• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Pojok Rektor2 / Perubahan tanpa Drama
Pojok Rektor

Perubahan tanpa Drama

Pemekaran fakultas yang kita saksikan hari ini bukanlah hasil dari proses singkat. Ia lahir dari diskusi panjang dan refleksi mendalam. Hari ini adalah wujud nyata dari kesadaran kolektif dan kesepakatan bersama.

Sepanjang proses itu, saya menyaksikan banyak dinamika. Tidak selalu mulus, bahkan kadang menegangkan. Namun ketegangan itu tetap dalam batas yang bisa dikelola, dan justru menjadi energi yang mendinamisasi proses. Di sinilah letak keindahan diskusi dalam organisasi yang sehat.

Dalam organisasi, kita terikat pada semacam kontrak sosial. Ketika kontrak itu berubah, maka ia perlu dimusyawarahkan kembali—dibicarakan, ditinjau ulang, dan disepakati bersama. Saya secara pribadi menganut pendekatan ini. Tentu, ada kawan-kawan yang mungkin memilih jalan berbeda. Beragam pilihan itu sah (lihat e.g. Gornitzka & Larsen, 2016).

 

Rembukan sebagai pilihan

Tapi bagi saya, jalan rembukan adalah pilihan terbaik. Setidaknya, ada tiga alasan yang mendasarinya.

Pertama, saya belajar—meski hanya sedikit—tentang sosiologi organisasi. Saya memahami bahwa dalam melihat organisasi dan perubahan institusional, ada banyak lensa yang bisa digunakan. Demikian pula dalam menghadapi disrupsi, membentuk institusi baru, ataupun merawat yang sudah ada. Setiap pendekatan punya kekuatan dan konsekuensinya masing-masing. Dan saya meyakini, perubahan yang lahir dari kesepahaman bersama akan lebih kokoh dan tahan lama.

Kedua, saya percaya bahwa salah satu nilai luhur dalam dunia akademik—yaitu kolegialitas—perlu terus dijaga. Sayangnya, kita mulai menyaksikan nilai ini perlahan memudar. Banyak kajian mutakhir mengamati hal ini secara kritis. Masuknya semangat neoliberalisme ke dalam dunia pendidikan, termasuk melalui bentuk-bentuk korporatisasi dan penerapan prinsip-prinsip new public management, telah mendorong kampus untuk mengedepankan indikator-indikator materialistik dalam menilai kesuksesan. Akibatnya, nilai-nilai seperti kolaborasi, kebersamaan, dan kesetaraan dalam pengambilan keputusan semakin terpinggirkan.

Saya tidak ingin hal seperti itu terjadi di UII. Walau saya menyadari sepenuhnya bahwa tidak semua orang akan sependapat. Justru karena itu, atas nama kolegialitas, kita harus terus memastikan bahwa kampus ini menjadi ruang yang menjamin kebebasan berpikir dan menyampaikan pendapat, tanpa rasa takut.

 

Pilar institusi

Ketiga, kita perlu melihat institusi bukan hanya dari sisi regulasi. Sebuah institusi yang sehat berdiri di atas tiga pilar utama: regulasi, norma, dan budaya (Scott, 2013). Ketiganya bekerja dengan cara yang berbeda, tetapi saling melengkapi. Pilar regulasi mengandalkan pendekatan koersif, aturan-aturan formal yang menuntut kepatuhan. Pilar norma hidup dari semangat belajar dan pemahaman kolektif atas peran masing-masing. Sedangkan pilar budaya bertumpu pada konsensus dan rasa saling percaya—yang menjadi fondasi kohesivitas warga institusi.

Tanpa ketiga pilar ini berjalan seimbang, institusi akan rapuh. Fokus hanya pada aturan akan melahirkan ketegangan terus-menerus. Mengabaikan norma akan menciptakan kebingungan. Dan jika budaya diabaikan, kita akan kehilangan arah bersama sebagai komunitas akademik.

Hari ini, kita membuka lembaran baru dengan pelantikan Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Psikologi serta Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya. Ini bukan hanya soal struktural, tetapi juga soal nilai, arah, dan masa depan.

Mari terus kita rawat semangat kolegialitas. Kita jaga keberagaman pandangan, kita perkuat pilar-pilar institusi, dan kita pilih jalan rembukan sebagai cara kita bertumbuh bersama.

Selamat bekerja kepada para dekan dan wakil dekan yang baru dilantik. Tugas ini berat, tetapi mulia. UII akan terus melangkah ke depan, sejauh kita tetap berjalan bersama.

 

Referensi

Gornitzka, Å., & Larsen, I. M. (2016). The paradoxical drama of university change: Four cases of moving the unmovable. Dalam N. Cloete (Ed.). Pathways Through Higher Education Research: A Festschrift in Honour of Peter Maassen. Department of Education, University of Oslo (18-24).

Scott, W. R. (2013). Institutions and organizations: Ideas, interests, and identities. Sage publications.

 

Sambutan pada pelantikan Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Psikologi dan Fakultas Ilmu Sosial Budaya, Universitas Islam Indonesia, 2 Juni 2025

 

Fathul Wahid

Rektor Universitas Islam Indonesia 2022-2026

 

2 Juni 2025
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2025/06/Musyawarah.jpeg 1280 1280 985230102 https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png 9852301022025-06-02 05:33:042025-06-08 05:34:19Perubahan tanpa Drama

Berita Terakhir

  • UII dan Badilag MA RI Gelar Seminar Nasional, Bahas Arah Baru Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah di Era Digital
  • UII Lepas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat SINERA 2026 ke Kabupaten Buton
  • UII Luncurkan Fakultas Teknik Desain Inovasi, Perkuat Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan
  • FIAI UII Gelar Diskusi Kajian Turats Bahas Implementasi Epistemologi Ulil Albab dalam Ilmu Sosial
  • UII Sambut 22 Mahasiswa Internasional dalam Program P2A UIISAGE BRIDGE 2026

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Urgensi Pendidikan Antikorupsi bagi Mahasiswa Link to: Urgensi Pendidikan Antikorupsi bagi Mahasiswa Urgensi Pendidikan Antikorupsi bagi Mahasiswa Link to: UII Lantik Pejabat Baru Fakultas Psikologi dan Fakultas Ilmu Sosial Budaya Link to: UII Lantik Pejabat Baru Fakultas Psikologi dan Fakultas Ilmu Sosial Budaya UII Lantik Pejabat Baru Fakultas Psikologi dan Fakultas Ilmu Sosial Budaya Scroll to top Scroll to top Scroll to top