• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Pentingnya Tawakal dalam Berbisnis
Berita Kegiatan, Pilihan

Pentingnya Tawakal dalam Berbisnis

Pentingnya Menjaga Sport Performance

Berbagai macam upaya dicurahkan para pengusaha guna mempertahankan roda bisnis yang dijalankan di tengah situasi sulit akibat mewabahnya Covid-19. Mulai dari efisiensi perusahaan hingga berhutang pun terpaksa dilakukan pemilik usaha demi menghindari dampak buruk yang menanti. Namun, terkadang terlupakan akan satu aspek yang ketidakhadirannya menjadikan ikhtiar yang dilakukan menjadi tidak sempurna, atau bahkan sia-sia. Aspek tersebut adalah tawakal.

Saptuari Sugiharto, pengusaha berbagai lini bisnis dan pegiat anti hutang ribawi yang juga penulis beberapa buku, menjadi tamu dalam Growth Talk NgoBraS (Ngobrol Bareng Startup) yang untuk kali ketiga diselenggarakan oleh Inkubasi Bisnis dan Inovasi Bersama Universitas Islam Indonesia (IBISMA UII). NgoBraS yang digelar pada Kamis (11/6) ini, mengangkat judul Ikhtiar & Tawakal di Tengah Krisis.

Mengawali obrolan, Mas Saptu, sapaan akrab Saptuari Sugiharto, berbagi kisah sekilas perjalanan hidupnya yang penuh lika-liku dan kental akan nilai berserah diri kepada Yang Maha Kuasa atau disebut dengan tawakal. Mulai dari perjuangannya saat kuliah sembari mencari uang untuk membiayai, sampai dengan jatuh bangunnya di dunia bisnis. Semua itu dilakukannya dengan penuh tawakal.

“Waktu itu saya cuma bilang ke Ibu, Bu saya ingin kuliah. Ibu saya ngomong, biayanya piye le?. Wis tenang Bu, ada Allah Maha Besar, pasti bisa. Tapi saya juga mikir, Ya Allah piye iki golek (cari) duit,” ceritanya diiringi tawa.

Host Growth Talk NgoBraS dari IBISMA UII, Arif Fajar Wibisono mengambil benang merah dari kisah Mas Saptu. “Sekilas cerita dari Mas Saptu ini sangat-sangat inspiratif. Salah satu hal yang inspiratif menurut saya yaitu banyak hal yang sebenarnya Mas Saptu itu tawakalnya tidak terucap ya, cuman Mas Saptu itu benar-benar bertawakal. Sejauh yang saya tahu kan tawakal itu pasrah (setelah berikhtiar). Kepasrahan Mas Saptu itu ditunjukkan dengan, Wis sing penting ono gusti Allah, kan gitu,” ucapnya.

Sepanjang acara, Mas Saptu juga berbagi tips agar usaha yang dijalani dapat tetap bertahan. “Bagaimana ini, supaya kita bisa bertahan di tengah kondisi seperti ini? Saya menyebutnya ada dua macam cara, yakni pivot dan pispot,” sebutnya.

Pivot merupakan salah satu teknik dalam permainan bola basket untuk berputar arah menggunakan tumpuan satu kaki dengan badan yang tetap, tidak berpindah. Hal inilah yang dapat dilakukan oleh pengusaha, yakni mengubah haluan atau cara dalam berbisnis dan memasarkan produknya, namun tetap bertumpu pada bisnis yang dimiliki.

Ia memberikan contoh, saah satu rekannya pemilik bisnis barbershop sempat merumahkan 250 karyawan. Namun, kemudian diubahlah cara berbisnisnya dengan menjadi barbershop ‘panggilan’, bisa melayani cukur rambut di rumah. Bahkan disewakan pula alat cukur barbershop Rp. 50.000 per hari bagi yang ingin melakukannya sendiri di rumah.

“Saya sendiri pun melakukan. Saat pertama kali pemerintah menyatakan darurat Corona (Covid-19), di rumah saja, cuci tangan, pakai masker, itu omset saya langsung turun hari itu juga. Ngga tanggung-tanggung, 50 persen, yang Tengkleng HOHAH! (bisnis kuliner). Seminggu kemudian tinggal 30 persen. Akhirnya saya berpikir untuk membuatnya frozen,” ungkapnya.

“Itu pivot, yang kedua adalah pispot. Itu adalah istilah yang saya pakai. Fungsinya itu buat menampung air seni orang sakit. Tapi pispot itu bisa berfungsi kalau ada anjing yang ngejar, anjing galak, kamu lempar pun bisa,” kelakarnya.

Ia kemudian menjelaskan, saat situasi keuangan yang sulit menghampiri, maka hal apapun yang dapat menghasilkan uang, selama itu halal, maka lakukanlah. Ada dua hal yang seringkali Mas Saptu lakukan sebagai bentuk ikhtiar terakhir, setelah berbagai upaya dilakukan.

Kedua hal tersebut ialah memohon doa kepada Ibu dan menyantuni anak yatim. Dua hal baik ini dapat menjadi contoh bagi kita dalam menyempurnakan ikhtiar yang dilakukan, sebelum bertawakal secara penuh kepada Allah Swt. (HR/RS)

13 Juni 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/Kampus_UII-1.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-06-13 15:38:182020-06-13 15:38:18Pentingnya Tawakal dalam Berbisnis

Berita Terakhir

  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY
  • BP Inauguration 2026: Momen Selebrasi dan Transformasi Mahasiswa Bridging Program UII
  • Jawab Kebutuhan Pasien Internasional, CILACS UII dan RS Panti Nugroho Teken MoU Interpreter Bahasa Arab 

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Prodi Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan UII Peroleh Akreditasi Unggul Link to: Prodi Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan UII Peroleh Akreditasi Unggul Prodi Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan UII Peroleh Akreditasi Unggul Link to: Bedah Buku Epistemologi Ekonomi Islam Link to: Bedah Buku Epistemologi Ekonomi Islam Bedah Buku Epistemologi Ekonomi Islam Scroll to top Scroll to top Scroll to top