• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Sakapari UII siap Menghadapi Kelaziman Baru
Berita Kegiatan

Sakapari UII siap Menghadapi Kelaziman Baru

Berkolaborasi dengan Sustainable in Architecture (SIA), Program Studi Arsitektur Universitas Islam Indonesia menggelar Seminar Karya dan Pameran Arsitektur Indonesia (Sakapari) ke-6 tahun 2020. Agenda ini dilaksanakan pada Sabtu (15/8) secara daring dengan tema Praktek Arsitek di Era Kelaziman Baru.

Sekretaris Jurusan Arsitektur Universitas Islam Indonesia (UII), Dr. Ing. Nensi Golda Yuli., ST., MT. mengemukakan, Sakapari merupakan seminar nasional inisiasi Program Studi Arsitek sejak 2016, yang mana awalnya setahun sekali, dirubah menjadi dua kali setahun selama dua tahun terakhir. “Besarnya animo yang perlu dipublikasi hasil riset kolaborasi mahasiswa dan dosen baik program sarjana atau profesi arsitek maka diadakan dua kali setahun,” ungkapnya.

Nensi menyebut setelah proses review telah masuk 52 makalah yang akan dipresentasikan dalam 10 sesi paralel. Semuanya terbagi dalam kelompok Arsitektur Digital dan Lingkungan Cerdas (AD), Advokasi dan Profesi (AP), Pemukiman dan Urbanisme (PU), Sains dan Teknologi Bangunan (STB), serta Sejarah, Teori, dan Kritik Arsitektur (STK).

Di akhir sesi, kata Nensi akan diberikan apresiasi berupa penghargaan presenter, makalah terbaik, kategori kelompok riset mahasiswa dan dosen dalam mata kuliah karya tulis ilmiah, serta penghargaan Abra. “Abra merupakan salah satu penghargaan karya tulis terbaik di semester ini dan ini mata kuliah program studi arsitektur,” jelasnya.

Di sisi lain, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UII Miftahul Fauziah., S.T., M.T., Ph.D, menuturkan kegiatan Sakapari merupakan hal yang sangat baik. Bahkan tema yang diangkat menurutnya sudah sangat tepat dan sesuai dengan situasi saat ini. Ia juga mengajak para peserta Sakapari untuk bersyukur sebab situasi pandemi tidak menyurutkan kinerja dari peserta terutama dari mahasiswa sehingga menghasilkan paper baik karya ilmiah maupun kolaborasi dosen. “Dunia arsitek tidak akan terhambat. Semoga peserta dapat mengambil manfaat sebanyak-banyaknya dari program ini,” ungkap Miftahul.

Rektor UII, Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Sakapari 2020. Dalam pidatonya, Fathul mengapresiasi kegiatan Sakapari yang sudah berjalan selama enam kali. Menurutnya setiap seminar atau pameran adalah ikhtiar penyediaan majelis ilmu, sebab di sana tempat belajar banyak hal. Setiap pelajar harus menyiapkan diri untuk mendapatkannya dan majelis ilmu yang akan memberikan ilmunya. “Ilmu itu mungkin ada yang kita pernah bayangkan jadi lebih paham, bahkan belum pernah dibayangkan sama sekali,” sebut Fathul.

Lebih lanjut, Fathul menjelaskan arsitek sebagai bentuk ikhtiar atau inisiatif membawa imajinasi menjadi bentuk artefak ke ruang publik. Ia menyebut ada empat fungsi arsitek, di antaranya bukti menerjemahkan imajinasi, mengabarkan nikmat, ikhtiar meninggalkan jejak agar disaksikan, dan memberi contoh dan membuka kritik.

Fathul menyatakan menjadi arsitek perlu keterampilan khusus dan refleksi yang mendalam. Ia menganggap arsitek mirip seperti desainer baju yang mendesain lalu dijahit menjadi baju, atau fotografer yang memotret dengan cahaya dan menjadi gambar. Setiap pencapaian adalah nikmat, maka perlu dikabarkan. “Peninggalan jejak menjadi bukti kita telah melakukan sesuatu yang akan dicontoh dan memberi ruang adanya kritikan. Jangan sakit hati kalau dikritik, jadikan itu pegangan menjadi karya lebih baik ke depannya,” tambah Fathul.

