• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Radio Dakwah Unisia Bahas Tantangan Membangun Ketahanan Umat dan di Era...
Berita Kegiatan

Radio Dakwah Unisia Bahas Tantangan Membangun Ketahanan Umat dan di Era Digital

Radio Dakwah Unisia menggelar Dialog Keagamaan dalam rangkaian Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (YBW UII) Expo 2024 pada Jumat (27/9). Kegiatan bertajuk “Tantangan Dakwah dalam Membangun Ketahanan Umat dan Generasi Digital” tersebut menghadirkan Ust. H. Ridwan Hamidi, Lc., M.P.I., M.A. serta Ust. Dr. Subhan Afifi, S.Sos., M.Si. sebagai narasumber.

Iwan Awaluddin Yusuf, S.IP., M.Si., Ph.D. selaku Direktur Utama Radio Dakwah Unisia dan moderator dalam pengantarnya memaparkan proses digitalisasi pada banyak sektor di tengah disrupsi. Dalam menghadapi tantangan di era digital, umat Islam sebagai khairu ummah seyogianya dapat memperhatikan berbagai macam aspek kehidupan secara komprehensif.

“Kita bisa melejit, kita bisa berprestasi lewat adanya disrupsi digital ini. Tapi juga banyak persoalan umat. Boleh dikatakan misalnya sederhana, seperti maraknya pinjol (pinjaman online), judi online, kemudian ada masalah kesehatan mental, masalah-masalah lain yang sekiranya perlu perhatian kita,” tuturnya.

Dalam paparannya, Ust. Ridwan Hamidi menyampaikan soal perspektif Islam mengenai kesehatan jiwa dan raga. Menurutnya, pada zaman ini, semua hal dapat bergerak dengan sangat cepat, termasuk informasi. Oleh karenanya, pemahaman agar dapat memposisikan segala sesuatu secara proporsional.

“Sejak awal, Islam itu agama yang memposisikan berbagai persoalan secara proporsional. Istilah ‘adil dalam Islam artinya proporsional, bukan sama rata. Sehingga, ada yang perlu diberikan porsi pada hal-hal yang berhubungan tadi, misalnya dengan kesehatan mental, tapi juga ada berhubungan dengan kesehatan fisik,” ujarnya.

Alat-alat seperti gawai dinilai memiliki status hukum yang mubah atau netral, sebab perangkat-perangkat tersebut bisa digunakan baik untuk hal positif maupun negatif. Oleh karenanya, terdapat tiga aktor yang disebut memiliki kepentingan dalam merespons tantangan di era digital tersebut. Di antaranya, yakni keluarga, masyarakat, serta pemangku kebijakan.

“Yang perlu kita harapkan dan kita minta dari para pemangku kebijakan (ialah) mengatur hal-hal yang memang bermanfaat untuk didorong sebanyak-banyaknya, bisa bermanfaat bagi masyarakat. Tapi yang perlu dikurangi, diminimalisir. Bahkan kalau perlu dibatasi, agar dibatasi. Termasuk yang tadi disinggung. Ada pinjol, ada judi online, dan semacamnya, ini juga tentu peran pemerintah sangat besar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ust. Subhan Afifi dalam paparannya mengangkat data dari pemerintah, bahwa jumlah penjudi meningkat drastis hingga mencapai 2,7 juta penjudi pada 2017-2022 dan 80% di antaranya merupakan mahasiswa. Angka transaksi dari aktivitas judi online bahkan disinyalir mencapai angka Rp350 triliun. Berdasarkan kelompok demografi penjudi, pertumbuhan paling cepat terjadi pada kelompok remaja.

“Nah sebabnya apa? Saya kira kalau zaman itu tidak bisa kita pungkiri, sebuah keniscayaan. Zaman sekarang ya begini. Tetapi persoalannya, kalau kemudian, dalam keluarga kita, dalam lembaga pendidikan kita, Islam itu benar-benar menjadi pegangan, panutan, insya Allah enggak ada kok kejadian itu. Jangankan berdekat dengan judi online, memanfaatkan gadget secara berlebihan saja yang kemudian menghabiskan waktu dan seterusnya itu Islam sudah memperingatkan,” terangnya.

Menurut Ust. Subhan, dari perspektif kajian komunikasi, menguatkan fungsi komunikasi keluarga menjadi sangat urgen. Meskipun tidak mudah, hal demikian penting agar anak-anak dapat tumbuh dengan budaya dialog yang asyik dalam keluarga, sehingga ketergantungan terhadap gawai dapat dikurangi.

“Jadi mengenalkan tauhid, kemudian ibadah yang rutin, akhlak mulia, itu menjadi prioritas dalam keluarga kita. Insya Allah sehat. Jadi persoalan komunikasi ini menjadi persoalan yang saya kira perlu menjadi prioritas dalam keluarga kita,” pungkasnya.

Radio Dakwah Unisia, di bawah PT. Unisia Media Umat merupakan salah satu unit YBW UII yang bergerak pada bidang pemberdayaan masyarakat. Radio Dakwah Unisia, yang membuka gelombang siaran radio di AM 1179, bertujuan untuk memberi pemahaman keislaman yang rahmatan lil ‘alamin kepada masyarakat, termasuk wacana pemikiran keagamaan yang dipadukan dengan keilmuan. (JRM)

29 September 2024
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/10/Dokumentasi-Radio-Unisia.jpg 1668 2500 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Humas2024-09-29 11:46:372024-10-02 13:50:12Radio Dakwah Unisia Bahas Tantangan Membangun Ketahanan Umat dan di Era Digital

Berita Terakhir

  • UII Sambut 22 Mahasiswa Internasional dalam Program P2A UIISAGE BRIDGE 2026
  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Rakorja UII 2024 Usung Tema Merawat Muruah, Terus Berbenah, dan Bergerak Lincah Link to: Rakorja UII 2024 Usung Tema Merawat Muruah, Terus Berbenah, dan Bergerak Lincah Rakorja UII 2024 Usung Tema Merawat Muruah, Terus Berbenah, dan Bergerak Li... Link to: Penerimaan Mahasiswa Baru UII Tahun Akademik 2025/2026 Resmi Dibuka Link to: Penerimaan Mahasiswa Baru UII Tahun Akademik 2025/2026 Resmi Dibuka Penerimaan Mahasiswa Baru UII Tahun Akademik 2025/2026 Resmi Dibuka Scroll to top Scroll to top Scroll to top