• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / PAI UII Bedah Novel Sekolah Terakhir, Refleksikan Makna dan Masa Depan...
Berita Kegiatan

PAI UII Bedah Novel Sekolah Terakhir, Refleksikan Makna dan Masa Depan Pendidikan

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar kegiatan Selasar Kontemplasi: Membedah Makna dan Masa Depan Pendidikan dengan membahas novel Sekolah Terakhir karya Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., dosen sekaligus Guru Besar Jurusan Informatika UII. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (25/06) di Laboratorium Program Studi PAI, Gedung K.H.A. Wahid Hasyim, Kampus Terpadu UII, tersebut menghadirkan Kurniawan Dwi Saputra, Lc., M.Hum., dosen Program Studi PAI UII, sebagai pembahas dan diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta sivitas akademika UII. Melalui forum ini, peserta diajak merefleksikan berbagai persoalan pendidikan sekaligus mendalami gagasan yang diangkat dalam novel tersebut.

Dalam paparannya, Prof. Fathul Wahid menjelaskan bahwa novel Sekolah Terakhir lahir dari kegelisahannya terhadap berbagai praktik pendidikan yang semakin berorientasi pada kompetisi dan capaian formal. Melalui novel tersebut, ia ingin menghadirkan alternatif cara pandang mengenai pendidikan yang lebih memanusiakan. “Kita mungkin tidak bisa mengubah semuanya, tetapi kita bisa melakukan perlawanan-perlawanan kecil dengan menyuntikkan nilai dan membingkai ulang praktik pendidikan. Saya percaya perubahan besar sering kali dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten,” ujarnya.

Fathul menambahkan bahwa berbagai tokoh dan peristiwa dalam novel banyak terinspirasi dari pengalaman, pengamatan, serta dialog dengan komunitas pendidikan. Menurutnya, pendidikan tidak semata-mata berlangsung di ruang kelas, tetapi juga tumbuh melalui interaksi sosial dan pengalaman hidup yang membentuk karakter seseorang.

Lebih lanjut, Kurniawan selaku pembahas menilai Sekolah Terakhir berhasil menghadirkan kritik terhadap pendidikan modern sekaligus memperluas makna belajar. “Novel ini merupakan kritik terhadap neoliberalisme pendidikan dan memperluas ruang pembelajaran, dari ruang kelas ke sawah, lapangan, hingga kehidupan sehari-hari. Novel ini mengingatkan kita bahwa belajar tidak selalu harus berlangsung dalam ruang-ruang formal yang selama ini dianggap sebagai satu-satunya tempat memperoleh pengetahuan,” ungkapnya.

Selain mengapresiasi gagasan yang diangkat,  Kurniawan juga memberikan sejumlah masukan terkait pendalaman karakter dan eksplorasi konteks sosial budaya dalam cerita. Menurutnya, penguatan latar belakang tokoh serta kearifan lokal yang hidup di masyarakat dapat semakin memperkaya narasi dan memperluas perspektif pembaca mengenai pendidikan.

Melalui diskusi ini, peserta diajak melihat pendidikan tidak hanya sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai upaya membangun kesadaran sosial, karakter, dan kemanusiaan. Novel *Sekolah Terakhir* diharapkan dapat menjadi medium refleksi sekaligus membuka ruang dialog mengenai masa depan pendidikan Indonesia yang lebih inklusif dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan. (AHR/RS)

25 Juni 2026
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/06/Selasar-Kontemplasi-scaled.jpg 1707 2560 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2026-06-25 16:00:472026-06-25 16:00:47PAI UII Bedah Novel Sekolah Terakhir, Refleksikan Makna dan Masa Depan Pendidikan

Berita Terakhir

  • UII Sambut 22 Mahasiswa Internasional dalam Program P2A UIISAGE BRIDGE 2026
  • UII Gelar Studium Generale Ungkap Akar Perilaku Menyimpang dalam Masyarakat
  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Fakultas Hukum UII dan LMKN Jalin Kerja Sama Penguatan Pendidikan dan Pengembangan Hak Kekayaan Intelektual Link to: Fakultas Hukum UII dan LMKN Jalin Kerja Sama Penguatan Pendidikan dan Pengembangan Hak Kekayaan Intelektual Fakultas Hukum UII dan LMKN Jalin Kerja Sama Penguatan Pendidikan dan Pengembangan... Link to: FH UII Gelar Pelepasan dan Pembekalan Alumni Periode Juni 2026 Link to: FH UII Gelar Pelepasan dan Pembekalan Alumni Periode Juni 2026 FH UII Gelar Pelepasan dan Pembekalan Alumni Periode Juni 2026 Scroll to top Scroll to top Scroll to top