Akreditasi Unggul Prodi UII

Memiliki talenta kreatif dengan segudang prestasi di usia muda tentunya menjadi impian banyak mahasiswa. Namun untuk meraih hal itu dibutuhkan perjuangan yang gigih dan doa. Hal inilah yang dicontohkan oleh Shadira Firdausi, mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi IP Universitas Islam Indonesia (UII). Ia dikenal sebagai mahasiswa aktif di bidangnya serta mempunyai banyak prestasi yang patut dicontoh mahasiswa lainnya. Ia pun berbagi kisah melalui live instagram pada Jumat (26/6) dalam acara “Young, Creative, and Achievement” yang diadakan oleh Prodi Ilmu Komunikasi IP UII.

Disampaikan Shadira Firdausi, salah satu talenta yang serius dikembangkannya adalah kemampuan berbahasa asing. Tidak hanya Bahasa Inggris, ia pun tekun mempelajari bahasa lain seperti Italia dan Prancis. Minat belajar bahasa mulai ia tekuni ketika mengikuti exchange program ke luar negeri pada masa sekolah menengah atas.

“Dari sanalah saya mulai belajar Bahasa Italia dan Prancis. Ketika kembali ke Indonesia, saya melanjutkan kursus Bahasa Italia. Jika kalian ingin mempelajari banyak Bahasa seperti Italia, Prancis, Spanyol, dan lainnya ada platform kursus gratis di Duolingo. Apalagi saat pandemi seperti ini, waktu belajar Bahasa di rumah menjadi lebih produktif”, ujarnya berbagi tips.

Ia menambahkan di platform tersebut semua pembahasan dan materinya juga sangat mudah dipahami. Menurutnya, masa pandemi justru mendorongnya untuk banyak belajar hal baru, tak terkecuali bahasa asing.

Tidak hanya itu, gadis cantik ini pun telah merintis wirausaha sejak muda. “Saya berbisnis berawal dari kreativitas dan kesadaran diri sendiri. Awalnya saya termasuk orang yang malas hingga saya sampai pada titik untuk bangkit. Kemudian saya mulai mencari melalui Instagram dan berpikir ketika orang bisa saya juga harus bisa”, kisahnya.

Untuk menumbuhkan rasa percaya diri, menurutnya jangan terlalu mudah menanggapi penilaian orang lain. “Ketika kita mau mulai kita tentu harus bangun rasa percaya diri dan mencoba mematahkan hal yang membuat kita tidak percaya. Itu harus dimulai dan tidak bisa didiamkan, jika tidak dimulai maka tidak akan bisa terjadi. Jangan takut melakukan hal tersebut karena kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di masa depan. Ketika orang bilang kamu tidak mampu maka kamu harus mencoba untuk membuktikan”, imbuhnya menyemangati.

Terakhir, ia mengajak untuk mengambil sisi positif dari pandemi yang mengharuskan banyak berdiam diri di rumah. Selain belajar Bahasa, ia juga menggunakan waktunya untuk membuat cover lagu dan video. Bahkan dalam beberapa waktu, ia membocorkan akan mengeluarkan single lagu. “Terus tumbuhkan kreativitas meski di kala pandemi. Hal yang pertama saya lakukan setelah pandemi adalah memeluk kerabat saya dan bersalaman, kemudian saya akan mencari peluang studi lanjut”, pungkasnya. (HA/ESP)