Makna berkelanjutan menurut Fathul memiliki tafsiran yang dinamis dan luas di antaranya memuliakan manusia. Jika dimuliakan maka Insya Allah orang tersebut akan memuliakan alam dan makhluk lain. Begitulah letak arsitek yang akan memuliakan manusia lain dengan mendirikan bangunan atau fasilitas umum.

Pembicara kunci, Ir. Fenty Yusdayanti, M.Sc. selaku Kepala Diskominfo Kabupaten Bantul memberikan materi berjudul Perencanaan Ruang Publik di Era Pandemi. Dikatakan ruang publik adalah area masyarakat untuk berkumpul dengan tujuan yang sama. Adanya perkembangan teknologi, menjadikan diskusi tidak hanya terjadi di ruang fisik melainkan juga ruang maya yang membuat beberapa aktivitas fisik dapat dipindah ke maya. Di antaranya transaksi perdagangan, perkantoran, transportasi, dan lain-lain.

Fenty menyatakan fokus setiap orang sebelum dan saat pandemi berbeda. Misal sebelum pandemi orang fokus menyelesaikan masalah macet, kebanjiran, di saat pandemi berubah fokus ke social distancing, hidup sehat dan bersih, serta ekonomi melambat. “Saatnya arsitek mulai berfikir kreatif agar setiap ruang publik atau rumah pribadi diterapkan protokol kesehatan yang memudahkan aktivitas sehari-hari,” sebutnya.

Fenty juga menyebut sudah banyak aplikasi yang membantu aktivitas ruang publik berpindah ke dalam jaringan, seperti yang penjualan virtual untuk menaikan ekonomi dengan pasardesa.id. Aplikasi ini kata Fenty sebagai bentuk mitigasi, kolaborasi, solidaritas, dan ekonomi berbagi.

Sakapari turut menghadirkan beberapa pembicara lainnya, antara lain pertama, Assoc. Prof. Ir. Tony Kunto Wibisono, M.Sc., IAI., GP, Dosen Arsitektur UII dengan memberikan materi berjudul Komunikasi Empati Klien dan Arsitek, Proses Perancangan dengan Penekanan pada Model Informasi Data pada Era New Normal. Kedua, M. Retas Aqabah Amjad, S. PWK., selaku IAP dari Shirvano Consulting, dengan judul materi Konsultan Perencanaan Kota dan Arsitektur di New Normal. Serta, Ardhysa Gusma, S.T., M.Sc. selaku CEO A+Astudio, memberikan pemaparan berjudul Masa Depan Arsitektur dalam Normal Baru.(SF/RS)

19 Agustus 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/FTSP-UII-2.jpg 450 674 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-08-19 16:46:422024-07-22 12:08:48Sakapari UII siap Menghadapi Kelaziman Baru

Berita Terakhir

  • UII dan Badilag MA RI Gelar Seminar Nasional, Bahas Arah Baru Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah di Era Digital
  • UII Lepas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat SINERA 2026 ke Kabupaten Buton
  • UII Luncurkan Fakultas Teknik Desain Inovasi, Perkuat Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan
  • FIAI UII Gelar Diskusi Kajian Turats Bahas Implementasi Epistemologi Ulil Albab dalam Ilmu Sosial
  • UII Sambut 22 Mahasiswa Internasional dalam Program P2A UIISAGE BRIDGE 2026

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Membuka Kerjasama dengan Peneliti dari Prancis Link to: Membuka Kerjasama dengan Peneliti dari Prancis Membuka Kerjasama dengan Peneliti dari PrancisPernyataan Sikap UII Link to: Menyongsong Kampus Merdeka Link to: Menyongsong Kampus Merdeka Menyongsong Kampus Merdeka Scroll to top Scroll to top Scroll to top