• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Sejarah Pers dan Performance Research dalam Ilmu Komunikasi
Berita Kegiatan

Sejarah Pers dan Performance Research dalam Ilmu Komunikasi

Meskipun Ilmu komunikasi masuk ke dalam bidang humaniora, bukan berarti selalu menjadikan kultur masyarakat sebagai kajian keilmuan. Sejarah pers atau proyek eksebisi ternyata dapat dijadikan dasar kajian ilmu komunikasi. Gagasan ini menjadi sajian utama dalam Serial Bincang Sejarah Komunikasi: Penerapan Studi Sejarah Komunikasi: Kasus Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya yang diadakan oleh Program Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII) pada Minggu, (26/7) secara daring, dengan menghadirkan Dr. Antoni, M.Si. sebagai pembicara.

Antoni memulai dengan memaparkan luasnya posibilitas kajian yang dapat dilakukan dalam bidang ilmu komunikasi, salah satunya adalah sejarah pers. Ia juga mengungkapkan alasan personalnya bahwa penting melanjutkan riset terdahulu, sehingga ini yang membuat kajian sejarah komunikasi, bagi Antoni sangat melekat. Antoni mengungkapkan bahwa Kesatrian Institute merupakan tonggak awal lahirnya jurnalisme di Indonesia. Masa dimana para wartawan belajar jurnalisme melalui magang dan diskusi bersama rekan jurnalistik.

Setelah jurnalistik berkembang, lahirlah sosok yang kita kenal sebagai Buya Hamka yang berkiprah di Medan. Pada zamannya, lahir pers-pers Islam yang dikelola oleh kalangan tokoh muslim. Pada zamannya juga, jurnalistik bertransformasi menjadi model industri. Tidak sedikit pelaku-pelaku jurnalistik yang bersitegang karena atmosfir yang terasa kompetitif antara masing-masing pers akibat sistem industri. Pada masa ini menurut Antoni, jurnalis yang memiliki kekuatan secara ekonomi dapat menghidupkan korannya secara independen.

Namun yang menarik untuk dikaji, kata Antoni, selain bidang ekonomi dalam jurnalisme, adalah bagaimana pers mempertahankan substansinya di masa ekonomi yang dibilang cukup sulit. “Contoh, Panji Masyarakat. Mereka tidak memiliki kas. Pada suatu hari datang orang iklan, membawa selebritis yang akan mengiklankan korannya. Namun tawarannya ditolak,” ujar Antoni. Penolakan ini penting, menurut Antoni, agar menjaga kepentingan konten jurnalisme di dalamnya.

Performance Research

Selain sejarah pers, model riset yang cukup menarik bagi Antoni adalah Performance Reserach. Dalam Performance Research, sebagian besar riset berpusat pada proyek yang dilakukan. Contohnya adalah program yang Antoni ikuti tiga tahun lalu di Polandia dimana kegiatan utamanya adalah travelling di sepanjang kota besar di Eropa. “Yang menarik adalah banyak kegiatan di sepanjang perjalanan seperti, fotografi, sketsa, musik, cermah, dan lain-lain. Riset ini dilakukan dalam rangka membangun kembali memori kolektif identitias Eropa,” tutur Antoni.

Ini, menurut Antoni, dapat membangkitkan semangat selama proses penggarapan riset. Selain itu, ini juga menunjukan bahwa temuan riset sejarah komunikasi tidak hanya hasil riset murni, tapi juga bahan yang penting dalam konteks kekinian. Lebih lanjut, model riset ini, menurut Antoni juga dapat diimplementasikan di universitas di Indonesia. “Kita bisa memulai dari mengartikulasikan kembali riset sebelumnya seperti membuat eksebisi tokoh-tokoh pers di Indonesia,” usul Antoni. Upaya ini jelas penting dalam rangka melakukan penyadaran pada publik.

Dari segi kebermanfaatan, produk dari Performance Research kaya karena hasil risetnya dan kontribusinya terhadap masyarakat. Tetapi tidak hanya itu, Antoni berpendapat bahwa model riset ini juga dapat menjadi instrumen bagi mahasiswa untuk mengirimkan kritik atau rekomendasi kepada pemerintah dalam rangka mempengaruhi kebijakan. Terakhir, ia mahasiswa menyerahkan hasil risetnya tidak hanya kepada narasumber, tetapi juga dikirim ke perustakaan nasional atau arsip nasional agar dapat ditindaklanjuti di masa mendatang. (IG/RS)

28 Juli 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/Kampus-UII-1.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-07-28 22:42:402020-07-29 05:10:43Sejarah Pers dan Performance Research dalam Ilmu Komunikasi

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Menata Ulang Tujuan di Era New Normal Link to: Menata Ulang Tujuan di Era New Normal Menata Ulang Tujuan di Era New NormalPernyataan Sikap UII Link to: Idul Adha, Mengambil Hikmah dari Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail Link to: Idul Adha, Mengambil Hikmah dari Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail Idul Adha, Mengambil Hikmah dari Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail Scroll to top Scroll to top Scroll to top