• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Penerapan TIK di Ranah Kesehatan
Berita Kegiatan

Penerapan TIK di Ranah Kesehatan

Pernyataan Sikap UII

Tiap tahun, bulan November dijadikan sebagai Bulan Mutu Nasional. Dalam rangka memperingatinya, Universitas Islam Indonesia (UII) bersama Badan Standardisasi Nasional (BSN) menggelar webinar tentang standardisasi di ranah pelayanan kesehatan, Rabu (11/11). “Standar dan Penilaian Kesesuaian sebagai Enabler Layanan Kesehatan Berbasis TIK” menjadi tema pada kesempatan tersebut.

Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D. selaku Wakil Rektor Bidang Networking dan Kewirausahaan turut memberi sambutan di acara ini. Ia menegaskan pentingnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam ranah kesehatan. “Sangat jelas, teknologi informasi kesehatan telah berjasa memegang peranan penting dalam memerangi pandemi Covid-19,” ucapnya.

TIK seperti Internet of Things dan Kecerdasan Buatan (AI) telah memegang peranan besar dalam hal pelayanan kesehatan, dan keberadaan Covid-19 semakin mendorong pemanfaatannya. Oleh karena itu, ia berharap berbagai pihak terkait standardisasi pelayanan kesehatan berbasis TIK ini.

“Kami mengharapkan kepada BSN, Kementerian Kesehatan, dan lembaga pemerintah terkait agar dapat bekerja sama mengembangkan dan mengaplikasikan standar, serta menyediakan pengujiannya dalam memanfaatkan TIK pada layanan kesehatan, sehingga dapat meningkatkan keamanannya,” tuturnya.

Mengutip dari laman web resmi, BSN merupakan lembaga pemerintah non-kementerian Indonesia dengan tugas pokok yakni melaksanakan tugas pemerintah di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian di Indonesia. Oleh karena itu, serangkaian acara pada Bulan Mutu Nasional ini menjadi momentum mengedukasi khalayak terkait standardisasi, khususnya dalam hal pelayanan kesehatan berbasis TIK.

“Standardisasi ini lebih tinggi ya daripada peraturan kalau kita bandingkan,“ sebut Ir. Nasrudin Irawan, MEnvStud., Deputi Bidang Pengembangan Standar BSN. “Standar ini dibuat berdasarkan konsensus antara pihak yang mengatur dan diatur. Kalau peraturan meskipun peraturan itu bagus tapi seringkali ada aja pihak yang mengeluh atau protes keberatan,” ungkapnya.

“Saya gambarkan misalnya penentuan jumlah ojek dalam suatu kota. Kalau ditentukan misal 10.000, itu nanti pengemudinya mengeluh, bilang terlalu banyak, sehingga penghasilannya turun. Sedangkan (jika dikurangi) penumpang mengeluh karena menunggunya terlalu lama. Tetapi kalau ini disusun berdasarkan standar, berdasarkan konsensus antar pihak katakanlah hasilnya 9.000, maka ini tingkat keberterimaannya akan tinggi dan diterima semua pihak,” jelasnya memberi contoh.

Dijelaskan Nasrudin Irawan, standardisasi pada dasarnya bersifat sukarela. Namun demikian, terdapat kategori yang tidak bisa ditoleransi alias wajib sifatnya diterapkan. kategori tersebut yakni yang terkait langsung dengan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup atau yang biasa disingkat K3LH.

Dalam penyelenggaraan webinar tentang standardisasi di ranah pelayanan kesehatan ini, dihadiri pula sejumlah narasumber dengan subtopik bahasan yang berbeda. Mewakili Kementerian Kesehatan, dr. Iin Dewi Astuti membahas soal kebijakan dan program terkait telemedicine di Indonesia. Kemudian Direktur Penngembangan Bisnis Underwriter Laboratory (UL) USA James Keller dan Pimpinan Praktik Regional Underwriter Laboratory (UL) Cina Paul B Zhang. Keduanya yang mewakili perusahaan multinasional konsultan keamanan dan sertifikasi itu memaparkan tren global dalam hal telehealth dan AI.

Selain itu, ada Prof. Dr. Kuwat Triyana, M.Si. mengangkat GeNose, alat uji Covid-19 yang ditemukan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Dua pembicara lain, Guru Besar Universitas Indonesia (UI) sekaligus Ketua Institute of Electrical and Electronics Engineering (IEEE) Indonesia Prof. Dr. Wisnu Jatmiko dan Sekretaris Prodi Teknik Industri UII Ir. Ira Promasanti Rachmadewi, M.Eng. masing-masing secara berurutan membahas standardisasi telehealth dan AI serta Implementasi e-health dan peran standar terkait. Tidak kurang dari 200 peserta dari beragam latar belakang hadir secara maya mengikuti webinar. (HR/RS)

16 November 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Kampus-UII-1.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-11-16 13:53:212020-11-16 13:53:21Penerapan TIK di Ranah Kesehatan

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Peran Penting Apoteker dalam Praktik Kefarmasian Link to: Peran Penting Apoteker dalam Praktik Kefarmasian Peran Penting Apoteker dalam Praktik Kefarmasian Link to: Mempertahankan Esensi Internasionalisasi Link to: Mempertahankan Esensi Internasionalisasi Mahasiswa FIAI Sabet Juara 1 Artikel Ilmiah NasionalMempertahankan Esensi Internasionalisasi Scroll to top Scroll to top Scroll to top