyarakat dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada bangsa. “Alhamdulillah masyarakat masih dan semoga selalu percaya dengan kita. Ke depan UII selalu memberikan pelayanan terbaik tak hanya dari pendidikan saja namun juga berbagai aspek seperti kesehatan, ekonomi dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Fathul Wahid.

Pada acara puncak Milad ke-76 UII ini turut hadir Kepala Badan Lingkungan Hidup Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Drs. Tri Mulyono, M.M. Membacakan Pidato Gubernur, Tri Mulyono menyampaikan pendidikan menjadi salah satu pilar utama pembangunan di DIY, disamping pariwisata dan budaya. Ketiga pilar ini menjadi prioritas pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah DIY.

“Perguruan Tinggi juga mempunyai tugas utama sebagai institusi yang bertanggungjawab untuk mengajarkan kebenaran, menemukan kebenaran, membangun nilai-nilai baru,” tuturnya

Pada penyelenggaraan acara puncak milad UII ke-76 ini juga diisi dengan penyampaian pidato ilmiah oleh Dosen Fakultas Kedokteran UII, Dr. dr. Betty Ekawati Suryaningsih, Sp.KK., FINSDV. Dalam orasinya, Ia menjelaskan materi berjudul Menjaga Pola Hidup Sehat, Memperlambat Proses Penuaan Kulit Merupakan Bentuk Amaliah Islamiah.

Betty Ekawati menyampaikan bahwa penting untuk menjaga pola hidup sehat. Setiap orang ingin mempunyai umur panjang dan tetap dalam keadaan sehat meski umur bertambah. Seiiring bertambahnya umur ageing atau penuaan adalah prubahan pada fungsi dan tampilan disik pada tubuh seseorang. Proses penuaan karena faktor umur akan dialami oleh setiap orang dan tidak dapat dihindari Oleh karena itu, dirinya mengajak segenap civitas academica UII untuk selalu menjaga pola hidup sehat dalam upaya memperlambat proses penuaan kulit

Dijelaskan Betty Ekawati gaya hidup yang penuh stres, kurang istirahat, polusi akan merusak sel sehingga sel menjadi lebih tua atau yang disebut penuaan. Ia menghimbau untuk memperhatikan hal-hal tersebut dalam bekerja mengingat menjaga pola hidup sehat merupakan cara ampuh meminimalkan penuaan terutama pada kulit.

“Kulit yang sehat akan mengarah pada kesehatan mental dan emosional yang lebih baik dan pada akhirnya berdampak pada hubungan sosial yang positif,” pungkasnya.

Perayaan puncak milad ke-76 UII diakhiri dengan penyerahan penghargaan oleh Rektor UII serta penyampaian selamat dari Ketua Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII bagi civitas academica yang berprestasi dan telah memberikan kontribusi terbaik terhadap perkembangan UII saat ini. (ENI/RS)