• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Sehat Mental Dengan Menjaga Kesehatan Reproduksi
Berita Kegiatan

Sehat Mental Dengan Menjaga Kesehatan Reproduksi

Isu kesehatan reproduksi masih dianggap tabu oleh sebagian masyarakat. Membicarakannya saja dianggap sebagai hal yang kurang pantas. Hal tersebut berkorelasi sejajar dengan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan reproduksi dan tingginya angka infeksi menular seksual (IMS).

“Kesehatan reproduksi seharusnya diajarkan sejak dini,” ujar Windyan Kestri Hardhani Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) pada acara Seminar yang diadakan oleh Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) SMK N 1 Depok, Yogyakarta pada Sabtu (28/05).

Windyan menyinggung pentingnya kesehatan reproduksi diajarkan mulai usia TK. Pada usia tersebut baik pada anak laki-laki maupun perempuan diajarkan mengenai nama alat reproduksinya dan bagaimana cara membersihkan yang benar. Mereka juga diberi pemahaman jika bagian antara dada dan lutut perempuan tidak boleh dilihat maupun dipegang oleh orang lain. 

Pada anak laki-laki adalah bagian tubuh antara pusar dan lutut. Mereka selayaknya diberi tahu jika ada orang lain yang melihat maupun menyentuhnya maka harus melapor kepada orang tuanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan pada usia Sekolah Dasar anak-anak harus diajari mengenai bagaimana pergaulan yang baik. Pergaulan antara lawan jenis memiliki batasan berdasarkan norma sosial dan agama. Memakai pakaian yang sopan dan menghormati antara teman.

Kembali menyinggung terkait pengetahuan kesehatan reproduksi yang masih dianggap tabu, Windyan menganggap hal tersebut harus segera diubah dari pola pikir masyarakat. Pengetahuan tersebut harus diajarkan terutama oleh orang tua dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak. 

Apabila belum memahami betul terkait kesehatan reproduksi, maka orang tua bisa belajar melalui platform kesehatan yang terpercaya seperti www.kemkes.go.id dan jangan sampai memberikan edukasi yang salah kepada anak-anak.

Ia pun menilai cara penyuluhan seperti seminar dan pembuatan konten edukasi yang mendidik harus lebih giat lagi diadakan. Tentunya dengan bahasa yang mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. “Tingginya angka infeksi menular seksual karena rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi masyarakat,” tuturnya.

Windyan yang kini tengah menempuh pendidikan di Yogyakarta juga prihatin dengan keadaan kotanya yang makin marak dengan pergaulan bebas. Banyaknya perantau yang datang ke Kota Gudeg ini baik dengan tujuan menimba ilmu maupun bekerja kurang menghormati adat istiadat Jogja. Terakhir, ia menutup penyampaiannya dengan menyebut kesehatan fisik berkorelasi lurus dengan kesehatan jiwa seseorang. Semakin sehat fisiknya, semakin sehat jiwanya. (UAH/ESP)

30 Mei 2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/05/seminar-kesehatan-reproduksi.jpg 400 642 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2022-05-30 08:00:042022-05-30 15:18:51Sehat Mental Dengan Menjaga Kesehatan Reproduksi

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Mengkaji Dinamika Perluasan Kewenangan Mahkamah Konstitusi Link to: Mengkaji Dinamika Perluasan Kewenangan Mahkamah Konstitusi Mengkaji Dinamika Perluasan Kewenangan Mahkamah Konstitusi Link to: Dua Dosen UII Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Link to: Dua Dosen UII Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Dua Dosen UII Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Scroll to top Scroll to top Scroll to top