Program Studi (Prodi) Ekonomi Islam Universitas Islam Indonesia (UII) merupakan yang pertama di Indonesia yang mendapat surat izin resmi dari Direktur Jenderal Perguruan Tinggi. Prodi Ekonomi Islam UII berhasil mencetak lulusan terbaik pada wisuda periode IV dan V TA 2019/2020 dan berhak mendapatkan pin emas. Saat ini, Prodi Ekonomi Islam sedang berjuang untuk meraih sertifikasi internasional AUN. Hal ini disampaikan Ketua Program Studi Ekonomi Islam Program Sarjana UII, Soya Sobaya, S.E.I, M.M. dalam acara Bincang Asyik Seputar Ekonomi (BAKSO) pada Sabtu (4/7).

Prodi Ekonomi Islam UII memiliki visi untuk menjadi Prodi unggulan dalam bidang Ekonomi, Keuangan, dan Bisnis Islam di level Asia pada tahun 2025. Untuk itu lah, prodi Ekonomi Islam membangun misi salah satunya dengan mengajukan sertifikasi internasional AUN. Pada awal kemunculannya di tahun 2003, lulusan dari Prodi Ekonomi Islam mendapatkan gelar S.E.I, namun saat ini berubah menjadi S.E. dengan di dampingi SKPI yang menyatakan spesifikasi bidang ekonomi islam.

Hingga saat ini, prodi Ekonomi Islam UII memiliki tiga konsentrasi yang dapat dipilih oleh mahasiswa mulai dari semester 5. Yang pertama adalah Keuangan dan Perbankan Islam, konsentrasi ini berfokus pada manajemen di industri keuangan dan perbankan seperti asuransi, dana pensiun, dan pasar modal. Konsentrasi Keuangan dan Perbankan Islam mengarahkan lulusannya menjadi praktisi di industri keuangan dan perbankan, konsultan, akademisi, serta praktisi di lembaga-lembaga pemerintahan. Pada konsentrasi ini, mahasiswa akan dibekali enam mata kuliah konsentrasi, di antaranya adalah Institusi Keuangan non Bank, Manajemen Perbankan Syariah, Manajemen Keuangan Mikro, Pasar Modal Syariah, Pasar Keuangan Internasional, dan Sistem Pengawasan dan Auditing Lembaga Keuangan Syariah.

Konsentrasi yang kedua adalah Keuangan Publik Islam. Pada konsentrasi ini, lulusannya diharapkan dapat bekerja sebagai praktisi di lembaga keuangan publik. Konsentrasi Keuangan Publik Islam membekali mahasiswanya dengan enam mata kuliah konsentrasi, di antaranya adalah Manajemen Zakat dan Pajak, Social and Public Enterprise, Ekonomi Sektor Publik, Ekonomi Politik, Community Development, dan Keuangan Publik Islam.

Sedangkan konsentrasi yang ketiga adalah Bisnis Islam. Soya Sobaya mengatakan, konsentrasi Bisnis Islam sedang menjadi konsentrasi yang paling favorit dikalangan mahasiswa. Dengan bergabung pada konsentrasi Bisnis Islam, lulusannya diharapkan dapat menjadi enterpreneur dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Pada konsentrasi ini pun, mahasiswa akan dibekali dengan enam mata kuliah konsentrasi yaitu, Manajemen Studi Islam, Studi Kelayakan Bisnis, Global Halal Industry, Brand Corporate, Islamic E-Bisnis, dan Komunikasi Bisnis Islam.

Selain dibekali dengan mata kuliah konsentrasi, mahasiswa prodi Ekonomi Islam diberikan fasilitas yang memadai untuk menunjang perkuliahan, di antaranya adalah laboratorium bank mini dan galeri investasi syariah. Galeri investasi syariah yang dimiliki Prodi Ekonomi Islam merupakan galeri investasi syariah pertama di Indonesia. Tak hanya itu, Prodi Ekonomi Islam juga sedang mengembangkan fasilitasnya dengan membuat laboratorium bisnis Islam yang nantinya akan dijadikan showroom untuk produk-produk mahasiswa. Dosen-dosen di Prodi Ekonomi Islam pun merupakan orang-orang yang telah berpengalaman di bidang ekonomi Islam, sehingga mahasiswa tidak hanya dibekali dengan teori, namun juga praktik dari orang-orang yang berkompeten. (VTR/RS)